• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
O, Amuk, Kapak   (1981)
Kategori: Karya Sastra

 
 

O, Amuk, Kapak merupakan gabungan tiga kumpulan sajak Sutardji Calzoum Bachri. Cetakan pertama diterbitkan oleh Sinar Harapan tahun 1981 dan cetakan kedua diterbitkan oleh Yayasan Indonesia tahun 2002. Cetakan kedua ini diberi pengantar khusus yang mengutarakan pentingnya Sutardji Calzoum Bachri dan sulitnya memperoleh kumpulan sajak karya penyair itu sehingga perlu dilakukan penerbitan ulang karena sajak-sajak Sutardji sudah masuk ke dalam kurikulum sekolah.

Kumpulan sajak ini dilengkapi dengan Kredo Sajak Sutardji yang amat penting diketahui. Dengan kredonya itu, Sutardji memaparkan dasar pemikiran tentang ihwal hakikat kata dan gagasannya yang terkait dengan upaya "pembebasan kata dari makna konvensional, gramatika, dan tabu kata." Oleh karena itu, kredo tersebut dapat menjadi pangkal tolak atau rujukan dalam memahami sajak-sajak Sutardji yang terkenal aneh dan sulit dipahami dalam O, Amuk, Kapak.

O, Amuk, Kapak mengambil judul tiga kumpulan sajak yang digabungkan menjadi satu, yakni O (1966—1973), Amuk (1973—1976), dan Kapak (1976—1979). Terhadap kehadiran sajak-sajak yang terkumpul dalam buku itu Dami N Toda (1977) menyatakan bahwa selama 30-an tahun itu, tidak ada yang menantang wawasan estetika persajakan Chairil Anwar. Namun pada tahun 1972, di Bandung, meledaklah bom yang dilemparkan Sutardji Calzoum Bachri, beberapa kredo sajaknya, menegaskan bahwa "Kata bukanlah alat mengantarkan pengertian, kata-kata haruslah bebas dari penjajahan pengertian, dari beban idea." Kredo sajak itu diwujudkan dalam "O, Amuk, Kapak" sebagai sajak yang berbeda dari sajak pada zamannya. O, Amuk, Kapak menjadi penanda kehadiran sajak baru dengan estetika yang mengulangi estetika Chairil Anwar.

Subagio Sastrawardoyo(1982) menegaskan bahwa perkembangan sajak modern Indonesia yang pernah dikuasai sajak naratif sebagai balada Rendra, oleh Sutardji telah dikembangkan kepada rel Chairil Anwar yang bertolak dari sikap dan pandangan filsafat. Sutardji telah membesarkan sajak dari cerita, dari situasi manusia yang aksidental. Dengan Sutardji (melalui O, Amuk, Kapak) sajak kembali mengungkapkan situasi manusia yang mutlak, yakni selalu rindu kepada persatuan dengan asal kejadiannya lewat penghayatan kata. Atas dasar kumpulan sajak ini, Arif Bagus Prasetyo (2005) menyatakan pengakuannya bahwa dalam khazanah persajakan di Indonesia, O, Amuk, Kapak telah menjadi karya klasik dan puluhan tahun semenjak kemunculannya yang pertama di hadirat publik sungguh terasa keterlaluan jika seorang pencinta sastra Indonesia sama sekali buta terhadap model puitik penyair legendaris Sutardji Calzoum Bachri—terutama yang termasuk dalam O, Amuk, Kapak.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa
    Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa merupakan novel karya Y. B. Mangunwijaya yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, Jakarta, tahun 1984 dan oleh Penerbit Djambatan pada tahun 1987. Novel karya Y.B. ...
  • Identifikasi Bahasa Jawa di Kebumen, Sukoharjo, dan Sidoarjo: Kajian Dialektologi
    Peneliti : Tri Winiasih Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identitas isolek, peta bahasa Jawa, dan bentuk-bentuk linguistik di Kabupaten Kebumen, ...
  • Sikap Bahasa Masyarakat Samin ( Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro)
    Peneliti : Puspa Ruriana dan Arif Izzak Tanggal Penelitian : 01-01-2001 Abstrak :Penelitian tentang sikap bahasa masyarakat Samin menjadi menarik dan perlu untuk diteliti mengingat kekhasan budaya ...
  • Sikap Bahasa Masyarakat Samin ( Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro)
    Peneliti : Puspa Ruriana dan Arif Izzak Tanggal Penelitian : 01-01-2001 Abstrak :Penelitian tentang sikap bahasa masyarakat Samin menjadi menarik dan perlu untuk diteliti mengingat kekhasan budaya ...
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paramaribo, Suriname
    Alamat: Van Brussellaan #3, Uitvlugt, Paramaribo, Suriname Suriname Telp: (597) 431-230, 413-171, 439-577 Pos-el: indonemb@sr.net Laman: www.kemlu.go.id/paramaribo/id/default.aspx KBRI ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    O, Amuk, Kapak   (1981)
    Kategori: Karya Sastra

     
     

    O, Amuk, Kapak merupakan gabungan tiga kumpulan sajak Sutardji Calzoum Bachri. Cetakan pertama diterbitkan oleh Sinar Harapan tahun 1981 dan cetakan kedua diterbitkan oleh Yayasan Indonesia tahun 2002. Cetakan kedua ini diberi pengantar khusus yang mengutarakan pentingnya Sutardji Calzoum Bachri dan sulitnya memperoleh kumpulan sajak karya penyair itu sehingga perlu dilakukan penerbitan ulang karena sajak-sajak Sutardji sudah masuk ke dalam kurikulum sekolah.

    Kumpulan sajak ini dilengkapi dengan Kredo Sajak Sutardji yang amat penting diketahui. Dengan kredonya itu, Sutardji memaparkan dasar pemikiran tentang ihwal hakikat kata dan gagasannya yang terkait dengan upaya "pembebasan kata dari makna konvensional, gramatika, dan tabu kata." Oleh karena itu, kredo tersebut dapat menjadi pangkal tolak atau rujukan dalam memahami sajak-sajak Sutardji yang terkenal aneh dan sulit dipahami dalam O, Amuk, Kapak.

    O, Amuk, Kapak mengambil judul tiga kumpulan sajak yang digabungkan menjadi satu, yakni O (1966—1973), Amuk (1973—1976), dan Kapak (1976—1979). Terhadap kehadiran sajak-sajak yang terkumpul dalam buku itu Dami N Toda (1977) menyatakan bahwa selama 30-an tahun itu, tidak ada yang menantang wawasan estetika persajakan Chairil Anwar. Namun pada tahun 1972, di Bandung, meledaklah bom yang dilemparkan Sutardji Calzoum Bachri, beberapa kredo sajaknya, menegaskan bahwa "Kata bukanlah alat mengantarkan pengertian, kata-kata haruslah bebas dari penjajahan pengertian, dari beban idea." Kredo sajak itu diwujudkan dalam "O, Amuk, Kapak" sebagai sajak yang berbeda dari sajak pada zamannya. O, Amuk, Kapak menjadi penanda kehadiran sajak baru dengan estetika yang mengulangi estetika Chairil Anwar.

    Subagio Sastrawardoyo(1982) menegaskan bahwa perkembangan sajak modern Indonesia yang pernah dikuasai sajak naratif sebagai balada Rendra, oleh Sutardji telah dikembangkan kepada rel Chairil Anwar yang bertolak dari sikap dan pandangan filsafat. Sutardji telah membesarkan sajak dari cerita, dari situasi manusia yang aksidental. Dengan Sutardji (melalui O, Amuk, Kapak) sajak kembali mengungkapkan situasi manusia yang mutlak, yakni selalu rindu kepada persatuan dengan asal kejadiannya lewat penghayatan kata. Atas dasar kumpulan sajak ini, Arif Bagus Prasetyo (2005) menyatakan pengakuannya bahwa dalam khazanah persajakan di Indonesia, O, Amuk, Kapak telah menjadi karya klasik dan puluhan tahun semenjak kemunculannya yang pertama di hadirat publik sungguh terasa keterlaluan jika seorang pencinta sastra Indonesia sama sekali buta terhadap model puitik penyair legendaris Sutardji Calzoum Bachri—terutama yang termasuk dalam O, Amuk, Kapak.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa
    Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa merupakan novel karya Y. B. Mangunwijaya yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, Jakarta, tahun 1984 dan oleh Penerbit Djambatan pada tahun 1987. Novel karya Y.B. ...
  • Identifikasi Bahasa Jawa di Kebumen, Sukoharjo, dan Sidoarjo: Kajian Dialektologi
    Peneliti : Tri Winiasih Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identitas isolek, peta bahasa Jawa, dan bentuk-bentuk linguistik di Kabupaten Kebumen, ...
  • Sikap Bahasa Masyarakat Samin ( Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro)
    Peneliti : Puspa Ruriana dan Arif Izzak Tanggal Penelitian : 01-01-2001 Abstrak :Penelitian tentang sikap bahasa masyarakat Samin menjadi menarik dan perlu untuk diteliti mengingat kekhasan budaya ...
  • Sikap Bahasa Masyarakat Samin ( Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro)
    Peneliti : Puspa Ruriana dan Arif Izzak Tanggal Penelitian : 01-01-2001 Abstrak :Penelitian tentang sikap bahasa masyarakat Samin menjadi menarik dan perlu untuk diteliti mengingat kekhasan budaya ...
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paramaribo, Suriname
    Alamat: Van Brussellaan #3, Uitvlugt, Paramaribo, Suriname Suriname Telp: (597) 431-230, 413-171, 439-577 Pos-el: indonemb@sr.net Laman: www.kemlu.go.id/paramaribo/id/default.aspx KBRI ...
  • Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa
    Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa merupakan novel karya Y. B. Mangunwijaya yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, Jakarta, tahun 1984 dan oleh Penerbit Djambatan pada tahun 1987. Novel karya Y.B. ...
  • Identifikasi Bahasa Jawa di Kebumen, Sukoharjo, dan Sidoarjo: Kajian Dialektologi
    Peneliti : Tri Winiasih Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identitas isolek, peta bahasa Jawa, dan bentuk-bentuk linguistik di Kabupaten Kebumen, ...
  • Sikap Bahasa Masyarakat Samin ( Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro)
    Peneliti : Puspa Ruriana dan Arif Izzak Tanggal Penelitian : 01-01-2001 Abstrak :Penelitian tentang sikap bahasa masyarakat Samin menjadi menarik dan perlu untuk diteliti mengingat kekhasan budaya ...
  • Sikap Bahasa Masyarakat Samin ( Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro)
    Peneliti : Puspa Ruriana dan Arif Izzak Tanggal Penelitian : 01-01-2001 Abstrak :Penelitian tentang sikap bahasa masyarakat Samin menjadi menarik dan perlu untuk diteliti mengingat kekhasan budaya ...
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paramaribo, Suriname
    Alamat: Van Brussellaan #3, Uitvlugt, Paramaribo, Suriname Suriname Telp: (597) 431-230, 413-171, 439-577 Pos-el: indonemb@sr.net Laman: www.kemlu.go.id/paramaribo/id/default.aspx KBRI ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa