• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Taman Budaya Yogyakarta   (1977)
Kategori: Lembaga Sastra

 

Taman Budaya Yogyakarta—seperti halnya taman budaya lain di seluruh wilayah Indonesia—lebih fokus pada pengembangan dan pelestarian budaya pada umumnya dan kesusastraan salah satunya. Pada awalnya, tawan budaya ini dibangun di daerah Bulaksumur pada tanggal 11 Maret 1977 sebagai sebuah kompleks Pusat Pengembangan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian pembangunan kompleks seni budaya tersebut dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai Wakil Presiden RI saat itu. Taman Budaya Yogyakarta disebut juga Purna Budaya yang dibuat sebagai sarana dan prasarana untuk membina, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan Perda No. 7 tahun 2002 dan Keputusan Gubernur DIY No. 161/2002 tertanggal 4 November 2002, Taman Budaya Yogyakarta menjadi UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY dengan berbagai macam misi, misalnya (1) melaksanakan pengembangan dan pengolahan seni budaya, (2) melaksanakan laboratorium dan eksperimentasi seni budaya, (3) melaksanakan dokumentasi dan informasi seni budaya, (4) melaksanakan urusan Tata Usaha dan Tumah Tangga Dinas, dan (5) memfasilitasi kegiatan seni budaya.

Taman Budaya Yogyakarta kemudian memulai babak baru dan menjadikannya sebagai The Window of Yogyakarta. Situs seni budaya ini pun semakin meruncingkan misi dan visi dalam dunia seni rupa (biennale seni rupa), dunia media rekam (pemutaran film sepanjang tahun), dunia seni pertunjukan (festival teater, ketoprak, dalang, tari, dll), program-program pendidikan (bimbingan dan pelatihan seni untuk anak dan remaja), dan juga penerbitan (profil seniman budayawan, antologi sastra, dan kritik seni rupa).

Proses pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan oleh Taman Budaya Yogyakarta menjadi cukup penting dan strategis sebagai bahan diskusi dan kajian seni budaya seperti data potensi seni budaya, naskah cerita atau lakon, rekaman profil seniman atau budayawan, rekaman peristiwa seni budaya, serta berbagai koleksi karya seni rupa (lukis, grafis, patung, kriya seni, kerajinan).

Taman Budaya Yogyakarta beralamat di Jalan Sriwedari 1 Yogyakarta 55122, telepon (0274) 523512, 580771, laman: www.tamanbudayayogyakarta.com.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Taman
    Provinsi Kalimantan Barat Bahasa Taman dituturkan oleh masyarakat di wilayah hulu Sungai Kapuas, antara lain di Engko’ Tambe, Kecamatan Putussibau Selatan; di Desa Pulau Manak, Kecamatan ...
  • Budaya
    Budaya merupakan majalah kebudayaan bulanan berbahasa Indonesia, terbit perdana pada bulan Januari 1952 oleh Jawatan Kebudayaan Kementerian P.P. & K. Redaksi/administrasi majalah ini beralamat ...
  • Budaya Jaya
    Budaya Jaya merupakan majalah kebudayaan umum yang terbit sebulan sekali dan memuat karya sastra. Majalah itu mulai terbit tanggal 2 Juni 1968. Isi dan misi majalah Budaya Jaya tidak pernah ...
  • Yayasan Bentang Budaya
    Yayasan Bentang Budaya merupakan penerbit yang lebih banyak menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Karena merupakan bagian dari budaya, buku-buku sastra (termasuk karya sastra) banyak ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Taman Budaya Yogyakarta   (1977)
    Kategori: Lembaga Sastra

     

    Taman Budaya Yogyakarta—seperti halnya taman budaya lain di seluruh wilayah Indonesia—lebih fokus pada pengembangan dan pelestarian budaya pada umumnya dan kesusastraan salah satunya. Pada awalnya, tawan budaya ini dibangun di daerah Bulaksumur pada tanggal 11 Maret 1977 sebagai sebuah kompleks Pusat Pengembangan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian pembangunan kompleks seni budaya tersebut dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai Wakil Presiden RI saat itu. Taman Budaya Yogyakarta disebut juga Purna Budaya yang dibuat sebagai sarana dan prasarana untuk membina, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Berdasarkan Perda No. 7 tahun 2002 dan Keputusan Gubernur DIY No. 161/2002 tertanggal 4 November 2002, Taman Budaya Yogyakarta menjadi UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY dengan berbagai macam misi, misalnya (1) melaksanakan pengembangan dan pengolahan seni budaya, (2) melaksanakan laboratorium dan eksperimentasi seni budaya, (3) melaksanakan dokumentasi dan informasi seni budaya, (4) melaksanakan urusan Tata Usaha dan Tumah Tangga Dinas, dan (5) memfasilitasi kegiatan seni budaya.

    Taman Budaya Yogyakarta kemudian memulai babak baru dan menjadikannya sebagai The Window of Yogyakarta. Situs seni budaya ini pun semakin meruncingkan misi dan visi dalam dunia seni rupa (biennale seni rupa), dunia media rekam (pemutaran film sepanjang tahun), dunia seni pertunjukan (festival teater, ketoprak, dalang, tari, dll), program-program pendidikan (bimbingan dan pelatihan seni untuk anak dan remaja), dan juga penerbitan (profil seniman budayawan, antologi sastra, dan kritik seni rupa).

    Proses pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan oleh Taman Budaya Yogyakarta menjadi cukup penting dan strategis sebagai bahan diskusi dan kajian seni budaya seperti data potensi seni budaya, naskah cerita atau lakon, rekaman profil seniman atau budayawan, rekaman peristiwa seni budaya, serta berbagai koleksi karya seni rupa (lukis, grafis, patung, kriya seni, kerajinan).

    Taman Budaya Yogyakarta beralamat di Jalan Sriwedari 1 Yogyakarta 55122, telepon (0274) 523512, 580771, laman: www.tamanbudayayogyakarta.com.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Taman
    Provinsi Kalimantan Barat Bahasa Taman dituturkan oleh masyarakat di wilayah hulu Sungai Kapuas, antara lain di Engko’ Tambe, Kecamatan Putussibau Selatan; di Desa Pulau Manak, Kecamatan ...
  • Budaya
    Budaya merupakan majalah kebudayaan bulanan berbahasa Indonesia, terbit perdana pada bulan Januari 1952 oleh Jawatan Kebudayaan Kementerian P.P. & K. Redaksi/administrasi majalah ini beralamat ...
  • Budaya Jaya
    Budaya Jaya merupakan majalah kebudayaan umum yang terbit sebulan sekali dan memuat karya sastra. Majalah itu mulai terbit tanggal 2 Juni 1968. Isi dan misi majalah Budaya Jaya tidak pernah ...
  • Yayasan Bentang Budaya
    Yayasan Bentang Budaya merupakan penerbit yang lebih banyak menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Karena merupakan bagian dari budaya, buku-buku sastra (termasuk karya sastra) banyak ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Taman
    Provinsi Kalimantan Barat Bahasa Taman dituturkan oleh masyarakat di wilayah hulu Sungai Kapuas, antara lain di Engko’ Tambe, Kecamatan Putussibau Selatan; di Desa Pulau Manak, Kecamatan ...
  • Budaya
    Budaya merupakan majalah kebudayaan bulanan berbahasa Indonesia, terbit perdana pada bulan Januari 1952 oleh Jawatan Kebudayaan Kementerian P.P. & K. Redaksi/administrasi majalah ini beralamat ...
  • Budaya Jaya
    Budaya Jaya merupakan majalah kebudayaan umum yang terbit sebulan sekali dan memuat karya sastra. Majalah itu mulai terbit tanggal 2 Juni 1968. Isi dan misi majalah Budaya Jaya tidak pernah ...
  • Yayasan Bentang Budaya
    Yayasan Bentang Budaya merupakan penerbit yang lebih banyak menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Karena merupakan bagian dari budaya, buku-buku sastra (termasuk karya sastra) banyak ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa