• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Oka Rusmini   (1967-...)
Kategori: Pengarang Sastra

 
 

Oka Rusmini adalah pengarang wanita yang produktif yang menulis puisi, cerpen, novel, drama, dan cerita anak. Dia lahir di Jakarta, tanggal 11 Juli 1967 anak dari pasangan Ida Ayu Made Werdhi dan Ida Bagus Made Gede. Ayah Oka Rusmini tentara yang sering bertugas ke luar daerah. Setelah Oka Rusmini menikah dengan penyair Arief B. Prasetya, mereka memiliki anak bernama Pasha Renaisan.

Pendidikan SD dan SMP dijalani di daerah Cijantung, Jakarta. Setelah menginjak usia SMA, ia memutuskan pindah ke Bali untuk menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sastra Universitas, Udayana. Saat ini Oka Rusmini tinggal di Denpasar, Bali. Sejak tahun 1992, ia bekerja di harian Bali Post.

Antologi yang memuat karyanya, antara lain adalah Doa Bali Tercinta (Sanggar Cipta Mandiri, 1983), Rindu anak mendulang Kasih (Balai Pustaka, 1987), Perjalanan Malam I(Hisma, 1991), Ambang (Bentang, 1992), The Gingseng (Sanggar Minum Kopi, 1993), Bayang-Bayang (Yayasan Seni Rupa Surabaya, 1996), Mimbar Penyair Abad 21 (Balai Pustaka, 1996), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Grasindo, 2000), Bali Behind The Seen (Autralia, 1996), Utan Kayu: Tafsir dalam Permainan (1998), Menagerie 4 (2000), Bali; the Morning After (Australia, 2000), Bali Living in Two Worlds (Basel, 2000). Beberapa karyanya dimuat di Matra, Kalam, Horison, Republik, Media Indonesia, Amanah, dan Ulumul Qur'an.

Karya-karyanya banyak memperoleh penghargaan. Cerita pendeknya, Putu Menolong Tuhan, terpilih sebagai cerpen terbaik majalah Femina 1994. Noveletnya, Sagra, memenangi cerita bersambung terbaik Majalah Femina, 1998. Cerita pendeknya yang berjudul "Pemahat Abad" terpilih sebagai cerpen terbaik 1990—2000 majalah Sastra Horison. Tahun 2002 ia menerima penghargaan puisi terbaik jurnal Puisi. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional Indonesia, memilihnya sebagai Penerima Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 atas novelnya, Tarian Bumi dan novel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dengan judul Erden tanz (2000).

Dia juga sering diundang dalam berbagai Forum Sastra Nasional dan Internasional, di antaranya mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (1996); mewakili Indonesia dalam writing program penulis ASEAN (1997); sebagai penyair tamu dalam Festival Kesenian Yogyakarta IV; tampil dalam Festival Puisi Internasional di Surakarta (2002), Festival Puisi Internasional di Denpasar, Bali (2003), serta Festival Sastra Winternachten di Den Haag dan Amsterdam, Belanda, sekaligus hadir sebagai penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman (2003). Buku puisi, novel, dan kumpulan cerita pendeknya yang telah terbit berjudul Monolog Pohon (1997), Tarian Bumi (2000), Sagra (2001), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Akar Pule (2012).

Saat ini ia dan suaminya tinggal di Denpasar dan alamat pos-elnya (e-mail): pasharen @balipost.co.id atau tarianbumi@yahoo.com

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Yokari
    Provinsi Papua Bahasa Yokari dituturkan oleh masyarakat Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, bahasa itu dituturkan juga di sebelah barat ...
  • Watu Samboka-mboka
    Suku : Kaledupa Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten/Kota: Kabupaten.Wakatobi Kecamatan: Kaledupa Penyebaran: Kaledupa Watu Samboka-mboka adalah salah satu cerita ...
  • Sekolah Menulis Dokarim
    Sekolah Menulis Dokarim didirikan pada tahun 2003—bertepatan dengan awal darurat militer di Aceh—oleh pekerja kebudayaan yang terhimpun dalam anggota jaringan Liga Kebudayaan ...
  • Yokari
    Provinsi: Provinsi Papua Kabupaten/Kota: Kota.Jayapura Desa: Sroyena (Buseriyo), Demoy, Kantumilena, Senokisi, Bukisi Kategori: Aman Status: belum terkonservasi Bahasa Yokari dituturkan oleh ...
  • Tradisi Lisan Masyarakat Kubu, Rokan Hilir
    Peneliti : Sarmianti, Imelda, Dessy Wahyuni, Irwanto Tanggal Penelitian : 01-02-2016 Tahun Terbit : 2016 Abstrak :ABSTRAK Sarmianti, Imelda, Dessy Wahyuni, Irwanto Balai Bahasa Riau Badan ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Oka Rusmini   (1967-...)
    Kategori: Pengarang Sastra

     
     

    Oka Rusmini adalah pengarang wanita yang produktif yang menulis puisi, cerpen, novel, drama, dan cerita anak. Dia lahir di Jakarta, tanggal 11 Juli 1967 anak dari pasangan Ida Ayu Made Werdhi dan Ida Bagus Made Gede. Ayah Oka Rusmini tentara yang sering bertugas ke luar daerah. Setelah Oka Rusmini menikah dengan penyair Arief B. Prasetya, mereka memiliki anak bernama Pasha Renaisan.

    Pendidikan SD dan SMP dijalani di daerah Cijantung, Jakarta. Setelah menginjak usia SMA, ia memutuskan pindah ke Bali untuk menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sastra Universitas, Udayana. Saat ini Oka Rusmini tinggal di Denpasar, Bali. Sejak tahun 1992, ia bekerja di harian Bali Post.

    Antologi yang memuat karyanya, antara lain adalah Doa Bali Tercinta (Sanggar Cipta Mandiri, 1983), Rindu anak mendulang Kasih (Balai Pustaka, 1987), Perjalanan Malam I(Hisma, 1991), Ambang (Bentang, 1992), The Gingseng (Sanggar Minum Kopi, 1993), Bayang-Bayang (Yayasan Seni Rupa Surabaya, 1996), Mimbar Penyair Abad 21 (Balai Pustaka, 1996), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Grasindo, 2000), Bali Behind The Seen (Autralia, 1996), Utan Kayu: Tafsir dalam Permainan (1998), Menagerie 4 (2000), Bali; the Morning After (Australia, 2000), Bali Living in Two Worlds (Basel, 2000). Beberapa karyanya dimuat di Matra, Kalam, Horison, Republik, Media Indonesia, Amanah, dan Ulumul Qur'an.

    Karya-karyanya banyak memperoleh penghargaan. Cerita pendeknya, Putu Menolong Tuhan, terpilih sebagai cerpen terbaik majalah Femina 1994. Noveletnya, Sagra, memenangi cerita bersambung terbaik Majalah Femina, 1998. Cerita pendeknya yang berjudul "Pemahat Abad" terpilih sebagai cerpen terbaik 1990—2000 majalah Sastra Horison. Tahun 2002 ia menerima penghargaan puisi terbaik jurnal Puisi. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional Indonesia, memilihnya sebagai Penerima Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 atas novelnya, Tarian Bumi dan novel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dengan judul Erden tanz (2000).

    Dia juga sering diundang dalam berbagai Forum Sastra Nasional dan Internasional, di antaranya mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (1996); mewakili Indonesia dalam writing program penulis ASEAN (1997); sebagai penyair tamu dalam Festival Kesenian Yogyakarta IV; tampil dalam Festival Puisi Internasional di Surakarta (2002), Festival Puisi Internasional di Denpasar, Bali (2003), serta Festival Sastra Winternachten di Den Haag dan Amsterdam, Belanda, sekaligus hadir sebagai penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman (2003). Buku puisi, novel, dan kumpulan cerita pendeknya yang telah terbit berjudul Monolog Pohon (1997), Tarian Bumi (2000), Sagra (2001), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Akar Pule (2012).

    Saat ini ia dan suaminya tinggal di Denpasar dan alamat pos-elnya (e-mail): pasharen @balipost.co.id atau tarianbumi@yahoo.com

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Yokari
    Provinsi Papua Bahasa Yokari dituturkan oleh masyarakat Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, bahasa itu dituturkan juga di sebelah barat ...
  • Watu Samboka-mboka
    Suku : Kaledupa Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten/Kota: Kabupaten.Wakatobi Kecamatan: Kaledupa Penyebaran: Kaledupa Watu Samboka-mboka adalah salah satu cerita ...
  • Sekolah Menulis Dokarim
    Sekolah Menulis Dokarim didirikan pada tahun 2003—bertepatan dengan awal darurat militer di Aceh—oleh pekerja kebudayaan yang terhimpun dalam anggota jaringan Liga Kebudayaan ...
  • Yokari
    Provinsi: Provinsi Papua Kabupaten/Kota: Kota.Jayapura Desa: Sroyena (Buseriyo), Demoy, Kantumilena, Senokisi, Bukisi Kategori: Aman Status: belum terkonservasi Bahasa Yokari dituturkan oleh ...
  • Tradisi Lisan Masyarakat Kubu, Rokan Hilir
    Peneliti : Sarmianti, Imelda, Dessy Wahyuni, Irwanto Tanggal Penelitian : 01-02-2016 Tahun Terbit : 2016 Abstrak :ABSTRAK Sarmianti, Imelda, Dessy Wahyuni, Irwanto Balai Bahasa Riau Badan ...
  • Yokari
    Provinsi Papua Bahasa Yokari dituturkan oleh masyarakat Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, bahasa itu dituturkan juga di sebelah barat ...
  • Watu Samboka-mboka
    Suku : Kaledupa Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten/Kota: Kabupaten.Wakatobi Kecamatan: Kaledupa Penyebaran: Kaledupa Watu Samboka-mboka adalah salah satu cerita ...
  • Sekolah Menulis Dokarim
    Sekolah Menulis Dokarim didirikan pada tahun 2003—bertepatan dengan awal darurat militer di Aceh—oleh pekerja kebudayaan yang terhimpun dalam anggota jaringan Liga Kebudayaan ...
  • Yokari
    Provinsi: Provinsi Papua Kabupaten/Kota: Kota.Jayapura Desa: Sroyena (Buseriyo), Demoy, Kantumilena, Senokisi, Bukisi Kategori: Aman Status: belum terkonservasi Bahasa Yokari dituturkan oleh ...
  • Tradisi Lisan Masyarakat Kubu, Rokan Hilir
    Peneliti : Sarmianti, Imelda, Dessy Wahyuni, Irwanto Tanggal Penelitian : 01-02-2016 Tahun Terbit : 2016 Abstrak :ABSTRAK Sarmianti, Imelda, Dessy Wahyuni, Irwanto Balai Bahasa Riau Badan ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa