• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar Kelas Tinggi Telukdalam, Nias Selatan

Kategori: Penelitian Sastra

 

Peneliti : Rehan Halilah Lubis

Tanggal Penelitian : 01-03-2013

Abstrak :

Penanaman nilai kecintaan terhadap karya sastra harus dimulai sejak pendidikan tingkat SD karena karya sastra mengandung nilai kehidupan. Karya sastra Indonesia mengandung nilai-nilai budaya dan kehidupan yang dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia.  Gambaran nilai luhur kehidupan tertuang dalam karya sastra Indonesia. Oleh karena itu, karya sastra Indonesia menjadi keharusan untuk diajarkan mulai tingkat SD, SMP, dan SMA. Di samping itu,  kebertahanan sastra Indonesia  harus  dilakukan dengan cara memasukkan materi pembelajaran sastra di sekolah mulai tingkat SD, SMP, maupun SMA. Materi pembelajaran sastra penting diajarkan karena mengandung nilai moral dalam pembentukan karakter yang baik. Kebertahanan sastra Indonesia akan sulit dilakukan jika pembelajaran sastra  tidak mampu menarik minat siswa. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam merancang strategi pembelajaran di kelas guna menarik minat siswa terhadap pelajaran sastra.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Nias
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Nias (Li Niha) dituturkan di Desa Simaluaya, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Desa Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan; Desa Hilimboe, ...
  • Korowai Selatan
    Provinsi Papua Bahasa Korowai Selatan (Korowai Lumpur/Klufwo Auf Umbale)dituturkan oleh masyarakat Kampung Yaniruma, Kecamatan Yaniruma, Kebupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Menurut pengakuan ...
  • Muyu Selatan
    Provinsi Papua Bahasa Muyu Selatan dituturkan oleh masyarakat Kampung Anggumbit, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar Kelas Tinggi Telukdalam, Nias Selatan

    Kategori: Penelitian Sastra

     

    Peneliti : Rehan Halilah Lubis

    Tanggal Penelitian : 01-03-2013

    Abstrak :

    Penanaman nilai kecintaan terhadap karya sastra harus dimulai sejak pendidikan tingkat SD karena karya sastra mengandung nilai kehidupan. Karya sastra Indonesia mengandung nilai-nilai budaya dan kehidupan yang dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia.  Gambaran nilai luhur kehidupan tertuang dalam karya sastra Indonesia. Oleh karena itu, karya sastra Indonesia menjadi keharusan untuk diajarkan mulai tingkat SD, SMP, dan SMA. Di samping itu,  kebertahanan sastra Indonesia  harus  dilakukan dengan cara memasukkan materi pembelajaran sastra di sekolah mulai tingkat SD, SMP, maupun SMA. Materi pembelajaran sastra penting diajarkan karena mengandung nilai moral dalam pembentukan karakter yang baik. Kebertahanan sastra Indonesia akan sulit dilakukan jika pembelajaran sastra  tidak mampu menarik minat siswa. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam merancang strategi pembelajaran di kelas guna menarik minat siswa terhadap pelajaran sastra.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Nias
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Nias (Li Niha) dituturkan di Desa Simaluaya, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Desa Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan; Desa Hilimboe, ...
  • Korowai Selatan
    Provinsi Papua Bahasa Korowai Selatan (Korowai Lumpur/Klufwo Auf Umbale)dituturkan oleh masyarakat Kampung Yaniruma, Kecamatan Yaniruma, Kebupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Menurut pengakuan ...
  • Muyu Selatan
    Provinsi Papua Bahasa Muyu Selatan dituturkan oleh masyarakat Kampung Anggumbit, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Nias
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Nias (Li Niha) dituturkan di Desa Simaluaya, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Desa Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan; Desa Hilimboe, ...
  • Korowai Selatan
    Provinsi Papua Bahasa Korowai Selatan (Korowai Lumpur/Klufwo Auf Umbale)dituturkan oleh masyarakat Kampung Yaniruma, Kecamatan Yaniruma, Kebupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Menurut pengakuan ...
  • Muyu Selatan
    Provinsi Papua Bahasa Muyu Selatan dituturkan oleh masyarakat Kampung Anggumbit, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa