• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
P. Sengodjo   (1926-...)
Kategori: Pengarang Sastra

 

P. Sengodjo mempunyai nama kecil Suripman.Ketika Suripman menulis sajak, ia menggunakan nama kakeknya, Prawiro Sengodjo kemudian disingkat menjadi P. Sengodjo. Pria kelahiran 25 November 1926 di Desa Gatak, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ini juga dikenal sebagai penulis cerpen, dengan menggunakan nama aslinya Suripman atau kadang-kadang dengan nama samaran Sengkuni (nama tokoh pewayangan). Ketika menulis esai, ia menggunakan nama Suripman. P. Sengodjo memang dikenal sebagai pengarang yang gemar menggunakan nama samaran. Hasil karya P. Sengodjo kebanyakan diterbitkan dalam majalah, antara lain, Pantja Raja, Zenith, Gelanggang, Gadjahmada, Indonesia, Pudjangga Baroe, dan Harian Mimbar Indonesia.

P. Sengodjo menyelesaikan sekolah dasar hingga sekolah menengah di kota kelahirannya, kemudian ia melanjutkan sekolah menengah umum atas bagian di kota Solo dan lulus tahun 1947. Sambil menempuh SMU, ia menjadi anggota redaksi majalah Suara Muda yang terbit di kota Solo. Dia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Fakultas Teknik, tetapi tidak selesai dan keluar pada tahun 1949. Walaupun sudah tidak berstatus sebagai mahasiswa, ia masih diajak untuk mengelola majalah Gadjah Mada, dari tahun 1951 sampai dengan 1954. Dia pernah mencoba kuliah di Universitas Satyawacana Salatiga, tetapi tidak sampai selesai juga.

Namanya mulai dikenal oleh masyarakat penikmat sastra ketika tulisannya dimuat dalam majalah Suara Muda. Dia merasa beruntung menjadi anggota redaksi majalah tersebut karena dengan begitu tulisannya sering dimuat dalam majalah tempatnya bekerja. Namanya semakin dikenal lagi setelah hasil karyanya sering dimuat dalam majalah yang terkenal pada masa itu, yaitu Pantja Raja. H.B. Jassin dalam antologi prosa dan puisi Gema Tanah Air (1969), menyertakan tiga sajak dan satu cerpennya dan Satyagraha Hoerip dalam Cerpen Indonesia I (1979) menyertakan cerpen P. Sengodjo "Meguru".

Pekerjaannya selain menulis karya sastra, juga bertani, dan membuka toko di sebuah kota kecil bernama Ampel, yakni di wilayah kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Istrinya meninggal pada tahun 1982. Dia bertekad untuk hidup menduda dan ingin mengasuh anaknya yang saat itu sudah mulai dewasa.

Hasil karyanya pernah dikumpulkan dalam bentuk buku oleh Ibnu Wahyudi dengan judul P Sengodjo: Lembar-Lembar Sajak Lama (1947—1953) diterbitkan PN Balai Pustaka pada tahun 1984. Karya-karya tersebut, antara lain adalah "Pertemuan yang Malam", "Sikap", "Terasing", "Antipoda", "Kenangan kepada STKN", "Sebuah Lagu", "Ejaan Baru", "Menetapkan Gerak", "Tunggu", "Kran Air", "Besok", "Guntur", "Keadaan", "Kenang", "Sambil", "Jalan", "Dengan Kekasih", "Weni", "Keperluan", "Vidi", "Polemik", "Tuju", "Arah", "Hasil", "Perahu", "Surat", dan masih banyak lagi.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Titis Basino P.I.
    Titis Basino, nama lengkapnya Titis Retnoningrum Basino, terkenal sebagai pengarang cerpen dan novel, lahir di Magelang, Jawa Tengah, 17 Januari 1939. Dia lahir dari pasangan Basino Atmodisuryo ...
  • Pemertahanan Tradisi dalam Novel Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu Karya Titis Basino P.I.
    Peneliti : Rieza Utami Meithawati Tanggal Penelitian : 10-03-2003 Abstrak :Penelitian ini berusaha memahami pemertahanan tradisi yang terdapat dalam novel Titis Basino P.I. yang terfokus pada ...
  • Wanita dalam novel Titis Basino P.I
    Peneliti : Siti Akbari Tanggal Penelitian : 01-03-2006 Abstrak :Titis Basino P.I merupakan seorang pengarang perempuan yang tergolong produktif.  Pada Penelitian kali ini disoroti ...
  • Natal P. Sitanggang
    Profil Ahli Bahasa: Nama: Natal P. Sitanggang NIP: 197712252003121002 Tempat/Tanggal Lahir: Lumban Sitanggang, 25 Desember 1977 Kategori: Penyuluh, Penyunting, Ahli Bahasa Tindak Pidana ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    P. Sengodjo   (1926-...)
    Kategori: Pengarang Sastra

     

    P. Sengodjo mempunyai nama kecil Suripman.Ketika Suripman menulis sajak, ia menggunakan nama kakeknya, Prawiro Sengodjo kemudian disingkat menjadi P. Sengodjo. Pria kelahiran 25 November 1926 di Desa Gatak, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ini juga dikenal sebagai penulis cerpen, dengan menggunakan nama aslinya Suripman atau kadang-kadang dengan nama samaran Sengkuni (nama tokoh pewayangan). Ketika menulis esai, ia menggunakan nama Suripman. P. Sengodjo memang dikenal sebagai pengarang yang gemar menggunakan nama samaran. Hasil karya P. Sengodjo kebanyakan diterbitkan dalam majalah, antara lain, Pantja Raja, Zenith, Gelanggang, Gadjahmada, Indonesia, Pudjangga Baroe, dan Harian Mimbar Indonesia.

    P. Sengodjo menyelesaikan sekolah dasar hingga sekolah menengah di kota kelahirannya, kemudian ia melanjutkan sekolah menengah umum atas bagian di kota Solo dan lulus tahun 1947. Sambil menempuh SMU, ia menjadi anggota redaksi majalah Suara Muda yang terbit di kota Solo. Dia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Fakultas Teknik, tetapi tidak selesai dan keluar pada tahun 1949. Walaupun sudah tidak berstatus sebagai mahasiswa, ia masih diajak untuk mengelola majalah Gadjah Mada, dari tahun 1951 sampai dengan 1954. Dia pernah mencoba kuliah di Universitas Satyawacana Salatiga, tetapi tidak sampai selesai juga.

    Namanya mulai dikenal oleh masyarakat penikmat sastra ketika tulisannya dimuat dalam majalah Suara Muda. Dia merasa beruntung menjadi anggota redaksi majalah tersebut karena dengan begitu tulisannya sering dimuat dalam majalah tempatnya bekerja. Namanya semakin dikenal lagi setelah hasil karyanya sering dimuat dalam majalah yang terkenal pada masa itu, yaitu Pantja Raja. H.B. Jassin dalam antologi prosa dan puisi Gema Tanah Air (1969), menyertakan tiga sajak dan satu cerpennya dan Satyagraha Hoerip dalam Cerpen Indonesia I (1979) menyertakan cerpen P. Sengodjo "Meguru".

    Pekerjaannya selain menulis karya sastra, juga bertani, dan membuka toko di sebuah kota kecil bernama Ampel, yakni di wilayah kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Istrinya meninggal pada tahun 1982. Dia bertekad untuk hidup menduda dan ingin mengasuh anaknya yang saat itu sudah mulai dewasa.

    Hasil karyanya pernah dikumpulkan dalam bentuk buku oleh Ibnu Wahyudi dengan judul P Sengodjo: Lembar-Lembar Sajak Lama (1947—1953) diterbitkan PN Balai Pustaka pada tahun 1984. Karya-karya tersebut, antara lain adalah "Pertemuan yang Malam", "Sikap", "Terasing", "Antipoda", "Kenangan kepada STKN", "Sebuah Lagu", "Ejaan Baru", "Menetapkan Gerak", "Tunggu", "Kran Air", "Besok", "Guntur", "Keadaan", "Kenang", "Sambil", "Jalan", "Dengan Kekasih", "Weni", "Keperluan", "Vidi", "Polemik", "Tuju", "Arah", "Hasil", "Perahu", "Surat", dan masih banyak lagi.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Titis Basino P.I.
    Titis Basino, nama lengkapnya Titis Retnoningrum Basino, terkenal sebagai pengarang cerpen dan novel, lahir di Magelang, Jawa Tengah, 17 Januari 1939. Dia lahir dari pasangan Basino Atmodisuryo ...
  • Pemertahanan Tradisi dalam Novel Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu Karya Titis Basino P.I.
    Peneliti : Rieza Utami Meithawati Tanggal Penelitian : 10-03-2003 Abstrak :Penelitian ini berusaha memahami pemertahanan tradisi yang terdapat dalam novel Titis Basino P.I. yang terfokus pada ...
  • Wanita dalam novel Titis Basino P.I
    Peneliti : Siti Akbari Tanggal Penelitian : 01-03-2006 Abstrak :Titis Basino P.I merupakan seorang pengarang perempuan yang tergolong produktif.  Pada Penelitian kali ini disoroti ...
  • Natal P. Sitanggang
    Profil Ahli Bahasa: Nama: Natal P. Sitanggang NIP: 197712252003121002 Tempat/Tanggal Lahir: Lumban Sitanggang, 25 Desember 1977 Kategori: Penyuluh, Penyunting, Ahli Bahasa Tindak Pidana ...
  • Titis Basino P.I.
    Titis Basino, nama lengkapnya Titis Retnoningrum Basino, terkenal sebagai pengarang cerpen dan novel, lahir di Magelang, Jawa Tengah, 17 Januari 1939. Dia lahir dari pasangan Basino Atmodisuryo ...
  • Pemertahanan Tradisi dalam Novel Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu Karya Titis Basino P.I.
    Peneliti : Rieza Utami Meithawati Tanggal Penelitian : 10-03-2003 Abstrak :Penelitian ini berusaha memahami pemertahanan tradisi yang terdapat dalam novel Titis Basino P.I. yang terfokus pada ...
  • Wanita dalam novel Titis Basino P.I
    Peneliti : Siti Akbari Tanggal Penelitian : 01-03-2006 Abstrak :Titis Basino P.I merupakan seorang pengarang perempuan yang tergolong produktif.  Pada Penelitian kali ini disoroti ...
  • Natal P. Sitanggang
    Profil Ahli Bahasa: Nama: Natal P. Sitanggang NIP: 197712252003121002 Tempat/Tanggal Lahir: Lumban Sitanggang, 25 Desember 1977 Kategori: Penyuluh, Penyunting, Ahli Bahasa Tindak Pidana ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa