Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Sarman , S.Pd
Tanggal Penelitian :
Dipublikasikan : TERBIT
Tahun Terbit : 2013
Abstrak :
Sebagai salah satu produk budaya, sastra lisan mempunyai hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat tempat sastra lisan tersebut berada, baik dalam hubungannya dengan masyarakat pada masa lalu, sekarang, maupun masa yang akan datang. Hubungan tersebut dapat dilihat melalui berbagai tanda dan simbol yang muncul. Hubungan antartanda menarik untuk dikaji atau ditelaah. Oleh karena itu tulisan ini mengkaji bagaimanakah masalah ekspresi semiotik tokoh legendaris yang muncul dalam Hikayat Raje Beikor? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penampilan tokoh legendaris dalam Hikayat Raje Beikor. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, diharapkan tujuan penelitian ini dapat tercapai. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ditemukan beberapa perilaku yang menyiratkan ekspresi semiotik tokoh yang menggambarkan siklus kehidupan mahkluk hidup yang diawali dengan proses kelahiran, masa kanak-kanak hingga dewasa, diangkat menjadi raja hingga tewas. Masih banyak legenda-legenda di Bangka Belitung yang perlu pengkajian lebih mendalam baik dari sisi semiotik maupun dari bidang kajian lainnya.