• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Syu’bah Asa   (1941—...)
Kategori: Pengarang Sastra

 
 

Syu'bah Asa atau pernah juga menggunakan nama Sjubah A. Sanuri yang terkenal sebagai penulis puisi, novel, dan esai. Selain sebagai seorang penerjemah, lahir di Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah, 21 Desember 1941. Setelah menyelesaikan SMA, ia memperdalam pengetahuan mengenai ajaran Islam di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Falsafah IAIN Al-Jami'ah Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan memperoleh gelar sarjana muda, tahun 1964.

Syu'bah Asa pernah menjadi guru sastra Arab di PGAA Negeri Yogyakarta, guru seni drama, berdagang kain baik keliling Jawa dan mengadakan khotbah serta pengajian-pengajian sejak tahun 1965. Dia juga sering menjadi sutradara amatiran dan memimpin paduan suara "Yogya Timur Laut" di Yogyakarta.

Selama di Yogyakarta (1959—1969) Syu'bah Asa aktif dalam Teater Muslim (pimpinan Mohammad Diponegoro), Bengkel Teater (pimpinan Rendra), dan pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1977—1979).

Dia pernah bekerja sebagai redaktur majalah mingguan Tempo (1971—1987) dan Editor (1987—1988). Tulisannya tersebar di berbagai surat kabar dan majalah, seperti Waktu, Pandji Masjarakat, Sastra, Gema Islam, Minggu Pagi, Tempo, dan Horison. Karya Syu'bah Asa dimuat di berbagai media massa, seperti cerita pendeknya dimuat dalam Gema Islam yang berjudul "Benih yang Telah Ditabur" (1962), di majalah Sastra yang berjudul "Datangnya Jawaban" (1962) dan "Penyeberangan" (1962), di Minggu Pagi yang berjudul "Hari Perkawinan Kami" (1963), di majalah Horison yang berjudul "Pelabuhan" (1966), "Dibelakang Gambar Nabi Muhammad" (1969), dan di majalah Pandji Masjarakat yang berjudul "Pelabuhan" (1966).

Puisinya dimuat dalam Pandji Masjarakat, yang berjudul "Anggur dari Piala Muhammad" (1960), "Pekabaran" (1960), di Gema Islam "Sebuah Laku untukMu" (1962), "Firman" (1964), di Horison "Surat Mardiam dalam terjemahan" (1970), "Doa Seorang Tuna" (1970), "Kuatur di sini Kuatur di sana" (1973), "Lorelei Bernyanyi di Seine" (1973), "Makhluk Begitu Mungil" (1973), "1963" (1973), "Tahukah Engkau Apa yang Kurindukan" (1973), "Bayi Menangis pada Malam Setengah Tiga" (1973), "Maghrib Tiba di Pintu Sorga" (1973), "Tentang Menulis Sajak" (1973), "Dendang" (1973), "Khotbah" (1973), "Seseorang Mengetuk" (1973), "Dari Kawan" (1973), "Engkau" (1973), "Hari-Hari Berlumur Hujan" (1973), "Surat" (1973).

Esainya dimuat Horison, antara lain, "In Memordiam: Abdurahman Nasution" (1967), "Muhammad Rasullah dalam "Syaraful Anam" (1970), "Lakon-lakon Hasil Sayembara DKJ di Tengah Perjalanan Teater Indonesia" (1974), "Masalah Kewajaran dalam Teater Kita" (1977), dan "Tentang Kegiatan Seni sebagai Ibadah" (1979).

Novelnya yang berjudul Cerita di pagi Cerah terbit tahun 1960. Dia juga menulis lakon terjemahan berjudul Qasidah Barzanji dan sejumlah puitisasi ayat Alquran. Selain itu, ia juga menerjemahkan karya-karya klasik Arab ke dalam bahasa Indonesia. Puisinya dipilih Linus Suryadi untuk antologi Tonggak 3 (1987).

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • ASA
    Aliansi Sastrawan Aceh (ASA) ini didirikan 22 Maret 1993 oleh beberapa wartawan dan penyair/penulis Aceh, seperti Ahmad Rivai Nasution (almarhum), Hasyim K.S. (almarhum), Rr. Suminarti, Nani ...
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Sasak Bali
    Provinsi Bali Bahasa Sasak merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa Sasak hidup dan berkembang pula di daerah lain, termasuk di Provinsi Bali, yaitu di ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Syu’bah Asa   (1941—...)
    Kategori: Pengarang Sastra

     
     

    Syu'bah Asa atau pernah juga menggunakan nama Sjubah A. Sanuri yang terkenal sebagai penulis puisi, novel, dan esai. Selain sebagai seorang penerjemah, lahir di Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah, 21 Desember 1941. Setelah menyelesaikan SMA, ia memperdalam pengetahuan mengenai ajaran Islam di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Falsafah IAIN Al-Jami'ah Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan memperoleh gelar sarjana muda, tahun 1964.

    Syu'bah Asa pernah menjadi guru sastra Arab di PGAA Negeri Yogyakarta, guru seni drama, berdagang kain baik keliling Jawa dan mengadakan khotbah serta pengajian-pengajian sejak tahun 1965. Dia juga sering menjadi sutradara amatiran dan memimpin paduan suara "Yogya Timur Laut" di Yogyakarta.

    Selama di Yogyakarta (1959—1969) Syu'bah Asa aktif dalam Teater Muslim (pimpinan Mohammad Diponegoro), Bengkel Teater (pimpinan Rendra), dan pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1977—1979).

    Dia pernah bekerja sebagai redaktur majalah mingguan Tempo (1971—1987) dan Editor (1987—1988). Tulisannya tersebar di berbagai surat kabar dan majalah, seperti Waktu, Pandji Masjarakat, Sastra, Gema Islam, Minggu Pagi, Tempo, dan Horison. Karya Syu'bah Asa dimuat di berbagai media massa, seperti cerita pendeknya dimuat dalam Gema Islam yang berjudul "Benih yang Telah Ditabur" (1962), di majalah Sastra yang berjudul "Datangnya Jawaban" (1962) dan "Penyeberangan" (1962), di Minggu Pagi yang berjudul "Hari Perkawinan Kami" (1963), di majalah Horison yang berjudul "Pelabuhan" (1966), "Dibelakang Gambar Nabi Muhammad" (1969), dan di majalah Pandji Masjarakat yang berjudul "Pelabuhan" (1966).

    Puisinya dimuat dalam Pandji Masjarakat, yang berjudul "Anggur dari Piala Muhammad" (1960), "Pekabaran" (1960), di Gema Islam "Sebuah Laku untukMu" (1962), "Firman" (1964), di Horison "Surat Mardiam dalam terjemahan" (1970), "Doa Seorang Tuna" (1970), "Kuatur di sini Kuatur di sana" (1973), "Lorelei Bernyanyi di Seine" (1973), "Makhluk Begitu Mungil" (1973), "1963" (1973), "Tahukah Engkau Apa yang Kurindukan" (1973), "Bayi Menangis pada Malam Setengah Tiga" (1973), "Maghrib Tiba di Pintu Sorga" (1973), "Tentang Menulis Sajak" (1973), "Dendang" (1973), "Khotbah" (1973), "Seseorang Mengetuk" (1973), "Dari Kawan" (1973), "Engkau" (1973), "Hari-Hari Berlumur Hujan" (1973), "Surat" (1973).

    Esainya dimuat Horison, antara lain, "In Memordiam: Abdurahman Nasution" (1967), "Muhammad Rasullah dalam "Syaraful Anam" (1970), "Lakon-lakon Hasil Sayembara DKJ di Tengah Perjalanan Teater Indonesia" (1974), "Masalah Kewajaran dalam Teater Kita" (1977), dan "Tentang Kegiatan Seni sebagai Ibadah" (1979).

    Novelnya yang berjudul Cerita di pagi Cerah terbit tahun 1960. Dia juga menulis lakon terjemahan berjudul Qasidah Barzanji dan sejumlah puitisasi ayat Alquran. Selain itu, ia juga menerjemahkan karya-karya klasik Arab ke dalam bahasa Indonesia. Puisinya dipilih Linus Suryadi untuk antologi Tonggak 3 (1987).

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • ASA
    Aliansi Sastrawan Aceh (ASA) ini didirikan 22 Maret 1993 oleh beberapa wartawan dan penyair/penulis Aceh, seperti Ahmad Rivai Nasution (almarhum), Hasyim K.S. (almarhum), Rr. Suminarti, Nani ...
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Sasak Bali
    Provinsi Bali Bahasa Sasak merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa Sasak hidup dan berkembang pula di daerah lain, termasuk di Provinsi Bali, yaitu di ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • ASA
    Aliansi Sastrawan Aceh (ASA) ini didirikan 22 Maret 1993 oleh beberapa wartawan dan penyair/penulis Aceh, seperti Ahmad Rivai Nasution (almarhum), Hasyim K.S. (almarhum), Rr. Suminarti, Nani ...
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Sasak Bali
    Provinsi Bali Bahasa Sasak merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa Sasak hidup dan berkembang pula di daerah lain, termasuk di Provinsi Bali, yaitu di ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa