• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Tak Putus Dirundung Malang   (1929)
Kategori: Karya Sastra

 
 

Tak Putus Dirundung Malang merupakan novel yang dikarang oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Novel itu pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1929. Novel ini dicetak ulang beberapa kali oleh PT Dian Rakyat. Pada tahun 1982, novel ini sampai pada cetakan VII.

Novel itu menceritakan dua orang anak yang waktu masih anak-anak telah kehilangan ibu bapaknya sehingga mereka hidup dalam kemelaratan. Kebengisan pamannya menyebabkan mereka pergi meninggalkan kampung halaman. Mereka kemudian pergi ke Bengkulu, dan hanya sebentar hidup senang di sana.

Setelah menderita bermacam-macam kesusahan, Lamina yang termuda di antara kedua bersaudara itu bunuh diri karena saudaranya, Mansur, dipenjara karena sesuatu hal. Sesudah keluar dari penjara Mansur menjadi lain. Lima belas tahun lamanya ia mengembara di seluruh kepulauan Indonesia sebagai orang pendiam yang tidak suka berkawan. Dalam hidupnya ia hanya menunggu ajalnya sebagai suatu rahmat dari Tuhan. Ia jatuh ke dalam laut dan tenggelam di tempat adiknya dahulu menemui ajal.

M. Saleh Saad beranggapan bahwa S. Takdir Alijahbana sebenarnya memiliki kemampuan untuk memberikan yang baik di akhir cerita, misalnya memberikan gambaran pelabuhan Bengkulen waktu pagi, suasana riang gembira, hiruk-pikuk anak perahu berebut penumpang dan barang, sedangkan di buritan duduk Mansur merenung sendiri. Kontras yang disengaja antara keriangan pagi dan kesayuan hati, menonjolkan kesayuan hati Mansur itu lebih ke depan lagi.

H.B. Jassin (1985) melihat adanya jiwa romantik pengembara yang senantiasa diburu dalam novel Tak Putus Dirundung Malang karya Sutan Takdir Alisjahbana. Selain itu, Jassin juga melihat kemiripan novel Takdir ini dengan novel Kelalaian Di Lautan Utara yang pernah diterjemahkan oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Novel terjemahan Takdir itu juga bercerita tentang seorang pelaut yang adiknya bunuh diri dan dikubur di dalam laut.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus
    Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus merupakan sebuah buku kumpulan sajak karya Chairil Anwar yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah "Kerikil Tajam" dan yang kedua adalah ...
  • Pergeseran Bahasa pada Keluarga Kawin Campur di Malang
    Peneliti : Ai' Siti Rohmah Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstraksi :Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pergeseran bahasa pada keluarga kawin campur di Malang. Penelitian ini menggunakan teori ...
  • Tekstur Bagian Isi dalam Karya Ilmiah Berbahasa Indonesia Mahasiswa Seminari. Semester 1 di Malang
    Peneliti : Awaludin Rusiandi dan Hero Patrianto Tanggal Penelitian : 01-01-2008 Abstrak :Penelitian ini berusaha mengungkap fenomena kebahasaan yang berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat ...
  • Pemakaian Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja pada Media Televisi di Kota Malang
    Peneliti : Khoiru Ummatin dan Ai Siti Rohmah Tanggal Penelitian : 01-01-2008 Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bahasa Indonesia yang digunakan oleh remaja pada media ...
  • Ciri Struktur dan Leksikan Bahasa Jawa Malang
    Peneliti : Imam Agus Basuki, dkk. Tanggal Penelitian : 01-01-1995 Abstraksi :Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap ciri struktur dan leksikon bahasa Jawa Malang. Data yang digunakan adalah ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Tak Putus Dirundung Malang   (1929)
    Kategori: Karya Sastra

     
     

    Tak Putus Dirundung Malang merupakan novel yang dikarang oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Novel itu pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1929. Novel ini dicetak ulang beberapa kali oleh PT Dian Rakyat. Pada tahun 1982, novel ini sampai pada cetakan VII.

    Novel itu menceritakan dua orang anak yang waktu masih anak-anak telah kehilangan ibu bapaknya sehingga mereka hidup dalam kemelaratan. Kebengisan pamannya menyebabkan mereka pergi meninggalkan kampung halaman. Mereka kemudian pergi ke Bengkulu, dan hanya sebentar hidup senang di sana.

    Setelah menderita bermacam-macam kesusahan, Lamina yang termuda di antara kedua bersaudara itu bunuh diri karena saudaranya, Mansur, dipenjara karena sesuatu hal. Sesudah keluar dari penjara Mansur menjadi lain. Lima belas tahun lamanya ia mengembara di seluruh kepulauan Indonesia sebagai orang pendiam yang tidak suka berkawan. Dalam hidupnya ia hanya menunggu ajalnya sebagai suatu rahmat dari Tuhan. Ia jatuh ke dalam laut dan tenggelam di tempat adiknya dahulu menemui ajal.

    M. Saleh Saad beranggapan bahwa S. Takdir Alijahbana sebenarnya memiliki kemampuan untuk memberikan yang baik di akhir cerita, misalnya memberikan gambaran pelabuhan Bengkulen waktu pagi, suasana riang gembira, hiruk-pikuk anak perahu berebut penumpang dan barang, sedangkan di buritan duduk Mansur merenung sendiri. Kontras yang disengaja antara keriangan pagi dan kesayuan hati, menonjolkan kesayuan hati Mansur itu lebih ke depan lagi.

    H.B. Jassin (1985) melihat adanya jiwa romantik pengembara yang senantiasa diburu dalam novel Tak Putus Dirundung Malang karya Sutan Takdir Alisjahbana. Selain itu, Jassin juga melihat kemiripan novel Takdir ini dengan novel Kelalaian Di Lautan Utara yang pernah diterjemahkan oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Novel terjemahan Takdir itu juga bercerita tentang seorang pelaut yang adiknya bunuh diri dan dikubur di dalam laut.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus
    Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus merupakan sebuah buku kumpulan sajak karya Chairil Anwar yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah "Kerikil Tajam" dan yang kedua adalah ...
  • Pergeseran Bahasa pada Keluarga Kawin Campur di Malang
    Peneliti : Ai' Siti Rohmah Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstraksi :Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pergeseran bahasa pada keluarga kawin campur di Malang. Penelitian ini menggunakan teori ...
  • Tekstur Bagian Isi dalam Karya Ilmiah Berbahasa Indonesia Mahasiswa Seminari. Semester 1 di Malang
    Peneliti : Awaludin Rusiandi dan Hero Patrianto Tanggal Penelitian : 01-01-2008 Abstrak :Penelitian ini berusaha mengungkap fenomena kebahasaan yang berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat ...
  • Pemakaian Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja pada Media Televisi di Kota Malang
    Peneliti : Khoiru Ummatin dan Ai Siti Rohmah Tanggal Penelitian : 01-01-2008 Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bahasa Indonesia yang digunakan oleh remaja pada media ...
  • Ciri Struktur dan Leksikan Bahasa Jawa Malang
    Peneliti : Imam Agus Basuki, dkk. Tanggal Penelitian : 01-01-1995 Abstraksi :Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap ciri struktur dan leksikon bahasa Jawa Malang. Data yang digunakan adalah ...
  • Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus
    Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus merupakan sebuah buku kumpulan sajak karya Chairil Anwar yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah "Kerikil Tajam" dan yang kedua adalah ...
  • Pergeseran Bahasa pada Keluarga Kawin Campur di Malang
    Peneliti : Ai' Siti Rohmah Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstraksi :Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pergeseran bahasa pada keluarga kawin campur di Malang. Penelitian ini menggunakan teori ...
  • Tekstur Bagian Isi dalam Karya Ilmiah Berbahasa Indonesia Mahasiswa Seminari. Semester 1 di Malang
    Peneliti : Awaludin Rusiandi dan Hero Patrianto Tanggal Penelitian : 01-01-2008 Abstrak :Penelitian ini berusaha mengungkap fenomena kebahasaan yang berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat ...
  • Pemakaian Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja pada Media Televisi di Kota Malang
    Peneliti : Khoiru Ummatin dan Ai Siti Rohmah Tanggal Penelitian : 01-01-2008 Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bahasa Indonesia yang digunakan oleh remaja pada media ...
  • Ciri Struktur dan Leksikan Bahasa Jawa Malang
    Peneliti : Imam Agus Basuki, dkk. Tanggal Penelitian : 01-01-1995 Abstraksi :Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap ciri struktur dan leksikon bahasa Jawa Malang. Data yang digunakan adalah ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa