• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Zainuddin Tamir Koto   (1941-2011)
Kategori: Pengarang Sastra

 
 

Zainuddin Tamir Koto atau Zatako dikenal sebagai penulis puisi, cerpen, dan novel. Dia lahir di Gasan Ketek, Kabupaten Padang Pardiaman, Provinsi Sumatra Barat, pada tanggal 14 Desember 1941 dan meninggal di Medan Timur tahun 2011.

Setamat SMA bagian A pada tahun 1962, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Panca Budi, Medan. Namun, karena suatu hal, kuliahnya tidak selesai. Dia hanya kuliah sekitar dua tahun, yakni dari tahun 1963 sampai tahun 1964.

Zatako, mulai menulis sejak tahun 1958. Selain menulis puisi, cerpen, dan novel, Zatako juga berprofesi sebagai wartawan di bidang kebudayaan dan olah raga; ia juga dikenal sebagai penerjun serta mahir di bidang silat dan karate. Zatako juga sempat main film dan berperan sebagai dukun dalam film yang berjudul Nyi Loro Kidul garapan B.Z. Kadaryono. Dia dikenal sebagai penulis lepas di berbagai media cetak di kota Medan, Padang, Jakarta, Singapura, dan Malaysia. Tulisan-tulisannya terbit dalam beberapa majalah, antara lain Horison, Basis, Selecta, dan Violeta. Zatako pernah menjadi redaktur Sinar Pembangunan, Olympic, Top, staf redaksi pada harian Sinar Pembangunan, dan koresponden harian Haluan.

Sastrawan yang lahir di ranah Minang dan menetap di Medan ini dulunya aktif berteater di Bengkel Kerja Actor's Studio Medan bersama sastrawan lainnya, seperti Sori Siregar, Burhan Piliang, dan M. Arif Husin Siregar. Namun, pada awal tujuh puluhan kegiatan Zatako lebih banyak di dunia kesusastraan. Di daerah Sumatra Utara, ia dianggap sebagai penyair senior. Sebagai wartawan olah raga, Zatako berpengalaman luas dan sudah mengunjungi beberapa negara.

Karya-karya Zatako, antara lain adalah Kumpulan puisi 1) Pasar Malam (1962), 2) Angkatan Kini (1966), 3) Mesranya Kata, Merdunya, 4) Suara (Puisi Indonesia, 1976), 5) Matahari (Sastra Awam Medan, 1979), 6) Angku Gadang (Sinar Agung Medan, 1980). Novel 1) Playboy (1979), dan 2) Tati Babu Menteng (1985).

Kumpulan Cerpen 1) Air Zam-Zam (1985), 2) Indonesia (kp, 1985), dan "Surat dari Ayah" (cerpen) dan cerpen ini di pilih Satyagraha Hoerip untuk Antologi Cerita Pendek Indonesia III). Kemudian cerpen Zatako yang berjudul "Angku Gadang" dan "Makam" dimuat dalam antologi Titian Laut I dan Titian Laut II terbitan Dewan Bahasa Pustaka Malaysia tahun 1984—1986.

 
PENCARIAN TERKAIT