• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Hadiah Majalah Kisah   (1953)
Kategori: Hadiah/Sayembara Sastra

 

Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan bundel majalah Kisah selama satu tahun kepada para pemenang. Hadiah majalah Kisah pada tahun 1953 sebesar Rp500,00, tahun 1954 berubah menjadi Rp800,00

Juri memutuskan bahwa hasil tulisan para juri tidak diikutsertakan sebagai peserta sayembara, misalnya karya Idrus yang seharusnya berhak menang, tidak dapat diperhitungkan karena Idrus sebagai dewan juri majalah umum itu yang banyak memuat karyanya.

Majalah Kisah hanya menilai karya sastra berbahasa Indonesia. Dalam penilaian itu majalah Kisah menunjuk (1) M. Balfas; (2) H.B. Jassin; dan (3) Idrus sebagai dewan juri. Mereka tidak ketat dalam penilaian, juara I, II, dan II dianggap sama sehingga besar hadiahnya pun sama. Pada tahun 1955, setelah mengumumkan pemenang sayembara, dewan juri juga mengumumkan beberapa penulis andal sebagai pemacu para penulis lainnya, seperti karya S.M. Ardan, Andrea A'xandre Leo, A. Rossidhi, Amyus Nn., Nh. Dini, dan Yusach Ananda. Pemenang tahun 1953 adalah (1) "Santapan" karya Vincent Mahieu, dalam Kisah No. 2, Th. I; (2) "Musim Gugur" karya Mochtar Lubis, dalam Kisah, No. 3, Th. I; (3) "Kampungku yang Sunyi" karya Yusach Ananda, dalam Kisah, No. 4, Th. I; dan (4) "Perpisahan" karya Gajus Siagian, dalam Kisah, No. 6, Th. I.

Pemenang Hadiah Majalah Kisah tahun 1954 adalah (1) "Catatan di Kampung Kelahiran" karya Yusah Ananda dalam Kisah, Th. II; (2) "Memalui Bola" karya Rijanto Pratikto dalam Kisah, Th. II; (3) "Toga Sibaganding" karya Aris Siswo dalam Kisah Th. II; dan (4) "Lukisan Dinding" karya M. Alwan Tafsiri dalam Kisah Th. II.

Pemenang sayembara tahun 1955 adalah (1) "Kedjantanan di Sumbing", (hadiah I) karya Subagio Sastrowardojo, dalam Kisah No. 8, Agustus 1955, Th. III; (2) "Robohnya Surau Kami" (hadiah II) karya A.A. Navis, dalam Kisah, No. 5, Mei 1955, Th. III; (3) "Buaya dan Dukunnya" (hadiah III) karya Sobron Aidit, dalam Kisah, No. 3, Maret 1955, Th. III.

Karya unggulan lainnya pada tahun 1955 yang tidak mendapat hadiah, antara lain, adalah (1) "Bulan Sabit di Langit Barat" karya S.M. Ardan, dalam Kisah, No. 2, Februari 1955, Th. III; (2) "Kisah dari Negara Kambing" bag. II karya Andrea A'Xendra Leo dalam Kisah, No. 3, Maret 1955. Th. III; (3) "Krisis Kesusastraan di Repbulik Antah Berantah" karya A. Rossidhy dalam Kisah, No. 3, Maret 1955, Th. III; (4) "Hantu Racun", karya Amyus Nn. dalam Kisah, No. 1, Januari 1955. Th. II; (5) "Jataju" karya Nh. Dini dalam Kisah, No. 7, Djuli 1955. Th. III; dan (6) "Almarhum Ajahku" karya Yusach Ananda, dalam majalah Kisah, No. 3, Maret 1955. Th. III.

Pemenang Hadiah Majalah Kisah tahun 1956 adalah (1) "Tunggul" karya Trisnojuwono, dalam Kisah No. 7--8, Djuli--Agustus 1956. Th. V; (2) "Jika Hujan Turun" karya J.E. Siahaan, dalam Kisah No. 10, Oktober 1956, Th. IV; (3) "Ia Punya Leher yang Indah", dalam Kisah No. 4, April 1956, Th. IV. Penyelenggaraan sayembara karya sastra dilakukan setiap tahun sejak tahun 1953--1956. Pada tahun 1957 majalah Kisah hanya terbit hingga bulan Maret sehingga belum sempat mengadakan penilaian sastra.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Kisah Lahai Bara
    Suku : Tidung Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Bulungan Kisah Lahai Bara merupakan cerita asal usul kejadian tempat bernama pulau Hanyu atau Busang ...
  • Kisah Magessong
    Suku : Bugis Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota: Kabupaten.Takalar Cerita Magessong merupakan cerita berseri dengan kisah-kisah unik dan cerdik yang terjadi. ...
  • Kisah Yaki Yamus
    Suku : Tidung Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tana Tidung Cerita asal-usul ini bercerita tantang kejadian pulau Sulumun yang terletak antara ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Hadiah Pegasus
    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Hadiah Majalah Kisah   (1953)
    Kategori: Hadiah/Sayembara Sastra

     

    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan bundel majalah Kisah selama satu tahun kepada para pemenang. Hadiah majalah Kisah pada tahun 1953 sebesar Rp500,00, tahun 1954 berubah menjadi Rp800,00

    Juri memutuskan bahwa hasil tulisan para juri tidak diikutsertakan sebagai peserta sayembara, misalnya karya Idrus yang seharusnya berhak menang, tidak dapat diperhitungkan karena Idrus sebagai dewan juri majalah umum itu yang banyak memuat karyanya.

    Majalah Kisah hanya menilai karya sastra berbahasa Indonesia. Dalam penilaian itu majalah Kisah menunjuk (1) M. Balfas; (2) H.B. Jassin; dan (3) Idrus sebagai dewan juri. Mereka tidak ketat dalam penilaian, juara I, II, dan II dianggap sama sehingga besar hadiahnya pun sama. Pada tahun 1955, setelah mengumumkan pemenang sayembara, dewan juri juga mengumumkan beberapa penulis andal sebagai pemacu para penulis lainnya, seperti karya S.M. Ardan, Andrea A'xandre Leo, A. Rossidhi, Amyus Nn., Nh. Dini, dan Yusach Ananda. Pemenang tahun 1953 adalah (1) "Santapan" karya Vincent Mahieu, dalam Kisah No. 2, Th. I; (2) "Musim Gugur" karya Mochtar Lubis, dalam Kisah, No. 3, Th. I; (3) "Kampungku yang Sunyi" karya Yusach Ananda, dalam Kisah, No. 4, Th. I; dan (4) "Perpisahan" karya Gajus Siagian, dalam Kisah, No. 6, Th. I.

    Pemenang Hadiah Majalah Kisah tahun 1954 adalah (1) "Catatan di Kampung Kelahiran" karya Yusah Ananda dalam Kisah, Th. II; (2) "Memalui Bola" karya Rijanto Pratikto dalam Kisah, Th. II; (3) "Toga Sibaganding" karya Aris Siswo dalam Kisah Th. II; dan (4) "Lukisan Dinding" karya M. Alwan Tafsiri dalam Kisah Th. II.

    Pemenang sayembara tahun 1955 adalah (1) "Kedjantanan di Sumbing", (hadiah I) karya Subagio Sastrowardojo, dalam Kisah No. 8, Agustus 1955, Th. III; (2) "Robohnya Surau Kami" (hadiah II) karya A.A. Navis, dalam Kisah, No. 5, Mei 1955, Th. III; (3) "Buaya dan Dukunnya" (hadiah III) karya Sobron Aidit, dalam Kisah, No. 3, Maret 1955, Th. III.

    Karya unggulan lainnya pada tahun 1955 yang tidak mendapat hadiah, antara lain, adalah (1) "Bulan Sabit di Langit Barat" karya S.M. Ardan, dalam Kisah, No. 2, Februari 1955, Th. III; (2) "Kisah dari Negara Kambing" bag. II karya Andrea A'Xendra Leo dalam Kisah, No. 3, Maret 1955. Th. III; (3) "Krisis Kesusastraan di Repbulik Antah Berantah" karya A. Rossidhy dalam Kisah, No. 3, Maret 1955, Th. III; (4) "Hantu Racun", karya Amyus Nn. dalam Kisah, No. 1, Januari 1955. Th. II; (5) "Jataju" karya Nh. Dini dalam Kisah, No. 7, Djuli 1955. Th. III; dan (6) "Almarhum Ajahku" karya Yusach Ananda, dalam majalah Kisah, No. 3, Maret 1955. Th. III.

    Pemenang Hadiah Majalah Kisah tahun 1956 adalah (1) "Tunggul" karya Trisnojuwono, dalam Kisah No. 7--8, Djuli--Agustus 1956. Th. V; (2) "Jika Hujan Turun" karya J.E. Siahaan, dalam Kisah No. 10, Oktober 1956, Th. IV; (3) "Ia Punya Leher yang Indah", dalam Kisah No. 4, April 1956, Th. IV. Penyelenggaraan sayembara karya sastra dilakukan setiap tahun sejak tahun 1953--1956. Pada tahun 1957 majalah Kisah hanya terbit hingga bulan Maret sehingga belum sempat mengadakan penilaian sastra.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Kisah Lahai Bara
    Suku : Tidung Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Bulungan Kisah Lahai Bara merupakan cerita asal usul kejadian tempat bernama pulau Hanyu atau Busang ...
  • Kisah Magessong
    Suku : Bugis Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota: Kabupaten.Takalar Cerita Magessong merupakan cerita berseri dengan kisah-kisah unik dan cerdik yang terjadi. ...
  • Kisah Yaki Yamus
    Suku : Tidung Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tana Tidung Cerita asal-usul ini bercerita tantang kejadian pulau Sulumun yang terletak antara ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Hadiah Pegasus
    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu ...
  • Kisah Lahai Bara
    Suku : Tidung Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Bulungan Kisah Lahai Bara merupakan cerita asal usul kejadian tempat bernama pulau Hanyu atau Busang ...
  • Kisah Magessong
    Suku : Bugis Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota: Kabupaten.Takalar Cerita Magessong merupakan cerita berseri dengan kisah-kisah unik dan cerdik yang terjadi. ...
  • Kisah Yaki Yamus
    Suku : Tidung Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tana Tidung Cerita asal-usul ini bercerita tantang kejadian pulau Sulumun yang terletak antara ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Hadiah Pegasus
    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa