• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Hadiah Pegasus   (1977)
Kategori: Hadiah/Sayembara Sastra

 

Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu dimaksudkan untuk memperkenalkan karya sastra yang masih jarang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dari negara-negara lain kepada pembaca Amerika Serikat. Hadiah berupa sejumlah uang, sebuah medali berlambangkan kuda sembrani (Pegasus), serta terjemahan karya itu. Negara penerima hadiah itu ditentukan bedasarkan rekomendasi panitia yang terdiri atas wakil-wakil dari sastrawan dan cendekiawan terkemuka, antara lain Paul Engle, Jonathan Kistler, L.E. Phillabaum, William Jav Smith, dan Gregory Vitillo, sedangkan panitia seleksi di setiap negara menetapkan pemenang untuk negara yang bersangkutan.

Hadiah Pegasus ini bersifat internasional. Pertama, hadiah Pegasus ini diberikan kepada Sami Bindari dari Mesir pada tahun 1977 untuk karyanya yang berjudul The House of Power dan Sabri Moussa dengan karyanya Seeds of Corruption. Hadiah Pegasus yang kedua diberikan kepada Tidiane Thorup dari Denmark atas karyanya Baby. Hadiah Pegasus ketiga diberikan kepada Tidiane Dem dari Pantai Gading atas karyanya Masseni. Hadiah Pegasus keempat dimenangi Kees Nooteboom dari Belanda dengan novel berjudul Rituals. Novel Dan Perang Pun Usai karya Ismail Marahimin merupakan pemenang hadiah Pegasus kelima.

Para penilai Hadiah Sastra Pegasus dari Indonesia ini terdiri atas Subagio Sastrowardoyo (Ketua), Boen S. Oemarjati, H.B. Jassin, Umar Kayam, dan Sapardi Djoko Damono sebagai anggota. Mereka mengadakan 9 kali rapat dengan menilai lebih dari 20 novel nomine. Panitia melakukan pemilihan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Mobil Corporation, yaitu (1) novel harus merupakan karangan sastra Indonesia yang terbaik yang diterbitkan dalam dasawarsa terakhir; (2) novel harus menarik bagi para pembaca berbahasa Inggris; (3) novel itu belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris; dan (4) pengarang karya itu harus lancar berbahasa Inggris, sehingga dapat mempromosikan novelnya yang telah diterjemahkan itu kepada masyarakat Amerika.

Berdasarkan kriteria itu, para juri memilih novel Ismail Marahimin yang berjudul Dan Perang Pun Usai sebagai pemenang Hadiah Pegasus 1984. Hadiah itu diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang waktu itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto di Hotel Hilton tanggal 31 Oktober 1984.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
    Hadiah Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa diberikan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Pusat Bahasa, Departemen ...
  • Hadiah Sastra LBSS
    Hadiah Sastra LBSS adalah hadiah sastra tahunan yang diberikan oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) kepada sastrawan Sunda. Hadiah ini diberikan sejak tahun 1957. Akan tetapi, setelah tujuh ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Hadiah Pegasus   (1977)
    Kategori: Hadiah/Sayembara Sastra

     

    Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize adalah hadiah sastra yang diberikan oleh Mobil Corporation (sekarang Exxon Mobil), suatu perusahaan minyak yang terkenal di Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu dimaksudkan untuk memperkenalkan karya sastra yang masih jarang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dari negara-negara lain kepada pembaca Amerika Serikat. Hadiah berupa sejumlah uang, sebuah medali berlambangkan kuda sembrani (Pegasus), serta terjemahan karya itu. Negara penerima hadiah itu ditentukan bedasarkan rekomendasi panitia yang terdiri atas wakil-wakil dari sastrawan dan cendekiawan terkemuka, antara lain Paul Engle, Jonathan Kistler, L.E. Phillabaum, William Jav Smith, dan Gregory Vitillo, sedangkan panitia seleksi di setiap negara menetapkan pemenang untuk negara yang bersangkutan.

    Hadiah Pegasus ini bersifat internasional. Pertama, hadiah Pegasus ini diberikan kepada Sami Bindari dari Mesir pada tahun 1977 untuk karyanya yang berjudul The House of Power dan Sabri Moussa dengan karyanya Seeds of Corruption. Hadiah Pegasus yang kedua diberikan kepada Tidiane Thorup dari Denmark atas karyanya Baby. Hadiah Pegasus ketiga diberikan kepada Tidiane Dem dari Pantai Gading atas karyanya Masseni. Hadiah Pegasus keempat dimenangi Kees Nooteboom dari Belanda dengan novel berjudul Rituals. Novel Dan Perang Pun Usai karya Ismail Marahimin merupakan pemenang hadiah Pegasus kelima.

    Para penilai Hadiah Sastra Pegasus dari Indonesia ini terdiri atas Subagio Sastrowardoyo (Ketua), Boen S. Oemarjati, H.B. Jassin, Umar Kayam, dan Sapardi Djoko Damono sebagai anggota. Mereka mengadakan 9 kali rapat dengan menilai lebih dari 20 novel nomine. Panitia melakukan pemilihan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Mobil Corporation, yaitu (1) novel harus merupakan karangan sastra Indonesia yang terbaik yang diterbitkan dalam dasawarsa terakhir; (2) novel harus menarik bagi para pembaca berbahasa Inggris; (3) novel itu belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris; dan (4) pengarang karya itu harus lancar berbahasa Inggris, sehingga dapat mempromosikan novelnya yang telah diterjemahkan itu kepada masyarakat Amerika.

    Berdasarkan kriteria itu, para juri memilih novel Ismail Marahimin yang berjudul Dan Perang Pun Usai sebagai pemenang Hadiah Pegasus 1984. Hadiah itu diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang waktu itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto di Hotel Hilton tanggal 31 Oktober 1984.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
    Hadiah Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa diberikan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Pusat Bahasa, Departemen ...
  • Hadiah Sastra LBSS
    Hadiah Sastra LBSS adalah hadiah sastra tahunan yang diberikan oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) kepada sastrawan Sunda. Hadiah ini diberikan sejak tahun 1957. Akan tetapi, setelah tujuh ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
    Hadiah Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa diberikan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Pusat Bahasa, Departemen ...
  • Hadiah Sastra LBSS
    Hadiah Sastra LBSS adalah hadiah sastra tahunan yang diberikan oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) kepada sastrawan Sunda. Hadiah ini diberikan sejak tahun 1957. Akan tetapi, setelah tujuh ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa