• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Dan Senja pun Turun   (1982)
Kategori: Karya Sastra

 

Dan Senja pun Turun merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, Jakarta, pada tahun 1982. Buku ituberukuran 13 x 19 cm dengan ketebalan 195 halaman, dan terdiri atas 17 bab. Pada halaman belakang buku itu dicantumkan riwayat singkat mengenai pengarang disertai dengan foto dirinya.

Dalam novel itu ditampilkan pelaku utama, Anwar, sebagai sosok supernatural. Ia digambarkan sebagai manusia yang serba tahan terhadap berbagai ujian dan benturan kebutuhan hidup seakan separuh dewa. Anwar pun digambarkan sebagai pemuda yang tampan, pintar, dan menyimpan modal kejantanan sehingga menjadi "piala bergilir" bagi perempuan-perempuan kesepian dan haus hiburan jasmani.

Pada halaman belakang novel itu Sumardi mengemukakan bahwa hubungan lelaki dan perempuan, terutama mengenai kehidupan seksual, merupakan masalah utama novel Dan Senja pun Turun. Di satu pihak, ia dipandang sebagai sesuatu yang rutin dan diremehkan. Di pihak lain, ia menjadi pangkal pencarian dan pemikiran. Pada kelompok pertama berdiri tokoh Mia, Tience, Mini, dan Tini. Pada kelompok kedua berdiri tokoh Anwar dan Nuning.

Korrie Layun Rampan (1982) memandang masalah dalam novel populer selalu berkaitan dengan persoalan cinta dan dunia yang gemerlapan dengan berbagai atribut kemudahannya. Tampaknya, berbagai kemudahan itulah yang memperjelas bahwa novel Dan Senja pun Turun merupakan jenis cerita populer walaupun kadar sastranya memang ada. Korrie Layun Rampan menilai bahwa novel itu dapat dipandang sebagai pembalikan kisahnya yang hanya berisi cinta dan seks. Tampaknya, pengarang bukan mempermasalahkan seks sebagai seks yang verbalis, melainkan sebagai ajakan kepada pembaca untuk menilai kembali perbuatan yang salah dan apa sebenarnya dosa itu. Selanjutnya, pengarang mengajak pembaca untuk merenungi nilai-nilai moral dan agama dalam arti yang murni, yakni bahwa manusia sebenarnya harus menjaga susila, harga diri, kepercayaan dan agama sebagai landasan hidup. Di satu pihak Nasjah memperlihatkan ekses modernisasi yang membawa efek ketimpangan sosial. Di lain pihak ia memperlihatkan pengaruh kekuatan sosial dalam kehidupan manusia.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Pipiet Senja
    Pipiet Senja atau Etty Hadiwati Arief dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan penulis cerita anak, lahir di Sumedang pada tanggal 16 Mei 1957. Nama Pipiet Senja ternyata mempunyai ...
  • Senja di Jakarta
    Senja Di Jakarta merupakan novel karya Mochtar Lubis. Novel ini selesai ditulis pada bulan Maret 1957 ketika pengarangnya berada dalam tahanan pada masa Orde Lama. Pada tahun 1961, atas izin ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Dan Senja pun Turun   (1982)
    Kategori: Karya Sastra

     

    Dan Senja pun Turun merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, Jakarta, pada tahun 1982. Buku ituberukuran 13 x 19 cm dengan ketebalan 195 halaman, dan terdiri atas 17 bab. Pada halaman belakang buku itu dicantumkan riwayat singkat mengenai pengarang disertai dengan foto dirinya.

    Dalam novel itu ditampilkan pelaku utama, Anwar, sebagai sosok supernatural. Ia digambarkan sebagai manusia yang serba tahan terhadap berbagai ujian dan benturan kebutuhan hidup seakan separuh dewa. Anwar pun digambarkan sebagai pemuda yang tampan, pintar, dan menyimpan modal kejantanan sehingga menjadi "piala bergilir" bagi perempuan-perempuan kesepian dan haus hiburan jasmani.

    Pada halaman belakang novel itu Sumardi mengemukakan bahwa hubungan lelaki dan perempuan, terutama mengenai kehidupan seksual, merupakan masalah utama novel Dan Senja pun Turun. Di satu pihak, ia dipandang sebagai sesuatu yang rutin dan diremehkan. Di pihak lain, ia menjadi pangkal pencarian dan pemikiran. Pada kelompok pertama berdiri tokoh Mia, Tience, Mini, dan Tini. Pada kelompok kedua berdiri tokoh Anwar dan Nuning.

    Korrie Layun Rampan (1982) memandang masalah dalam novel populer selalu berkaitan dengan persoalan cinta dan dunia yang gemerlapan dengan berbagai atribut kemudahannya. Tampaknya, berbagai kemudahan itulah yang memperjelas bahwa novel Dan Senja pun Turun merupakan jenis cerita populer walaupun kadar sastranya memang ada. Korrie Layun Rampan menilai bahwa novel itu dapat dipandang sebagai pembalikan kisahnya yang hanya berisi cinta dan seks. Tampaknya, pengarang bukan mempermasalahkan seks sebagai seks yang verbalis, melainkan sebagai ajakan kepada pembaca untuk menilai kembali perbuatan yang salah dan apa sebenarnya dosa itu. Selanjutnya, pengarang mengajak pembaca untuk merenungi nilai-nilai moral dan agama dalam arti yang murni, yakni bahwa manusia sebenarnya harus menjaga susila, harga diri, kepercayaan dan agama sebagai landasan hidup. Di satu pihak Nasjah memperlihatkan ekses modernisasi yang membawa efek ketimpangan sosial. Di lain pihak ia memperlihatkan pengaruh kekuatan sosial dalam kehidupan manusia.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Pipiet Senja
    Pipiet Senja atau Etty Hadiwati Arief dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan penulis cerita anak, lahir di Sumedang pada tanggal 16 Mei 1957. Nama Pipiet Senja ternyata mempunyai ...
  • Senja di Jakarta
    Senja Di Jakarta merupakan novel karya Mochtar Lubis. Novel ini selesai ditulis pada bulan Maret 1957 ketika pengarangnya berada dalam tahanan pada masa Orde Lama. Pada tahun 1961, atas izin ...
  • Pipiet Senja
    Pipiet Senja atau Etty Hadiwati Arief dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan penulis cerita anak, lahir di Sumedang pada tanggal 16 Mei 1957. Nama Pipiet Senja ternyata mempunyai ...
  • Senja di Jakarta
    Senja Di Jakarta merupakan novel karya Mochtar Lubis. Novel ini selesai ditulis pada bulan Maret 1957 ketika pengarangnya berada dalam tahanan pada masa Orde Lama. Pada tahun 1961, atas izin ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa