Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Deni Karsana
Tanggal Penelitian :
Abstrak :
Ragam tulis merupakan suatu fenomena sosial kemasyarakatan yang dapat menjadi sarana penyebaran informasi dan sekaligus jadi sarana pemersatu bangsa karena peranan bahasa tuis yang kita gunakan sehari-hari membawa pesan-pesan tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa setiap hari anggota masyarakat mengikuti perkembangan kemajuan berbagai aspek tatanan kehidupan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik hal itu berarti, bahwa secara langsung pula pers telah memperkenalkan bahasa ragn jurnalistik kepada masyarakat. Masalah yang akan diteliti adalah bagaimanakah ketepatan pemilihan kata yang digunakan dalam Bahasa Indonesia ragan tulis yang bertopik ekonomi dan keuangan, khususnya media terbitan daerah Sulawesi Tengah, dan bagaimanakan Bahasa Indonesia ragam tulis itu jika dipandang dari segi kesesuaian kata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang didasarkan pada fakta yang ada dan fenomena yang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pemakaian kata yang layak meliputi kelayakan gramatikal, geografis, temporal, dan stilistik, masih ditemukannya ketidaklayakan gramatikal, baik berupa penggunaan verba tak berimbuhan, kurang adanya keserasian bentuk dan tidak terurutnya kata, dari kelayakan geografis tidak ditemukan kosa kata khas daerah, kelayakan temporal juga tidak temukan pemakaian kata yang kuna saja adanya, kelayakan stilistika topik ekonomi dan keuangan pada harian Mercusuar menggunakan idiom untuk memperkuat bahasanya agar pembaca lebih berkesan dengan terbitan tersebut,