• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Perjalanan Hitam   (1979)
Kategori: Karya Sastra

 

Perjalanan Hitam merupakannovel karya Muspa Edow yang diterbitkan pada tahun 1979 oleh Pustaka Jaya, Jakarta dengan ketebalan 117 halaman.

Perjalanan Hitam bercerita tentang "perjalanan hitam" pemuda Makasar, Baso Makkulau, di sebuah sel tahanan di Surabaya. Baso adalah kepala gudang sebuah pabriktekstil di Surabaya. Ketika ia sedang cuti dan menengok ibunya yang sakit di Ujung Pandang, terjadi pencurian empat dinamo di gudang yang menjadi tanggung jawabnya. Ia dituduh sebagai pencuri oleh direkturnya. Baso harus masuk kamar tahanan. Di kamar tahanan inilah ia berkenalan dengan berbagai macam kejahatan baik yang profesional atau yang terpaksa. Hanya Baso yang masuk kamar tahanan karena "nasib sial".

Baso berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya yang baru. Setelah dua puluh hari disekap dalam tahanan itu akhirnya ia dibebaskan oleh direkturnya, meskipun Baso sempat mengalami siksaan berat di kantor polisi. Dendam Baso terhadap direkturnya dan beberapa orang yang menjerumuskannya dalam tahanan tak bisa dibendung. Bahkan, ia berniat melakukan balas dendam terhadap polisi yang telah menyiksanya. Pada waktu niat membunuh polisi kriminal itu akan dilakukan, tiba-tiba ia tersentuh oleh pemandangan yang kebetulan dilihatnya di jalan, yakni kemesraan sederhana dari sebuah keluarga kecil. Kebahagiaan hidup yang sederhana itu menyentuh Baso. Mengapa ia harus melenyapkan kebahagiaan suatu rumah tangga hanya untuk melampiaskan dendam yang akan berakhir di penjara juga? Akhirnya, ketika polisi yang akan dibunuhnya itu lewat, Baso hanya tersenyum padanya.

Menurut Jakob Sumardjo (1979), nilai kuat Perjalanan Hitam adalah eksplorasi kehidupan di kamar tahanan. Alur cerita berputar pada tuduhan yang membuat seorang pemuda masuk ke dalam tahanan, penderitaan, perjuangan untuk hidup, balas dendam, dan kesadaran. Pengarang tidak melakukan eksplorasi di perwatakan, kehidupan kepolisian, dan unsur-unsur lain.

Lebih lanjut Jakob Sumardjo mengatakanMuspa, melalui Perjalanan Hitam, telah mengangkat sebuah tema aktuil yang belum pernah ditulis di Indonesia setelah kemerdekaan. Muspa telah menggambarkan keadaan di kamar-kamar tahanan di Indonesia serta "keganasan" yang terjadi di ruang-ruang pemeriksaan. Muspa Edow menurut Jakob "...telah menguakkan sebuah pengalaman yang keluar dari dunia itu."

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Romance Perjalanan
    Romance Perjalanan merupakan kumpulan sajak karya Kirdjomuljo yang diterbitkan oleh Kantor Pemesanan Buku dan Majalah, Yogyakarta, pada tahun 1955. Kumpulan sajak itu merupakan satu-satunya ...
  • Komunitas Seni Hitam-Putih
    Komunitas Seni Hitam-Putih didirikan secara mandiri dan sangat berbeda dengan pendahulunya, Yayasan Bumi. Komunitas ini bermarkas di Jalan Bintungan Panyalaian No. 118, Padangpanjang, Tanah ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Perjalanan Hitam   (1979)
    Kategori: Karya Sastra

     

    Perjalanan Hitam merupakannovel karya Muspa Edow yang diterbitkan pada tahun 1979 oleh Pustaka Jaya, Jakarta dengan ketebalan 117 halaman.

    Perjalanan Hitam bercerita tentang "perjalanan hitam" pemuda Makasar, Baso Makkulau, di sebuah sel tahanan di Surabaya. Baso adalah kepala gudang sebuah pabriktekstil di Surabaya. Ketika ia sedang cuti dan menengok ibunya yang sakit di Ujung Pandang, terjadi pencurian empat dinamo di gudang yang menjadi tanggung jawabnya. Ia dituduh sebagai pencuri oleh direkturnya. Baso harus masuk kamar tahanan. Di kamar tahanan inilah ia berkenalan dengan berbagai macam kejahatan baik yang profesional atau yang terpaksa. Hanya Baso yang masuk kamar tahanan karena "nasib sial".

    Baso berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya yang baru. Setelah dua puluh hari disekap dalam tahanan itu akhirnya ia dibebaskan oleh direkturnya, meskipun Baso sempat mengalami siksaan berat di kantor polisi. Dendam Baso terhadap direkturnya dan beberapa orang yang menjerumuskannya dalam tahanan tak bisa dibendung. Bahkan, ia berniat melakukan balas dendam terhadap polisi yang telah menyiksanya. Pada waktu niat membunuh polisi kriminal itu akan dilakukan, tiba-tiba ia tersentuh oleh pemandangan yang kebetulan dilihatnya di jalan, yakni kemesraan sederhana dari sebuah keluarga kecil. Kebahagiaan hidup yang sederhana itu menyentuh Baso. Mengapa ia harus melenyapkan kebahagiaan suatu rumah tangga hanya untuk melampiaskan dendam yang akan berakhir di penjara juga? Akhirnya, ketika polisi yang akan dibunuhnya itu lewat, Baso hanya tersenyum padanya.

    Menurut Jakob Sumardjo (1979), nilai kuat Perjalanan Hitam adalah eksplorasi kehidupan di kamar tahanan. Alur cerita berputar pada tuduhan yang membuat seorang pemuda masuk ke dalam tahanan, penderitaan, perjuangan untuk hidup, balas dendam, dan kesadaran. Pengarang tidak melakukan eksplorasi di perwatakan, kehidupan kepolisian, dan unsur-unsur lain.

    Lebih lanjut Jakob Sumardjo mengatakanMuspa, melalui Perjalanan Hitam, telah mengangkat sebuah tema aktuil yang belum pernah ditulis di Indonesia setelah kemerdekaan. Muspa telah menggambarkan keadaan di kamar-kamar tahanan di Indonesia serta "keganasan" yang terjadi di ruang-ruang pemeriksaan. Muspa Edow menurut Jakob "...telah menguakkan sebuah pengalaman yang keluar dari dunia itu."

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Romance Perjalanan
    Romance Perjalanan merupakan kumpulan sajak karya Kirdjomuljo yang diterbitkan oleh Kantor Pemesanan Buku dan Majalah, Yogyakarta, pada tahun 1955. Kumpulan sajak itu merupakan satu-satunya ...
  • Komunitas Seni Hitam-Putih
    Komunitas Seni Hitam-Putih didirikan secara mandiri dan sangat berbeda dengan pendahulunya, Yayasan Bumi. Komunitas ini bermarkas di Jalan Bintungan Panyalaian No. 118, Padangpanjang, Tanah ...
  • Romance Perjalanan
    Romance Perjalanan merupakan kumpulan sajak karya Kirdjomuljo yang diterbitkan oleh Kantor Pemesanan Buku dan Majalah, Yogyakarta, pada tahun 1955. Kumpulan sajak itu merupakan satu-satunya ...
  • Komunitas Seni Hitam-Putih
    Komunitas Seni Hitam-Putih didirikan secara mandiri dan sangat berbeda dengan pendahulunya, Yayasan Bumi. Komunitas ini bermarkas di Jalan Bintungan Panyalaian No. 118, Padangpanjang, Tanah ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa