• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

PUTRI MANDALIKE

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku : SASAK

Genre : Cerita Rakyat

Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Barat

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Lombok Tengah


Putri Mandalike bercerita tentang pengorbanan dengan membuang dirke laut karena berpikir untuk meyelamatkan perdamaian. gadis cantik jelita ini dilamar oleh beberapa orang pangeran tampan. Putri Mandalike mengulur waktu memikirkan cara mengambil keputusan untuk menolak dan menerima salah seorang lamaran untuk menjadi suaminya. Hingga waktu yang ditentukan, keputusan belum juga didapatkan. Putri Mandalike malah mempertimbangkan akibat yang akan terjadi jika diamengambil keputusan dengan memilih salah seorangnya yang tidak mau mengalah. Akhirnya, dia memilih terjun ke laut daripada memilih salah seorangnya. Kemudian pada laut itu bermunculanlah cacing-cacing kecil yang memenuhi pantai, dan Putri Mandalike berpesan bahwa itulah yang akan membuat rakyat negerinya makmur. Maka setiap tahun, tepatnya sekitar bulan Februari selalu bermunculan cacing-cacing kecil itu yang dijadikan masyarakat setempat sebagai makanan yang diolah berbagai rasa. Maka tradisi nangkap Nyale itu dilaksanakan tiap tahunnya. Peristiwa itu terjadi di pantai Kuta, Lombok.
 
PENCARIAN TERKAIT

  • Citra Perempuan dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya: Kritik Sastra Feminis
    Peneliti : Arriyanti, S.S. Tanggal Penelitian : 15-01-2005 Dipublikasikan : TERBIT Abstrak :Apa yang diuraikan dalam penelitian ini merupakan upaya untuk mengungkapkan citra perempuan dengan ...
  • Putri Gunung Kelumpang ke Air Limau
    Judul : Putri Gunung Kelumpang ke Air Limau Bahasa : Indonesia Data Publikasi: Publikasi antologi Tahun Ke-2014 No. 9789792601466 Tgl.Publikasi Mei 2014 Provinsi: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ...
  • ILSA DEWITA PUTRI SORAYA
    Jabatan: Penerjemah Ahli Muda Unit Organisasi: Kantor Bahasa Provinsi Jambi
  • PUTRIASARI
    Jabatan: Penerjemah Ahli Pertama Unit Organisasi: Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa
  • YOLANDA PUTRI NOVYTASARI
    Jabatan: Penerjemah Ahli Pertama Unit Organisasi: Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    PUTRI MANDALIKE

    Kategori: Sastra Lisan

     

    Suku : SASAK

    Genre : Cerita Rakyat

    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Barat

    Kabupaten/Kota: Kabupaten.Lombok Tengah


    Putri Mandalike bercerita tentang pengorbanan dengan membuang dirke laut karena berpikir untuk meyelamatkan perdamaian. gadis cantik jelita ini dilamar oleh beberapa orang pangeran tampan. Putri Mandalike mengulur waktu memikirkan cara mengambil keputusan untuk menolak dan menerima salah seorang lamaran untuk menjadi suaminya. Hingga waktu yang ditentukan, keputusan belum juga didapatkan. Putri Mandalike malah mempertimbangkan akibat yang akan terjadi jika diamengambil keputusan dengan memilih salah seorangnya yang tidak mau mengalah. Akhirnya, dia memilih terjun ke laut daripada memilih salah seorangnya. Kemudian pada laut itu bermunculanlah cacing-cacing kecil yang memenuhi pantai, dan Putri Mandalike berpesan bahwa itulah yang akan membuat rakyat negerinya makmur. Maka setiap tahun, tepatnya sekitar bulan Februari selalu bermunculan cacing-cacing kecil itu yang dijadikan masyarakat setempat sebagai makanan yang diolah berbagai rasa. Maka tradisi nangkap Nyale itu dilaksanakan tiap tahunnya. Peristiwa itu terjadi di pantai Kuta, Lombok.
     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Citra Perempuan dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya: Kritik Sastra Feminis
    Peneliti : Arriyanti, S.S. Tanggal Penelitian : 15-01-2005 Dipublikasikan : TERBIT Abstrak :Apa yang diuraikan dalam penelitian ini merupakan upaya untuk mengungkapkan citra perempuan dengan ...
  • Putri Gunung Kelumpang ke Air Limau
    Judul : Putri Gunung Kelumpang ke Air Limau Bahasa : Indonesia Data Publikasi: Publikasi antologi Tahun Ke-2014 No. 9789792601466 Tgl.Publikasi Mei 2014 Provinsi: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ...
  • ILSA DEWITA PUTRI SORAYA
    Jabatan: Penerjemah Ahli Muda Unit Organisasi: Kantor Bahasa Provinsi Jambi
  • PUTRIASARI
    Jabatan: Penerjemah Ahli Pertama Unit Organisasi: Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa
  • YOLANDA PUTRI NOVYTASARI
    Jabatan: Penerjemah Ahli Pertama Unit Organisasi: Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa
  • Citra Perempuan dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya: Kritik Sastra Feminis
    Peneliti : Arriyanti, S.S. Tanggal Penelitian : 15-01-2005 Dipublikasikan : TERBIT Abstrak :Apa yang diuraikan dalam penelitian ini merupakan upaya untuk mengungkapkan citra perempuan dengan ...
  • Putri Gunung Kelumpang ke Air Limau
    Judul : Putri Gunung Kelumpang ke Air Limau Bahasa : Indonesia Data Publikasi: Publikasi antologi Tahun Ke-2014 No. 9789792601466 Tgl.Publikasi Mei 2014 Provinsi: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ...
  • ILSA DEWITA PUTRI SORAYA
    Jabatan: Penerjemah Ahli Muda Unit Organisasi: Kantor Bahasa Provinsi Jambi
  • PUTRIASARI
    Jabatan: Penerjemah Ahli Pertama Unit Organisasi: Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa
  • YOLANDA PUTRI NOVYTASARI
    Jabatan: Penerjemah Ahli Pertama Unit Organisasi: Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa