• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Teater Generasi   (1995)
Kategori: Lembaga Sastra

 
 

Teater Generasi merupakan sebuah komunitas seni generasi muda Indonesia untuk menghimpun potensi di bidang seni dan budaya. Nama Generasi merupakan kependekan dari Gelanggang Kreasi Seni Indonesia. Generasi didirikan oleh Suyadi San pada 17 Juni 1995 di Medan.

Tujuan umum dibentuknya Generasi adalah, pertama, untuk meningkatkan kondisi sosial budaya yang berkepribadian bangsa, sehingga memungkinkan setiap generasiI muda menentukan pilihan hidup dan memperluas peran sertanya dalam kegiatan berkesenian dan berkebudayaan di Indonesia. Kedua, untuk meningkatkan rasa kebanggaan dan kecintaan kepada kebudayaan bangsa sebagai landasan dalam membina solidaritas dengan daerah-daerah lain di Indonesia untuk mewujudkan tujuan nasional. Selain itu, sanggar ini pun bertujuan agar menjadi gelanggang berekspresi di bidang seni dan budaya sesuai dengan motonya: "Aku Ingin Berpikir Merdeka".

Semula sanggar ini menumpang di kampus IKIP Medan, Jalan Merbau, Medan. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1997, saat didaftarkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sanggar Budaya Generasi 'mandah' ke Kompleks Taman Budaya Sumatra Utara. Hingga sekarang Generasi mengisi kalender tetap Pemusatan Latihan Teater dan Sastra di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan 33 Medan. Pada tahun 2000 Sanggar Budaya Generasi masuk dalam Direktori Organisasi Seni dan Budaya Indonesia yang diterbitkan Yayasan Kelola, Solo, Jawa Tengah, sehingga jadilah Sanggar Budaya Generasi sebagai satu komunitas seni dan budaya yang ada dan keberadaannya diakui di Indonesia.

Di Generasi bergabung kaum pelajar, mahasiswa, putus sekolah, anak jalanan, guru, dosen, PNS, pegawai swasta, buruh, bahkan pegiat parpol meskipun Generasi tidak berpolitik dan akan tetap independen. Berbagai kegiatan pun dilakukan, terutama di bidang sastra, drama, dan penerbitan. Produksi pementasan drama pernah dilakukan, yaitu, "Doa Orang-orang Marjinal" (karya Arief Gunawan/sutradara Suyadi San, 1995), "Wayang Kebatinan" (Suyadi San, 1996), "Jatiputera" (Suyadi San, 1998), "Wabah" (Hanindawan/Suyadi San, 1999), "Kecubung Pengasihan" (Danarto/Suyadi San, 2002), "Tamu Terakhir" (M. Raudah Jambak/Suyadi San, 2003), "Anak Perawan di Sarang Penyamun" (Sutan Takdir Alisjahbana/Suyadi San, 2004), Monolog "Indonesia Undercover" (Suyadi San/M. Raudah Jambak, 2005). "Perempuan tanpa Kepala" (Linny Octavianny/M. Raudah Jambak, 2005); "Setan dalam Bahaya" (Taufiq Al Hakim/Mey Novita Manik, 2006); "Mengasah Pisau Cukur" (Hanindawan/Hasan Al Banna, 2006); "Bulu Dada" (M Raudah Jambak, 2006); "Sang Prabu" (Saini KM/Suyadi San, 2006); "Sampuraga Kena Demam Berdarah" (Suyadi San, 2006); "Sampuraga Pergi ke Kota" (Suyadi San, 2006); "Kopi Susu" (Indra YT/Heri Sukamto, 2006), "RT-Nol/RW-Nol (Iwan Simatupang/ Suyadi San, 2007), dan Keok atawa Pepeteng (Imran Pasaribu/Suyadi San,2007).

Selain drama, sanggar ini juga mementaskan karya-karya sastra lainnya, seperti musikalisasi puisi dan pembacaan puisi, di antaranya, KonserMusikalisasi dan Dramatisasi Puisi bersama Komunitas Seni Seulawah Banda Aceh di Gedung Utama Taman Budaya Sumatra Utara (2005), pementasan Musikalisasi Puisi dalam Pembukaan MTQ, Khitanan Massal, dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1427 H di Masjid Al Fitriyah Tanjungmulia, Medan (2006), Pementasan Musikalisasi Puisi dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA se-Sumatra di Kantor Bahasa Provinsi Jambi kerja sama dengan Balai Bahasa Medan (2006), dan Pementasan Musikalisasi Puisi dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA se-Sumatra di Balai Bahasa Banda Aceh kerja sama dengan Balai Bahasa Medan (2007).

Kegiatan lainnya adalah Dialog Budaya 50 Tahun Kebudayaan di Sumatra Utara di Auditorium IKIP Negeri Medan (1995), Workshop Teater di Ruang Teater dan Tari Taman Budaya Sumatra Utara (2003), Diskusi Teater di Ruang Teater dan Ruang Tari Taman Budaya Sumatra Utara (2003), dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teater dan Sastra setiap hari Minggu, Selasa, dan Kamis, di Ruang Teater Taman Budaya Sumatra Utara (2007).

Selain itu, Generasi terlibat dalam pembentukan Generasi Muda Seniman Sumatra Utara (1997), dan Forum Reformasi Seniman Sumatra Utara di Taman Budaya Sumatra Utara (1998), mengikuti Festival Teater Alternatif GKJ Awards di Gedung Kesenian Jakarta (2003), Workshop Keaktoran di Taman Ismail Marzuki Jakarta (2003), Workshop Penulisan Kritik Teater di Gedung Kesenian Jakarta (2003), dan bersama Komunitas Seniman Taman Budaya Generasi ikut memprakarsai dan mengikuti serangkaian acara Pergelaran Seni Keprihatinan Gempa Bumi dan Tsunami Aceh-Nias di Taman Budaya Sumatra Utara (2004/2005).

Di bidang penerbitan, bersama Harian Mimbar Umum, Generasi menerbitkan buku Telaah Drama: Pengantar Teori dan Kajian karya Suyadi San(2004), Stilistika: Sebuah Pengenalan Awal karya Suyadi San (2005), dan Menguak Tabir Bahasa Jurnalistik karangan Suyadi San (2006). Prestasi lain yang pernah diperoleh Generasi adalah, antara lain, Juara I Lomba Orasi anti-Korupsi Masyarakat Transparansi Indonesia Sumatra Utara di halaman gedung DPRD Sumut (2006); Juara I, II, II, dan Harapan I Lomba Baca Puisi Islami di Masjid Al-Amin Jalan Prof. H.M. Yamin SH Medan (2007); dan Juara I, Harapan I dan II Lomba Baca Puisi Tingkat Pelajar se-Sumatra Utara dalam Amuk Teater Sumatra Utara di Ruang VIP Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan (2007).

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Teater Imam Bonjol
    Teater Imam Bonjol (TIB) adalah salah satu grup teater kampus yang cukup dikenal di kota Padang. Teater yang didirikan tanggal 11 November 1998 oleh Marwin Amirullah, Yusran, Andria Putra, Rinal ...
  • Teater Kartupat
    Teater Kartupat merupakan organisasi informal yang bergerak di bidang pementasan yang didirikan pada tahun 1976. Organisasi ini beralamat di Jalan Jemadi, Nomor 237 C, Pulau Berayan Darat I, ...
  • Teater Nasional Medan
    Teater Nasional Medan merupakan organisasi informal yang berdiri pada tanggal 28 oktober 1963. Organisasi ini digagas oleh Sori Siregar, Burhan Piliang, Mazwad Azham, Iskaq. S., dan Rusli Maha. ...
  • Teater Minikata
    Teater Minikata merupakan seni pertunjukan teater yang sedikit sekali menggunakan dialog. Istilah itu dilontarkan oleh Gunawan Mohammad dalam menanggapi pementasan teater Rendra (1968), "Bip Bop" ...
  • Komunitas Sastra Teater “Persada” di Ngawi
    Peneliti : Muhammad Amir Tohar Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Tujuan penelitian ini adalah mengungkap keberadaan komunitas sastra teater Persada di Kabupaten Ngawi yang meliputi latar ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Teater Generasi   (1995)
    Kategori: Lembaga Sastra

     
     

    Teater Generasi merupakan sebuah komunitas seni generasi muda Indonesia untuk menghimpun potensi di bidang seni dan budaya. Nama Generasi merupakan kependekan dari Gelanggang Kreasi Seni Indonesia. Generasi didirikan oleh Suyadi San pada 17 Juni 1995 di Medan.

    Tujuan umum dibentuknya Generasi adalah, pertama, untuk meningkatkan kondisi sosial budaya yang berkepribadian bangsa, sehingga memungkinkan setiap generasiI muda menentukan pilihan hidup dan memperluas peran sertanya dalam kegiatan berkesenian dan berkebudayaan di Indonesia. Kedua, untuk meningkatkan rasa kebanggaan dan kecintaan kepada kebudayaan bangsa sebagai landasan dalam membina solidaritas dengan daerah-daerah lain di Indonesia untuk mewujudkan tujuan nasional. Selain itu, sanggar ini pun bertujuan agar menjadi gelanggang berekspresi di bidang seni dan budaya sesuai dengan motonya: "Aku Ingin Berpikir Merdeka".

    Semula sanggar ini menumpang di kampus IKIP Medan, Jalan Merbau, Medan. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1997, saat didaftarkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sanggar Budaya Generasi 'mandah' ke Kompleks Taman Budaya Sumatra Utara. Hingga sekarang Generasi mengisi kalender tetap Pemusatan Latihan Teater dan Sastra di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan 33 Medan. Pada tahun 2000 Sanggar Budaya Generasi masuk dalam Direktori Organisasi Seni dan Budaya Indonesia yang diterbitkan Yayasan Kelola, Solo, Jawa Tengah, sehingga jadilah Sanggar Budaya Generasi sebagai satu komunitas seni dan budaya yang ada dan keberadaannya diakui di Indonesia.

    Di Generasi bergabung kaum pelajar, mahasiswa, putus sekolah, anak jalanan, guru, dosen, PNS, pegawai swasta, buruh, bahkan pegiat parpol meskipun Generasi tidak berpolitik dan akan tetap independen. Berbagai kegiatan pun dilakukan, terutama di bidang sastra, drama, dan penerbitan. Produksi pementasan drama pernah dilakukan, yaitu, "Doa Orang-orang Marjinal" (karya Arief Gunawan/sutradara Suyadi San, 1995), "Wayang Kebatinan" (Suyadi San, 1996), "Jatiputera" (Suyadi San, 1998), "Wabah" (Hanindawan/Suyadi San, 1999), "Kecubung Pengasihan" (Danarto/Suyadi San, 2002), "Tamu Terakhir" (M. Raudah Jambak/Suyadi San, 2003), "Anak Perawan di Sarang Penyamun" (Sutan Takdir Alisjahbana/Suyadi San, 2004), Monolog "Indonesia Undercover" (Suyadi San/M. Raudah Jambak, 2005). "Perempuan tanpa Kepala" (Linny Octavianny/M. Raudah Jambak, 2005); "Setan dalam Bahaya" (Taufiq Al Hakim/Mey Novita Manik, 2006); "Mengasah Pisau Cukur" (Hanindawan/Hasan Al Banna, 2006); "Bulu Dada" (M Raudah Jambak, 2006); "Sang Prabu" (Saini KM/Suyadi San, 2006); "Sampuraga Kena Demam Berdarah" (Suyadi San, 2006); "Sampuraga Pergi ke Kota" (Suyadi San, 2006); "Kopi Susu" (Indra YT/Heri Sukamto, 2006), "RT-Nol/RW-Nol (Iwan Simatupang/ Suyadi San, 2007), dan Keok atawa Pepeteng (Imran Pasaribu/Suyadi San,2007).

    Selain drama, sanggar ini juga mementaskan karya-karya sastra lainnya, seperti musikalisasi puisi dan pembacaan puisi, di antaranya, KonserMusikalisasi dan Dramatisasi Puisi bersama Komunitas Seni Seulawah Banda Aceh di Gedung Utama Taman Budaya Sumatra Utara (2005), pementasan Musikalisasi Puisi dalam Pembukaan MTQ, Khitanan Massal, dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1427 H di Masjid Al Fitriyah Tanjungmulia, Medan (2006), Pementasan Musikalisasi Puisi dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA se-Sumatra di Kantor Bahasa Provinsi Jambi kerja sama dengan Balai Bahasa Medan (2006), dan Pementasan Musikalisasi Puisi dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA se-Sumatra di Balai Bahasa Banda Aceh kerja sama dengan Balai Bahasa Medan (2007).

    Kegiatan lainnya adalah Dialog Budaya 50 Tahun Kebudayaan di Sumatra Utara di Auditorium IKIP Negeri Medan (1995), Workshop Teater di Ruang Teater dan Tari Taman Budaya Sumatra Utara (2003), Diskusi Teater di Ruang Teater dan Ruang Tari Taman Budaya Sumatra Utara (2003), dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teater dan Sastra setiap hari Minggu, Selasa, dan Kamis, di Ruang Teater Taman Budaya Sumatra Utara (2007).

    Selain itu, Generasi terlibat dalam pembentukan Generasi Muda Seniman Sumatra Utara (1997), dan Forum Reformasi Seniman Sumatra Utara di Taman Budaya Sumatra Utara (1998), mengikuti Festival Teater Alternatif GKJ Awards di Gedung Kesenian Jakarta (2003), Workshop Keaktoran di Taman Ismail Marzuki Jakarta (2003), Workshop Penulisan Kritik Teater di Gedung Kesenian Jakarta (2003), dan bersama Komunitas Seniman Taman Budaya Generasi ikut memprakarsai dan mengikuti serangkaian acara Pergelaran Seni Keprihatinan Gempa Bumi dan Tsunami Aceh-Nias di Taman Budaya Sumatra Utara (2004/2005).

    Di bidang penerbitan, bersama Harian Mimbar Umum, Generasi menerbitkan buku Telaah Drama: Pengantar Teori dan Kajian karya Suyadi San(2004), Stilistika: Sebuah Pengenalan Awal karya Suyadi San (2005), dan Menguak Tabir Bahasa Jurnalistik karangan Suyadi San (2006). Prestasi lain yang pernah diperoleh Generasi adalah, antara lain, Juara I Lomba Orasi anti-Korupsi Masyarakat Transparansi Indonesia Sumatra Utara di halaman gedung DPRD Sumut (2006); Juara I, II, II, dan Harapan I Lomba Baca Puisi Islami di Masjid Al-Amin Jalan Prof. H.M. Yamin SH Medan (2007); dan Juara I, Harapan I dan II Lomba Baca Puisi Tingkat Pelajar se-Sumatra Utara dalam Amuk Teater Sumatra Utara di Ruang VIP Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan (2007).

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Teater Imam Bonjol
    Teater Imam Bonjol (TIB) adalah salah satu grup teater kampus yang cukup dikenal di kota Padang. Teater yang didirikan tanggal 11 November 1998 oleh Marwin Amirullah, Yusran, Andria Putra, Rinal ...
  • Teater Kartupat
    Teater Kartupat merupakan organisasi informal yang bergerak di bidang pementasan yang didirikan pada tahun 1976. Organisasi ini beralamat di Jalan Jemadi, Nomor 237 C, Pulau Berayan Darat I, ...
  • Teater Nasional Medan
    Teater Nasional Medan merupakan organisasi informal yang berdiri pada tanggal 28 oktober 1963. Organisasi ini digagas oleh Sori Siregar, Burhan Piliang, Mazwad Azham, Iskaq. S., dan Rusli Maha. ...
  • Teater Minikata
    Teater Minikata merupakan seni pertunjukan teater yang sedikit sekali menggunakan dialog. Istilah itu dilontarkan oleh Gunawan Mohammad dalam menanggapi pementasan teater Rendra (1968), "Bip Bop" ...
  • Komunitas Sastra Teater “Persada” di Ngawi
    Peneliti : Muhammad Amir Tohar Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Tujuan penelitian ini adalah mengungkap keberadaan komunitas sastra teater Persada di Kabupaten Ngawi yang meliputi latar ...
  • Teater Imam Bonjol
    Teater Imam Bonjol (TIB) adalah salah satu grup teater kampus yang cukup dikenal di kota Padang. Teater yang didirikan tanggal 11 November 1998 oleh Marwin Amirullah, Yusran, Andria Putra, Rinal ...
  • Teater Kartupat
    Teater Kartupat merupakan organisasi informal yang bergerak di bidang pementasan yang didirikan pada tahun 1976. Organisasi ini beralamat di Jalan Jemadi, Nomor 237 C, Pulau Berayan Darat I, ...
  • Teater Nasional Medan
    Teater Nasional Medan merupakan organisasi informal yang berdiri pada tanggal 28 oktober 1963. Organisasi ini digagas oleh Sori Siregar, Burhan Piliang, Mazwad Azham, Iskaq. S., dan Rusli Maha. ...
  • Teater Minikata
    Teater Minikata merupakan seni pertunjukan teater yang sedikit sekali menggunakan dialog. Istilah itu dilontarkan oleh Gunawan Mohammad dalam menanggapi pementasan teater Rendra (1968), "Bip Bop" ...
  • Komunitas Sastra Teater “Persada” di Ngawi
    Peneliti : Muhammad Amir Tohar Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Tujuan penelitian ini adalah mengungkap keberadaan komunitas sastra teater Persada di Kabupaten Ngawi yang meliputi latar ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa