• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Medy Loekito   (1962-...)
Kategori: Pengarang Sastra

 
 

Medy Loekito lahir di Surabaya, 21 Juli 1962, dengan nama lengkap Medijanti Loekito. Ia mulai menulis puisi, cerpen, dan artikel sejak tahun 1978. Tulisannya tersebar di media cetak terbitan Indonesia dan mancanegara, seperti Harian Pelita, Suara Karya, Kompas, Republika, Haluan, Indonesia Times, Suara pembaruan, Majalah Harison, Gamma, Mitra Budaya, Sastra, Pelangi, dan Bahana.

Kumpulan sajaknya yang sudah terbit, antara lain, In Solitude (Angkasa, 1993); Jakarta, Senja Hari (Angkasa, 1998). Puisinya juga termuat dalam antologi Festival Puisi Indonesia XIV (PPIA, Surabaya, 1994), Trotoar (Roda Roda Budaya, Tangerang, 1996), Jakarta, Jangan Lagi (Kolong Budaya, Magelang, 1996), Antologi Puisi Indonesia (Angkasa, 1997), Resonansi Indonesia (Komunitas Sastra Indonesia, Jakarta, 2000), Sembilan Kerlip Cermin (Pustaka Jaya, Jakarta, 2000), Angkatan 2000 (Grasindo, 2001), Gelak Esai dan Ombak Sajak Anno 2001, editor Sutardji Calzoum Bachri (Kompas, Jakarta, 2001).

Selain menulis, ia juga menyunting dan memberi pengantar Dua Tengkorak Kepala (kumpulan cerpen Motinggo Busye), Dalam Kemarau (kumpulan puisi Dharmadi), Graffiti Gratitude, antologi puisi cyber, Cyber Graffiti (2001), kumpulan esai cyber, dan Perjalanan Nol, kumpulan sajak TS Pinang. Kegiatan lain Medy yang cukup menonjol adalah keaktifannya dalam dunia cyber sastra dan sempat menerbitkan buku Cyberpuitika (2002).

Berbagai prestasi dan penghargaan telah diraih Medy sehubungan dengan kepenyairannya. Puisinya "Malam di Bukit " menjadi semi-finalis dalam North American Open Poetry Contest (The International Library of Poetry, USA, 2000). Nama Medy Loekito tercatat dalam International Who's Who in Poetry and Poets Encyclopaeia 1999 (International Biographical Centre, Cambridge, England) di samping juga tercatat sebagai Research Board of Advisor dari The American Biographical Institute (USA) tahun 1999. Medy Loekito pun tergabung dalam POET 2000 Sculpted Library di Dublin, Irlania, 2000. Di samping menulis, Medy juga aktif dalam berbagai organisasi kepengarangan. Ia tercatat sebagai angota Dewan Pendiri Komunitas Sastra Indonesia, anggota Dewan Pendiri Organisasi Pembina Seni, di samping mengasuh Rumah Sastra Pulo Asem; yang disebut dua terakhir mengkhususkan diri pada pembinaan sastra terhadap anak-anak.

Kini Medy tercatat sebagai executive secretary pada Shimizu Corp., sebuah perusahaan kontraktor Jepang. Puisi Medy yang umumnya pendek seperti haiku Jepang banyak mendapat perhatian sesama penyair dan pemerhati sastra. Dalam suasana perpuisian kita yang sering hanyut dengan hingar-bingar ungkapan ungkapan massal, munculnya beberapa sajak pendek Medy Loekito yang bersiteguh dan bersetia dengan pribadi sunyi, menimbulkan suatu kesegaran tersendiri (Sutardji Calzoum Bachri dalam Gelak Esai dan Ombak Sajak Anno, 2001).

Beberapa puisi Medy Loekito adalah hasil meditasi Medy dalam upaya memahami dan memberi makna pada penghayatan kehidupannya adalah--bagi saya--merupakan suatu renungan pribadi sunyi yang disampaikan dalam minim kata-kata yang tidak berteriak atau berucap keluar, tetapi lebih ke arah dalam, suatu ledakan yang tidak menimbulkan keruh kata, tetapi malah kebeningan-kebeningan. Setiap kata bagai tetes anggur dalam bening gelas piala, suatu desah atau bisikan senyap dari makna sunyi yang hanya kedengaran bagi pembaca yang berhati besar dan siap paham.

 
PENCARIAN TERKAIT