• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional   (1952)
Kategori: Hadiah/Sayembara Sastra

 

Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta memberikan hadiah untuk seni sastra, seperti novel, cerpen, puisi, kritik/esai, karya sastra terjemahan, dan drama. BMKN memberikan hadiah sastra pertama kali pada tahun 1952. Hadiah sastra BMKN diberikan setahun sekali dan karya sastra yang terbit tahun-tahun sebelumnya tidak dinilai. Oleh karena itu, cerpen "Dia yang Menyerah" karya Pramoedya Ananta Toer yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cerita dari Blora, yang merupakan kumpulan cerpen yang memperoleh hadiah sastra BMKN tahun 1952, tidak dinilai karena sudah diterbitkan sebelum tahun 1952.

Pemberian hadiah sastra BMKN bertujuan menumbuhkan minat penulis-penulis baru yang berbakat agar tercipta karya sastra yang bermutu. Kriteria karya sastra yang memperoleh hadiah, antara lain, adalah (1) sastra sebagai sebuah ekspresi seni; (2) karya sastra harus mengandung cita dan pengucapan yang artistik yang mampu menyentuh batin pembaca; dan (3) karya sastra harus mengandung amanat dan misi kemanusiaan yang murni.

Hadiah BMKN diberikan kepada pemenang berupa uang dan piagam. Hadiah sastra BMKN tahun 1952 sebesar Rp1.000,00, baik prosa, puisi, maupun sastra terjemahan. Juri hadiah sastra BMKN tahun 1952--1953 terdiri atas lima orang, yaitu H.B. Jassin, Bakri Siregar, Rivai Apin, Mr. St. Takdir Alisjahbana, Usman Effendi, dan Noer St. Iskandar. Penerima Hadiah I tidak ada karena tidak ada karya sastra yang memenuhi syarat sebagai pemenang terbaik. Oleh karena itu, panitia hanya memberikan "Hadiah Penghargaan dari Hadiah Sastra Indonesia-Baru Tahun 1952", masing-masing sebesar Rp1.000,00.

Besarnya hadiah sastra BMKN tahun 1956—1957 kategori prosa adalah Hadiah I Rp2.000,00, Hadiah II Rp1.500,00, dan Hadiah III Rp1.000,00. Untuk kategori puisi Hadiah I Rp2.000,00, Hadiah II Rp1.500,00, dan Hadiah III Rp1.000,00. Jurinya ialah H.B. Jassin, Nuraini Sani, Hariyadi S. Hartowardojo, Nugroho Notosusanto, Kirdjomuljo, Taslim Ali, dan A.T. Effendi.

Tahun 1957--1958 BMKN telah memberikan hadiah sastra untuk penulis puisi, drama, novelet, dan cerpen. Pemenang hadiah itu berjumlah sembilan sastrawan, antara lain Ramadhan K.H., Hr. Bandaharo, Utuy T. Sontani, Nasjah Djamin, Mh. Rustandi Kartakusumah, Toha Mochtar, Trisnojuwono, Pramoedya Ananta Toer, dan Ajip Rosidi. Yang bertindak sebagai juri adalah Achdiat Kartamihardja (Ketua), Dodong Djiwapradja (Sekretaris), Subagio Sastrowardojo, Boejoeng Saleh, dan Anas Ma'ruf (masing-masing sebagai anggota).

Para pemenang hadiah sastra BMKN ialah sebagai berikut.

  1. Puisi
    1. Ayip Rosidi, "Pesta"
    2. Hr. Bandaharo, "Dari Daerah Kehadiran: Lapar dan Kasih", 1958
    3. M. Taslim Ali, "Puisi Dunia I dan II" (terjemahan), 1952
    4. Ramadhan K.H., "Priangan si Djelita", 1958
    5. S. Rukiah, "Tandus", 1952
    6. Toto Sudarto Bachtiar, "Etsa", 1956.
    7. W.S. Rendra, "Ballada Orang-Orang Tertjinta", 1956
  2. Cerpen
    1. Pramoedya Ananta Toer, "Tjerita dari Blora", 1952
    2. Achdiat Kartamihardja, "Keretakan dan Ketegangan"
    3. Ajip Rosidi, "Sebuah Rumah Buat Hari Tua", 1957
    4. Mochtar Lubis, "Perempuan"
    5. Pramoedya Ananta Toer, "Tjerita dari Djakarta", 1957
    6. Sitor Situmorang, "Pertemuan dan Saldju di Paris"
    7. Trisnojuwono, "Laki-Laki dan Mesiu", 1957
  3. Novel
    1. Mochtar Lubis, "Djalan Tak Ada Udjung", 1952
    2. Toha Mochtar, "Pulang", 1958
  4. Drama
    1. Kuntowijoyo, "Rumput-Rumput Danau Bento"
    2. Mh. Rustandi Kartakusuma, "Bunga Merah jang Merah Semua Bunga Putih yang Putih Semua", 1958
    3. Nasjah Djamin, "Sekelumit Nyanyian Sunda", 1957
    4. Utuy Tatang Sontani, "Awal dan Mira", 1952
    5. Utuy Tatang Sontani, "Saat jang Genting", 1958
 
PENCARIAN TERKAIT

  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Pegasus
    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu ...
  • Hadiah Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
    Hadiah Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa diberikan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Pusat Bahasa, Departemen ...
  • Hadiah Sastra LBSS
    Hadiah Sastra LBSS adalah hadiah sastra tahunan yang diberikan oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) kepada sastrawan Sunda. Hadiah ini diberikan sejak tahun 1957. Akan tetapi, setelah tujuh ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional   (1952)
    Kategori: Hadiah/Sayembara Sastra

     

    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta memberikan hadiah untuk seni sastra, seperti novel, cerpen, puisi, kritik/esai, karya sastra terjemahan, dan drama. BMKN memberikan hadiah sastra pertama kali pada tahun 1952. Hadiah sastra BMKN diberikan setahun sekali dan karya sastra yang terbit tahun-tahun sebelumnya tidak dinilai. Oleh karena itu, cerpen "Dia yang Menyerah" karya Pramoedya Ananta Toer yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cerita dari Blora, yang merupakan kumpulan cerpen yang memperoleh hadiah sastra BMKN tahun 1952, tidak dinilai karena sudah diterbitkan sebelum tahun 1952.

    Pemberian hadiah sastra BMKN bertujuan menumbuhkan minat penulis-penulis baru yang berbakat agar tercipta karya sastra yang bermutu. Kriteria karya sastra yang memperoleh hadiah, antara lain, adalah (1) sastra sebagai sebuah ekspresi seni; (2) karya sastra harus mengandung cita dan pengucapan yang artistik yang mampu menyentuh batin pembaca; dan (3) karya sastra harus mengandung amanat dan misi kemanusiaan yang murni.

    Hadiah BMKN diberikan kepada pemenang berupa uang dan piagam. Hadiah sastra BMKN tahun 1952 sebesar Rp1.000,00, baik prosa, puisi, maupun sastra terjemahan. Juri hadiah sastra BMKN tahun 1952--1953 terdiri atas lima orang, yaitu H.B. Jassin, Bakri Siregar, Rivai Apin, Mr. St. Takdir Alisjahbana, Usman Effendi, dan Noer St. Iskandar. Penerima Hadiah I tidak ada karena tidak ada karya sastra yang memenuhi syarat sebagai pemenang terbaik. Oleh karena itu, panitia hanya memberikan "Hadiah Penghargaan dari Hadiah Sastra Indonesia-Baru Tahun 1952", masing-masing sebesar Rp1.000,00.

    Besarnya hadiah sastra BMKN tahun 1956—1957 kategori prosa adalah Hadiah I Rp2.000,00, Hadiah II Rp1.500,00, dan Hadiah III Rp1.000,00. Untuk kategori puisi Hadiah I Rp2.000,00, Hadiah II Rp1.500,00, dan Hadiah III Rp1.000,00. Jurinya ialah H.B. Jassin, Nuraini Sani, Hariyadi S. Hartowardojo, Nugroho Notosusanto, Kirdjomuljo, Taslim Ali, dan A.T. Effendi.

    Tahun 1957--1958 BMKN telah memberikan hadiah sastra untuk penulis puisi, drama, novelet, dan cerpen. Pemenang hadiah itu berjumlah sembilan sastrawan, antara lain Ramadhan K.H., Hr. Bandaharo, Utuy T. Sontani, Nasjah Djamin, Mh. Rustandi Kartakusumah, Toha Mochtar, Trisnojuwono, Pramoedya Ananta Toer, dan Ajip Rosidi. Yang bertindak sebagai juri adalah Achdiat Kartamihardja (Ketua), Dodong Djiwapradja (Sekretaris), Subagio Sastrowardojo, Boejoeng Saleh, dan Anas Ma'ruf (masing-masing sebagai anggota).

    Para pemenang hadiah sastra BMKN ialah sebagai berikut.

    1. Puisi
      1. Ayip Rosidi, "Pesta"
      2. Hr. Bandaharo, "Dari Daerah Kehadiran: Lapar dan Kasih", 1958
      3. M. Taslim Ali, "Puisi Dunia I dan II" (terjemahan), 1952
      4. Ramadhan K.H., "Priangan si Djelita", 1958
      5. S. Rukiah, "Tandus", 1952
      6. Toto Sudarto Bachtiar, "Etsa", 1956.
      7. W.S. Rendra, "Ballada Orang-Orang Tertjinta", 1956
    2. Cerpen
      1. Pramoedya Ananta Toer, "Tjerita dari Blora", 1952
      2. Achdiat Kartamihardja, "Keretakan dan Ketegangan"
      3. Ajip Rosidi, "Sebuah Rumah Buat Hari Tua", 1957
      4. Mochtar Lubis, "Perempuan"
      5. Pramoedya Ananta Toer, "Tjerita dari Djakarta", 1957
      6. Sitor Situmorang, "Pertemuan dan Saldju di Paris"
      7. Trisnojuwono, "Laki-Laki dan Mesiu", 1957
    3. Novel
      1. Mochtar Lubis, "Djalan Tak Ada Udjung", 1952
      2. Toha Mochtar, "Pulang", 1958
    4. Drama
      1. Kuntowijoyo, "Rumput-Rumput Danau Bento"
      2. Mh. Rustandi Kartakusuma, "Bunga Merah jang Merah Semua Bunga Putih yang Putih Semua", 1958
      3. Nasjah Djamin, "Sekelumit Nyanyian Sunda", 1957
      4. Utuy Tatang Sontani, "Awal dan Mira", 1952
      5. Utuy Tatang Sontani, "Saat jang Genting", 1958
     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Pegasus
    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu ...
  • Hadiah Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
    Hadiah Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa diberikan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Pusat Bahasa, Departemen ...
  • Hadiah Sastra LBSS
    Hadiah Sastra LBSS adalah hadiah sastra tahunan yang diberikan oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) kepada sastrawan Sunda. Hadiah ini diberikan sejak tahun 1957. Akan tetapi, setelah tujuh ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Pegasus
    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu ...
  • Hadiah Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
    Hadiah Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa diberikan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Pusat Bahasa, Departemen ...
  • Hadiah Sastra LBSS
    Hadiah Sastra LBSS adalah hadiah sastra tahunan yang diberikan oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) kepada sastrawan Sunda. Hadiah ini diberikan sejak tahun 1957. Akan tetapi, setelah tujuh ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa