• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Pergolakan   (1974)
Kategori: Karya Sastra

 
 

Pergolakan merupakan novel karya Wildan Yatim yang diterbitkan pertama kali oleh Pustaka Jaya, Jakarta, pada tahun 1974, dengan ketebalan 151 halaman. Pada tahun 1977 Pustaka Jaya kembali menerbitkan cetakan kedua novel ini setebal 185 halaman. Namun, sejak tahun 1992 Pergolakan diterbitkan oleh PT Gramedia. Novel ini merupakan pemenang ketiga Sayembara Mengarang Roman Panitia Buku Internasional DKI 1972, dan juga merupakan pemenang Hadiah Sastra Yayasan Buku Utama 1975.

Pergolakan menceritakan pengalaman Abdul Salam berdakwah di desa Gunung Baringin. Sebagai seorang yang memiliki pengetahun agama yang cukup luas, Abdul Salam terkejut ketika melihat cara penduduk mengucapkan tahlil dan zikir dengan keras dan penuh dengan hentak-hentakan keras. Ia tergerak untuk meluruskan semua itu. Perlahan-lahan sambil mengajar di sekolah dan mengisi khotbah Jumat, Abdul Salam mulai mengajarkan cara mengucapkan tahlil dan zikir yang benar kepada penduduk desa.

Semakin lama semakin banyak pengikut Abdul Salam. Perlawanan datang dari Haji Saleh yang tidak senang karena ajaran tentang berzikir dan bertahlil dengan keras adalah ajarannya. Pihak penguasa desa juga tidak senang karena Abdul Salam dianggap telah mengganggu ketenteraman penduduk desa. Abdul Salam dan pengikutnya mulai diteror. Akibatnya, Abdul Salam dan pengikutnya keluar dari desa itu. Mereka membangun sebuah kampung baru sebagai tempat menjalankan ibadah.

Ketika ketenangan hidup sedang mereka nikmati, tiba-tiba desa mereka kedatangan gerombolan PRRI yang melakukan teror. Abdul Salam beserta para pengikutnya mengadakan perlawanan. Setelah PRRI dilarang oleh Pemerintah Indonesia, desa mereka aman kembali. Namun, gangguan belum selesai. Mereka didatangi rombongan komunis. Gerombolan ini menghasut penduduk agar tidak menjalankan perintah agama. Mereka meneror rakyat agar bersedia menjadi anggota mereka. Mereka akan membunuh siapa pun yang tidak sepihak dengan mereka. Pada saat itu, penduduk benar-benar merasa ketakutan. Abdul Salam tetap melakukan perlawanan. Dalam setiap kesempatan, ia mengritik PKI. Bahkan, ia berani mengritik kepala desa yang sepaham dengan PKI. Teror berakhir ketika pemberontakan PKI di pusat mengalami kegagalan. ABRI dan rakyat di pusat menggagalkan usaha makar PKI. Kampung lama dan kampung baru kembali hidup damai. Abdul Salam merasa gembira karena usahanya tidak sia-sia.

Jakob Sumardjo dalam bukunya Pengantar Novel Indonesia (1983) menguraikan bahwa Pergolakan kurang memberikan kesan kepada pembaca karena keutuhan cerita kurang tercapai. Adegan-adegan bagus dan mencekam dalam cerita seakan terjadi hanya secara kronologis sebagai bagian dari sejarah dan tidak lebih dari itu. Semua peristiwa tidak dirangkai dalam alur yang mengarah ke sebuah tema tertentu.

 
PENCARIAN TERKAIT