Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Dea Letriana Cesaria, S. Hum
Tanggal Penelitian :
Dipublikasikan : TERBIT
Tahun Terbit : 2013
Abstrak :
Kalimat tidak dapat dilepaskan dari aspek. Kemunculan penanda aspek dapat memperjelas konteks kalimat tersebut. Sistem aspek dalam bahasa Indonesia ditandai oleh partikel tertentu. Salah satu partikel penanda aspek adalah kata sudah. Kata sudah sebagai penanda aspek memiliki keterkaitan dengan salah satu makna yang terkandung pada awalan ter-, yaitu sudah di-. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode simak dengan teknik sadap. Sumber data untuk meneliti kata sudah yang diikuti dengan awalan terdiambil dari buku Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Sumber data tersebut memiliki variasi laras bahasa yang dapat menambah keragaman jenis kalimat untuk tulisan ini. Hasil penelitian yang didapat adalah penanda waktu menjadi faktor kemunculan/ketidakmunculan kata sudah dengan awalan ter- .