• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Tembang Pegerageungan

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku : Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya

Genre : Puisi

Provinsi: Provinsi Jawa Barat

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tasikmalaya

Kecamatan: Pagerageung

Desa: Desa Pagersari

Penyebaran: Dahulu di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, kini di Pagerageung, Kab


1. Genre termasuk puisi (puisi naratif),  dulu diiringi dengan keprok/tepuk tangan dan alok/seloroh antar pemain. Kini diiringi dengan karawitan.

2. Berisi nilai-nilai religius, kemanusiaan, moral, tata krama/sopan santun, nasihat, dan kebersamaan.

3. Dulu hanya ditembangkan oleh orang-orang tua, kini diusahakan dapat ditembangkan oleh anak usia SD dan SMP.  Tembang Pagerageung memerlukan nada-nada tinggi dan napas panjang yang sulit dilakukan anak SD. Oleh karena itu, untuk penutur usia SD tampilan perlu dimodifikasi dengan tari, musik, permainan rakyat Tasikmalaya/Jawa Barat agar anak-anak berminat untuk belajar Tembang Pagerageungan.

5. Maestro yang masih aktif bernama Odo Syahida, usia 80 tahunan.Penutur lainnya bernama Ahmad, Endang, Taufik Faturohman, Ninin, Andika, dan Ade Wahyudin yang dapat dikatakan sebagai murid/generasi di bawah Odo Syahida.

 
PENCARIAN TERKAIT