• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Serambi Indonesia   (1989-...)
Kategori: Media Penyebar/Penerbit Sastra

 
 

Serambi Indonesia dirintis dan didirikan oleh M. Nourhalidyn dan H. Sjamsul Kahar. Terbit perdana pada 9 Februari 1989 dengan SIUPP No. 087/SK/Menpen/ SIUPP/A/7/1986. ISSN: 0852-6621, penerbit PT Aceh Media Grafika.

Serambi Indonesia semula bernama mingguan Mimbar Swadaya yang dipimpin oleh M. Nourhalidyn(1943-2000) yang berdiri pada 1970-an. Pada tanggal 9 Februari 1989, mingguan Mimbar Swadaya menjadi harian Serambi Indonesia. M Nourhalidyn duduk sebagai Pemimpin Umum dan Sjamsul Kahar(wartawan Kompas di Aceh) sebagai Pemimpin Redaksi. Serambisempat berhenti terbit karena diancam oleh Gerakan Aceh Merdeka. Meraka menganggap berita-beritanya dianggap lebih menguntungkan pihak TNI. Namun, hal itu dapat dilaluinya.

Pada saat tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004, koran ikut menjadi korban. Kantornya dan mesin cetaknya di kawasan Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, hancur. Lebih kurang 55 karyawan, 13 diantaranya adalah redaktur dan wartawan senior hilang. Mereka pun terpaksa berhenti terbit. Namun, pada 1 Januari 2005, koran ini kembali terbit.

Kantor yang baru berada di kawasan Bandara Lambaro, Aceh Besar, Banda Aceh telah merekrut tenaga redaksi baru. Kini harian yang bertiras 35 ribu eksemplar per hari itu dipimpin oleh Sjamsul Kahar, sebagai Pemimpin Umum dan Mawardi Ibrahim, sebagai Pemimpin Redaksi.

Harian Serambi Indonesia terbit setiap hari dengan jumlah 24 halaman. Dalam penyajiannya, harian ini menampilkan rubrik-rubrik yang berkaitan dengan berbagai persoalan, meliputi ekonomi dan bisnis, politik, Internasional, olahraga, daerah, dan budaya. Sebagai surat kabar daerah yang porsi halamannya lebih banyak melaporkan peristiwa daerah, Serambi Indonesia juga peduli untuk mengetengahkan persoalan-persoalan budaya yang dihadirkan setiap hari minggu baik berupa cerita pendek maupun esai-sai kebudayaan. Tulisan-tulisan tersebut bukan ditempatkan secara khusus pada sebuah rubrik budaya, melainkan tetap mengisi pada rubrik opini, hanya warna tulisannya saja yang dibedakan.

Setelah kantor redaksi harian Serambi Indonesia terkena bencana alam tsunami, dan Redaktur Budayanya meninggal dunia, di harian Serambi Indonesia tiada lagi rubrik yang secara khusus yang memuat tulisan-tulisan berupa karya sastra. Jika ada cerpen yang dimuat pada setiap terbitan hari Minggu, namun cerpen tersebut bukan dimuat di rubrik budaya, akan tetapi dimunculkan di rubrik opini mendampingi artikel-artikel yang berbicara tentang budaya secara universal. Kendati demikian, tampaknya apa yang dilakukan Redaktur Opini harian Serambi Indonesia yakni dengan menampilkan cerpen secara rutin pada setiap edisi Minggu bisa jadi merupakan sebuah pertanda baik untuk dibukanya sebuah rubrik khusus untuk tulisan-tulisan berupa karya sastra.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Indonesia Tumpah Darahku
    Indonesia Tumpah Darahku merupakan kumpulan sajak kedua yang dikarang oleh Muhammad Yamin. Kumpulan sajak itu diterbitkan oleh Muhammad Yamin dua hari sebelum Sumpah Pemuda dengan titimangsa: ...
  • Mimbar Indonesia
    Mimbar Indonesia merupakan majalah mingguan yang terbit setiap hari Sabtu. Terbit pertama kali 10 November 1947 dan terakhir tahun 1966. Diterbitkan oleh Yayasan Darma, Jalan Cikini No. 31, ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Serambi Indonesia   (1989-...)
    Kategori: Media Penyebar/Penerbit Sastra

     
     

    Serambi Indonesia dirintis dan didirikan oleh M. Nourhalidyn dan H. Sjamsul Kahar. Terbit perdana pada 9 Februari 1989 dengan SIUPP No. 087/SK/Menpen/ SIUPP/A/7/1986. ISSN: 0852-6621, penerbit PT Aceh Media Grafika.

    Serambi Indonesia semula bernama mingguan Mimbar Swadaya yang dipimpin oleh M. Nourhalidyn(1943-2000) yang berdiri pada 1970-an. Pada tanggal 9 Februari 1989, mingguan Mimbar Swadaya menjadi harian Serambi Indonesia. M Nourhalidyn duduk sebagai Pemimpin Umum dan Sjamsul Kahar(wartawan Kompas di Aceh) sebagai Pemimpin Redaksi. Serambisempat berhenti terbit karena diancam oleh Gerakan Aceh Merdeka. Meraka menganggap berita-beritanya dianggap lebih menguntungkan pihak TNI. Namun, hal itu dapat dilaluinya.

    Pada saat tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004, koran ikut menjadi korban. Kantornya dan mesin cetaknya di kawasan Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, hancur. Lebih kurang 55 karyawan, 13 diantaranya adalah redaktur dan wartawan senior hilang. Mereka pun terpaksa berhenti terbit. Namun, pada 1 Januari 2005, koran ini kembali terbit.

    Kantor yang baru berada di kawasan Bandara Lambaro, Aceh Besar, Banda Aceh telah merekrut tenaga redaksi baru. Kini harian yang bertiras 35 ribu eksemplar per hari itu dipimpin oleh Sjamsul Kahar, sebagai Pemimpin Umum dan Mawardi Ibrahim, sebagai Pemimpin Redaksi.

    Harian Serambi Indonesia terbit setiap hari dengan jumlah 24 halaman. Dalam penyajiannya, harian ini menampilkan rubrik-rubrik yang berkaitan dengan berbagai persoalan, meliputi ekonomi dan bisnis, politik, Internasional, olahraga, daerah, dan budaya. Sebagai surat kabar daerah yang porsi halamannya lebih banyak melaporkan peristiwa daerah, Serambi Indonesia juga peduli untuk mengetengahkan persoalan-persoalan budaya yang dihadirkan setiap hari minggu baik berupa cerita pendek maupun esai-sai kebudayaan. Tulisan-tulisan tersebut bukan ditempatkan secara khusus pada sebuah rubrik budaya, melainkan tetap mengisi pada rubrik opini, hanya warna tulisannya saja yang dibedakan.

    Setelah kantor redaksi harian Serambi Indonesia terkena bencana alam tsunami, dan Redaktur Budayanya meninggal dunia, di harian Serambi Indonesia tiada lagi rubrik yang secara khusus yang memuat tulisan-tulisan berupa karya sastra. Jika ada cerpen yang dimuat pada setiap terbitan hari Minggu, namun cerpen tersebut bukan dimuat di rubrik budaya, akan tetapi dimunculkan di rubrik opini mendampingi artikel-artikel yang berbicara tentang budaya secara universal. Kendati demikian, tampaknya apa yang dilakukan Redaktur Opini harian Serambi Indonesia yakni dengan menampilkan cerpen secara rutin pada setiap edisi Minggu bisa jadi merupakan sebuah pertanda baik untuk dibukanya sebuah rubrik khusus untuk tulisan-tulisan berupa karya sastra.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Indonesia Tumpah Darahku
    Indonesia Tumpah Darahku merupakan kumpulan sajak kedua yang dikarang oleh Muhammad Yamin. Kumpulan sajak itu diterbitkan oleh Muhammad Yamin dua hari sebelum Sumpah Pemuda dengan titimangsa: ...
  • Mimbar Indonesia
    Mimbar Indonesia merupakan majalah mingguan yang terbit setiap hari Sabtu. Terbit pertama kali 10 November 1947 dan terakhir tahun 1966. Diterbitkan oleh Yayasan Darma, Jalan Cikini No. 31, ...
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Indonesia Tumpah Darahku
    Indonesia Tumpah Darahku merupakan kumpulan sajak kedua yang dikarang oleh Muhammad Yamin. Kumpulan sajak itu diterbitkan oleh Muhammad Yamin dua hari sebelum Sumpah Pemuda dengan titimangsa: ...
  • Mimbar Indonesia
    Mimbar Indonesia merupakan majalah mingguan yang terbit setiap hari Sabtu. Terbit pertama kali 10 November 1947 dan terakhir tahun 1966. Diterbitkan oleh Yayasan Darma, Jalan Cikini No. 31, ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa