• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Fakhrunnas M.A. Jabbar   (1960-...)
Kategori: Pengarang Sastra

 
 

Fakhrunnas M.A. Jabbar adalah seorang penulis kelahiran Tanjung Barulak, 18 Januari 1960. Sebagai penulis, Fakhrunnas MA Jabbar tidak hanya membatasi diri pada satu bidang. Karyanya mencakupi esai, puisi, dan cerpen, yang telah dimuat dalam kurang lebih empat puluh media lokal ataupun ibukota, seperti majalah Horison, Panji Masyarakat, Sinar Harapan, Gadis, Pelita, Prioritas, Merdeka, dan Terbit.

Dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Universitas Riau ini memiliki pengalaman luas dalam keorganisasian, seperti Sekretaris Lembaga Seni Budaya Pemuda KNPI Riau, Sekretaris HSBI Riau, Ketua Sanggar Seni Dolphin, dan pengurus Komisariat Sastra BKKNI Tingkat I Riau. Selain mengajar, ia juga pernah menjadi wartawan Panji di Pekanbaru tahun 1988.

Prestasi yang pernah diraih oleh Fakhrunnas M.A. Jabbar dalam bidang tulis-menulis adalah (1) juara I Penulisan Puisi-POSSEMI Tingkat Nasional (1981), (2) juara harapan Penulisan Cerita Anak Departemen Pendidikan Agama, Republik Indonesia (1981), (3) juara III Penulisan Puisi se-Indonesia di Yogyakarta (1987), dan (4) juara I penulisan Puisi dengan judul "Siluet Ungu Tahun 2000" (1984).

Karya-karya Fakhrunnas M.A. Jabbar yang sudah diterbitkan, antara lain, adalah (1) Di Bawah Matahari (1981) dan (2) Kumpulan Puisi dan Matahari-Matahari (kumpulan puisi bersama M. Husnu Abadi, 1982), Cerita anak-anak yang ditulisnya adalah Menembus Kabut, Di Bawah Merah Putih, dan Bonan si Anak Gerilya. Kumpulan cerpennya Ongkak (2010, Aneuk Mulieng Publishing dan Rumah Komunikasi). Karya nonfiksinya adalah H. Soeman Hs: Bukan Pencuri Anak Perawan (1998).

Fakhrunnas M.A. Jabbar yang masih saudara sepupu penyair Hamid Jabbar ini menyukai sastra sejak masih duduk di Sekolah Dasar. Kegemarannya terhadap buku telah dimulainya dengan menamatkan sebuah buku mengenai keagamaan setebal 250 halaman saat masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Menurutnya, keinginan menjadi pengarang adalah sebuah hidayah yang mendorong bakat dalam dirinya untuk menyenangi dunia mengarang. Lingkungan dalam keluarga dan sekolah turut mendukung bakat menulis dalam dirinya. Sejak kecil ia telah menyenangi cerita dongeng yang diperolehnya dari majalah Si Kuncung dan dari penulis cerita anak-anak, seperti karya Mansur Samin, Rohyati Solihin, Bambang Istijab, dan Soekanto S.A.

Bagi Fakhrunnas, proses kreatif seorang pengarang dimulai dengan menampilkan gagasan-gagasan yang sederhana dalam ceritanya. Rangsangan untuk lahirnya gagasan cerita tersebut dapat berasal baik dari dalam diri maupun dari luar. Untuk menghasilkan sebuah karya yang baik haruslah benar-benar berasal dari dorongan kedalaman batin pengarang yang tidak dapat dipaksa-paksakan.

Dalam salah satu kritikan yang diberikan oleh Wise Marwin mengenai puisi-puisi Fakhrunnas M.A. Jabbar, dikemukakan bahwa ada semacam keseragaman tema dan satu gerak nafas antara karya Fakhrunnas dan Syafiruddin Saleh. Menurutnya, ketiga penyair ini menampilkan satu warna puisi, yakni mengenai renungan kebatinan terhadap Tuhan Sang Pencipta. Religiusitas dalam karya-karya puisi Fakhrunnas M.A. Jabbar sangat kental terasa, terutama dari pilihan kata yang banyak menggambarkan kerinduan insan kepada Khaliknya.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Hamid Jabbar
    Hamid Jabbar merupakan penyair yang sangat produktif dan selalu optimis. Namanya saat lahir adalah Abdul Hamid bin Zainal Abidin bin Abdul Jabbar, tetapi dalam dunia sastra ia lebih dikenal ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Fakhrunnas M.A. Jabbar   (1960-...)
    Kategori: Pengarang Sastra

     
     

    Fakhrunnas M.A. Jabbar adalah seorang penulis kelahiran Tanjung Barulak, 18 Januari 1960. Sebagai penulis, Fakhrunnas MA Jabbar tidak hanya membatasi diri pada satu bidang. Karyanya mencakupi esai, puisi, dan cerpen, yang telah dimuat dalam kurang lebih empat puluh media lokal ataupun ibukota, seperti majalah Horison, Panji Masyarakat, Sinar Harapan, Gadis, Pelita, Prioritas, Merdeka, dan Terbit.

    Dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Universitas Riau ini memiliki pengalaman luas dalam keorganisasian, seperti Sekretaris Lembaga Seni Budaya Pemuda KNPI Riau, Sekretaris HSBI Riau, Ketua Sanggar Seni Dolphin, dan pengurus Komisariat Sastra BKKNI Tingkat I Riau. Selain mengajar, ia juga pernah menjadi wartawan Panji di Pekanbaru tahun 1988.

    Prestasi yang pernah diraih oleh Fakhrunnas M.A. Jabbar dalam bidang tulis-menulis adalah (1) juara I Penulisan Puisi-POSSEMI Tingkat Nasional (1981), (2) juara harapan Penulisan Cerita Anak Departemen Pendidikan Agama, Republik Indonesia (1981), (3) juara III Penulisan Puisi se-Indonesia di Yogyakarta (1987), dan (4) juara I penulisan Puisi dengan judul "Siluet Ungu Tahun 2000" (1984).

    Karya-karya Fakhrunnas M.A. Jabbar yang sudah diterbitkan, antara lain, adalah (1) Di Bawah Matahari (1981) dan (2) Kumpulan Puisi dan Matahari-Matahari (kumpulan puisi bersama M. Husnu Abadi, 1982), Cerita anak-anak yang ditulisnya adalah Menembus Kabut, Di Bawah Merah Putih, dan Bonan si Anak Gerilya. Kumpulan cerpennya Ongkak (2010, Aneuk Mulieng Publishing dan Rumah Komunikasi). Karya nonfiksinya adalah H. Soeman Hs: Bukan Pencuri Anak Perawan (1998).

    Fakhrunnas M.A. Jabbar yang masih saudara sepupu penyair Hamid Jabbar ini menyukai sastra sejak masih duduk di Sekolah Dasar. Kegemarannya terhadap buku telah dimulainya dengan menamatkan sebuah buku mengenai keagamaan setebal 250 halaman saat masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Menurutnya, keinginan menjadi pengarang adalah sebuah hidayah yang mendorong bakat dalam dirinya untuk menyenangi dunia mengarang. Lingkungan dalam keluarga dan sekolah turut mendukung bakat menulis dalam dirinya. Sejak kecil ia telah menyenangi cerita dongeng yang diperolehnya dari majalah Si Kuncung dan dari penulis cerita anak-anak, seperti karya Mansur Samin, Rohyati Solihin, Bambang Istijab, dan Soekanto S.A.

    Bagi Fakhrunnas, proses kreatif seorang pengarang dimulai dengan menampilkan gagasan-gagasan yang sederhana dalam ceritanya. Rangsangan untuk lahirnya gagasan cerita tersebut dapat berasal baik dari dalam diri maupun dari luar. Untuk menghasilkan sebuah karya yang baik haruslah benar-benar berasal dari dorongan kedalaman batin pengarang yang tidak dapat dipaksa-paksakan.

    Dalam salah satu kritikan yang diberikan oleh Wise Marwin mengenai puisi-puisi Fakhrunnas M.A. Jabbar, dikemukakan bahwa ada semacam keseragaman tema dan satu gerak nafas antara karya Fakhrunnas dan Syafiruddin Saleh. Menurutnya, ketiga penyair ini menampilkan satu warna puisi, yakni mengenai renungan kebatinan terhadap Tuhan Sang Pencipta. Religiusitas dalam karya-karya puisi Fakhrunnas M.A. Jabbar sangat kental terasa, terutama dari pilihan kata yang banyak menggambarkan kerinduan insan kepada Khaliknya.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Hamid Jabbar
    Hamid Jabbar merupakan penyair yang sangat produktif dan selalu optimis. Namanya saat lahir adalah Abdul Hamid bin Zainal Abidin bin Abdul Jabbar, tetapi dalam dunia sastra ia lebih dikenal ...
  • Hamid Jabbar
    Hamid Jabbar merupakan penyair yang sangat produktif dan selalu optimis. Namanya saat lahir adalah Abdul Hamid bin Zainal Abidin bin Abdul Jabbar, tetapi dalam dunia sastra ia lebih dikenal ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa