• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Mayapada   (1967-1971)
Kategori: Media Penyebar/Penerbit Sastra

 
 

Mayapada adalah majalah umum dan hiburan yang juga memuat karya sastra, terutama cerita pendek dan cerita bersambung. Majalah Majapada terbit pertama kali tahun 1967 oleh Yayasan Perpustakaan Nasional (Yapernas) yang beralamat di Jalan Gunung Sahari III, Nomor 4, Jakarta Pusat hingga September 1971. Motivasi kelahiran majalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan hiburan kepada masyarakat umum. Harga langganan adalah Rp120,00 untuk tiga bulan dan Rp150,00 edisi istimewa.

Majalah Majapada tersebar secara nasional dengan frekuensi penerbitan dwimingguan setiap tanggal 1 dan tanggal 15. Dari surat pembaca yang masuk ke meja redaksi, diketahui bahwa majalah ini sudah tersebar di kota-kota besar, seperti Medan, Padang, Palembang, Bandung, Cirebon, Makassar, Sambas, Denpasar, Yogyakarta, Tebingtinggi, Banjarmasin, Jambi, dan Jayapura. Majalah ini bersifat umum yang sasaran pembacanya masyarakat kelas menengah dan orang-orang yang berumur 17 tahun ke atas.

Majalah Majapada terbit dengan jenis kertas koran. Kulit majalah ini berukuran 29 x 22 cm ini dengan kertas mengkilap dan lebih tebal daripada bagian isi. Di dalamnya terdapat rubrik tetap, yaitu rubrik Mayaria, Kartun, dan Tindjauan Majapada. Pada mulanya di dalam majalah ini tidak ada ruang khusus untuk karya sastra. Akan tetapi, sejak tahun 1970 Majapada secara rutin memuat karya sastra.

Tahun 1967 majalah Majapada dikelola oleh anggota redaksi sebagai berikut. Hassan Noel Arifin sebagai pemimpim umum; Nazirin Zakaria sebagai pemimpin redaksi; Sumantri Martodipuro, Zainal Abidin Mahmud, dan Drs. Amdarto sebagai staf redaksi. Setelah memasuki tahun 1970, para anggota redaksi berganti dengan nama-nama: M. Napis sebagai pemimpin umum; Hassan Noel Arifin sebagai pemimpin redaksi. Nasminto Kapulaga, Soemantri Mertodipuro, Zainal Abidin Mahmud, dan Drs. Amdarto sebagai staf redaksi.

Sejak tahun 1970 hingga tahun 1971 sudah dimuat 103 karya sastra yang berupa cerita pendek dan cerita bersambung. Di antara cerita pendek itu ada pula cerita pendek yang panjang (novelet) dan ada cerita pendek terjemahan atau saduran. Beberapa pengarang yang menulis karya sastra dalam majalah ini, antara lain, Abdullah Harahap, Doli-Doli Sipirok, Adi Siregar, Putra Mada, Nyoman Putra, Gun Tasimbo, Bung Usman, Ridwan Amran, Sjamsiar Seman, B.A., Zainal Abidin, Indrawati, Vicky Gunawan, dan Agus Susarohdiah. Selain itu, beberapa nama penerjemah cerita asing juga mengisi majalah ini, antara lain Sihar Tobing, Amangkurat, dan Odjie. Cerpen yang pernah dimuat majalah Majapada, antara lain, adalah "Jangan Hapuskan Air Mataku" oleh Zaenal Abidin Mahmud, "Pengantin Perempuan" oleh B. Jass, "Hidup ini Seperti Laut" oleh K. Usman, "Gerimis Bulan Ramadhan" oleh Tini K., dan "Perempuan" oleh Motinggo Boesje.

 
PENCARIAN TERKAIT