• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Lapena (Institute for Culture Society)   (2004)
Kategori: Lembaga Sastra

 

Lapena merupakan sebuah lembaga nirlaba yang dibentuk oleh masyarakat dari berbagai latar belakang (aktivis LSM, wartawan, penulis, seniman, dan perempuan) yang cinta dan peduli terhadap eksistensi seni dan budaya. Lapena dibentuk di Banda Aceh untuk lingkup masyarakat di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lapena terdaftar sebagai sebuah organisasi berdasarkan Akte Notaris Elly Safiana, S.H. Nomor 3, tanggal 20 September 2004.

Visi Lapena adalah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang progresif, dinamis, dan harmonis dalam tatanan nilai-nilai seni dan budaya, sedangkan misi yang diusung Lapena adalah memperjuangkan dan memfasilitasi masyarakat seni dan budaya untuk meningkatkan wawasan, apresiasi, prestasi, dan bekerja sama di bidang seni dan budaya melalui pengembangan jaringan, penelitian, penyebarluasan informasi, advokasi, pembelajaran, pelatihan, serta pertunjukan.

Misi Lapena diaplikasikan ke dalam program-program yang telah disusun untuk dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, yakni (a) revitalisasi seni, (b) pembinaan dan pengembangan seni, (c) penerbitan, (d) perpustakaan, (e) advokasi, (f) diskusi dan temu ilmiah, (g) pelatihan, (h) pergelaran, dan (i) sosial kemasyarakatan.

Lapena beralamat di Lambuuk, Banda Aceh. Para Pengurusnya terdiri dari atas Dr. Harun Al Rasyid, M.Pd (Ketua), M. Adli Abdullah (Wakil Ketua), Helmi Hass, S.H. (Direktur Eksekutif), Sulaiman Tripa, S.H. (Divisi), Drs. Saiful Bahri (Divisi), Dra. D. Keumalawati (Divisi), Syafwina, M.Sc. (Divisi), Erwinsyah (Divisi), Mutia Erawati (Divisi), Sarah (Anggota), Audi Nugraha (Anggota), dan Iwan Surya (Anggota).

Pada awalnya Lapena (Institute for Culture Society) Banda Aceh merupakan sebuah komunitas diskusi yang sudah berlangsung sejak tahun 1999. Ketika itu, komunitas ini belum dilembagakan dan masih bernama "Kelompok Diskusi Sabtu Sore". Beberapa waktu kemudian, kegiatan-kegiatan diskusi mulai berkembang di Banda Aceh dan sejak saat komunitas itu langsung membatasi diri dalam konteks kebudayaan semata. Beberapa tulisan seniman dan budayawan di Aceh telah lahir dari diskusi-diskusi yang diselenggarakan komunitas ini. Dari diskusi-diskusi inilah kemudian berkembang bahwa komunitas ini merupakan lembaga yang tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga mengarah kepada hal yang lebih luas, termasuk pada penerbitan dan penelitian masalah-masalah kebudayaan di Aceh.

Kegiatan besar yang telah dilaksanakan Lapena, antara lain adalah Khanduri Seni (2004), penerbitan antologi puisi Penyair Aceh (2004), pembacaan Puisi Penyair Aceh (2004), aneka lomba anak dalam rangka Hari Anak Nasional (2005), penerbitan buku antologi puisi Ziarah Ombak (2005), penerbitan buku Menunggu Pagi Datang (Sulaiman Tripa, 2005), penerbitan buku Surat dari Negeri Tak Bertuan (D. Keumalawati, 2006), dan penerbitan buku Nyanyian Manusia (Dr. Mohd. Harun Al Rasyid, 2006).

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Fordata
    Provinsi Maluku Bahasa Fordata (Iyaru) dituturkan oleh masyarakat Desa Ritabel,Pulau Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Menurut pengakuan penduduk, di ...
  • Numfor
    Provinsi Papua Barat Bahasa  Numfor (Mansinam) dituturkan di Kampung Mansinam, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Kampung Mansinam merupakan kawasan pantai ...
  • Fordata
    Nama Lain: Iyaru Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Kecamatan: Tanimbar Utara Desa: Ritabel, Pulau Larat Kategori: Aman Status: sudah terevitalisasi Bahasa ...
  • BAHASA INDONESIA DALAM INFORMASI DAN IKLAN DI RUANG PUBLIK KOTA PANGKALPINANG
    Peneliti : Drs. Umar Solikhan, M.Hum Tanggal Penelitian : Dipublikasikan : TERBIT Tahun Terbit : 2013 Abstrak :Pemakaian bahasa Indonesia, khususnya dalam informasi dan iklan, di tempat umum di ...
  • Kontruksi Oblik Bahasa Toraja: Suatu Analisis Transformasi Generatif
    Peneliti : Drs. Adnan Usmar, M.Hum. Tanggal Penelitian : 23-01-2006 Dipublikasikan : TERBIT Abstrak :Masalah yang digarap dalam penelitian ini adalah bagaimana ciri khas pemarkah oblik sebagai ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Lapena (Institute for Culture Society)   (2004)
    Kategori: Lembaga Sastra

     

    Lapena merupakan sebuah lembaga nirlaba yang dibentuk oleh masyarakat dari berbagai latar belakang (aktivis LSM, wartawan, penulis, seniman, dan perempuan) yang cinta dan peduli terhadap eksistensi seni dan budaya. Lapena dibentuk di Banda Aceh untuk lingkup masyarakat di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lapena terdaftar sebagai sebuah organisasi berdasarkan Akte Notaris Elly Safiana, S.H. Nomor 3, tanggal 20 September 2004.

    Visi Lapena adalah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang progresif, dinamis, dan harmonis dalam tatanan nilai-nilai seni dan budaya, sedangkan misi yang diusung Lapena adalah memperjuangkan dan memfasilitasi masyarakat seni dan budaya untuk meningkatkan wawasan, apresiasi, prestasi, dan bekerja sama di bidang seni dan budaya melalui pengembangan jaringan, penelitian, penyebarluasan informasi, advokasi, pembelajaran, pelatihan, serta pertunjukan.

    Misi Lapena diaplikasikan ke dalam program-program yang telah disusun untuk dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, yakni (a) revitalisasi seni, (b) pembinaan dan pengembangan seni, (c) penerbitan, (d) perpustakaan, (e) advokasi, (f) diskusi dan temu ilmiah, (g) pelatihan, (h) pergelaran, dan (i) sosial kemasyarakatan.

    Lapena beralamat di Lambuuk, Banda Aceh. Para Pengurusnya terdiri dari atas Dr. Harun Al Rasyid, M.Pd (Ketua), M. Adli Abdullah (Wakil Ketua), Helmi Hass, S.H. (Direktur Eksekutif), Sulaiman Tripa, S.H. (Divisi), Drs. Saiful Bahri (Divisi), Dra. D. Keumalawati (Divisi), Syafwina, M.Sc. (Divisi), Erwinsyah (Divisi), Mutia Erawati (Divisi), Sarah (Anggota), Audi Nugraha (Anggota), dan Iwan Surya (Anggota).

    Pada awalnya Lapena (Institute for Culture Society) Banda Aceh merupakan sebuah komunitas diskusi yang sudah berlangsung sejak tahun 1999. Ketika itu, komunitas ini belum dilembagakan dan masih bernama "Kelompok Diskusi Sabtu Sore". Beberapa waktu kemudian, kegiatan-kegiatan diskusi mulai berkembang di Banda Aceh dan sejak saat komunitas itu langsung membatasi diri dalam konteks kebudayaan semata. Beberapa tulisan seniman dan budayawan di Aceh telah lahir dari diskusi-diskusi yang diselenggarakan komunitas ini. Dari diskusi-diskusi inilah kemudian berkembang bahwa komunitas ini merupakan lembaga yang tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga mengarah kepada hal yang lebih luas, termasuk pada penerbitan dan penelitian masalah-masalah kebudayaan di Aceh.

    Kegiatan besar yang telah dilaksanakan Lapena, antara lain adalah Khanduri Seni (2004), penerbitan antologi puisi Penyair Aceh (2004), pembacaan Puisi Penyair Aceh (2004), aneka lomba anak dalam rangka Hari Anak Nasional (2005), penerbitan buku antologi puisi Ziarah Ombak (2005), penerbitan buku Menunggu Pagi Datang (Sulaiman Tripa, 2005), penerbitan buku Surat dari Negeri Tak Bertuan (D. Keumalawati, 2006), dan penerbitan buku Nyanyian Manusia (Dr. Mohd. Harun Al Rasyid, 2006).

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Fordata
    Provinsi Maluku Bahasa Fordata (Iyaru) dituturkan oleh masyarakat Desa Ritabel,Pulau Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Menurut pengakuan penduduk, di ...
  • Numfor
    Provinsi Papua Barat Bahasa  Numfor (Mansinam) dituturkan di Kampung Mansinam, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Kampung Mansinam merupakan kawasan pantai ...
  • Fordata
    Nama Lain: Iyaru Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Kecamatan: Tanimbar Utara Desa: Ritabel, Pulau Larat Kategori: Aman Status: sudah terevitalisasi Bahasa ...
  • BAHASA INDONESIA DALAM INFORMASI DAN IKLAN DI RUANG PUBLIK KOTA PANGKALPINANG
    Peneliti : Drs. Umar Solikhan, M.Hum Tanggal Penelitian : Dipublikasikan : TERBIT Tahun Terbit : 2013 Abstrak :Pemakaian bahasa Indonesia, khususnya dalam informasi dan iklan, di tempat umum di ...
  • Kontruksi Oblik Bahasa Toraja: Suatu Analisis Transformasi Generatif
    Peneliti : Drs. Adnan Usmar, M.Hum. Tanggal Penelitian : 23-01-2006 Dipublikasikan : TERBIT Abstrak :Masalah yang digarap dalam penelitian ini adalah bagaimana ciri khas pemarkah oblik sebagai ...
  • Fordata
    Provinsi Maluku Bahasa Fordata (Iyaru) dituturkan oleh masyarakat Desa Ritabel,Pulau Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Menurut pengakuan penduduk, di ...
  • Numfor
    Provinsi Papua Barat Bahasa  Numfor (Mansinam) dituturkan di Kampung Mansinam, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Kampung Mansinam merupakan kawasan pantai ...
  • Fordata
    Nama Lain: Iyaru Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Kecamatan: Tanimbar Utara Desa: Ritabel, Pulau Larat Kategori: Aman Status: sudah terevitalisasi Bahasa ...
  • BAHASA INDONESIA DALAM INFORMASI DAN IKLAN DI RUANG PUBLIK KOTA PANGKALPINANG
    Peneliti : Drs. Umar Solikhan, M.Hum Tanggal Penelitian : Dipublikasikan : TERBIT Tahun Terbit : 2013 Abstrak :Pemakaian bahasa Indonesia, khususnya dalam informasi dan iklan, di tempat umum di ...
  • Kontruksi Oblik Bahasa Toraja: Suatu Analisis Transformasi Generatif
    Peneliti : Drs. Adnan Usmar, M.Hum. Tanggal Penelitian : 23-01-2006 Dipublikasikan : TERBIT Abstrak :Masalah yang digarap dalam penelitian ini adalah bagaimana ciri khas pemarkah oblik sebagai ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa