• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Proses Fonologi Bahasa Jawa subdialek Lamongan Jawa Timur

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Sang Ayu Putu Eny Parwati

Tanggal Penelitian : 06-05-2011

Dipublikasikan : TERBIT

Abstrak :

Bahasa Jawa Timur Lamongan (bJL) termasuk ke dalam rumpun bJ dialek Jawa Timur, dengan menerapkan metode simak bebas libat cakap, teknik rekam dan pencatatan data, serta teknik elisitasi diperoleh bahwa bJL ini identik dengan glotal, frikatif, hambat (plosif atau stop), serta vokal tegang dan kendur. Berdasarkan pembuktian KLS ditemukan kontoid [ë] dan [d] dan [b] dan [m] adalah pasangan yang sangat mirip secara fonetis. Namun, tidak ditemukan data yang menunjukkan pasangan bunyi yang KLM. Ditemukan pula bahwa vokoid-vokoid tegang adalah fonem, sedangkan vokoid-vokoid kendur adalah alofon. Pengaidahan fonologi yang terjadi pada bJL yang tampak, yaitu perubahan bunyi nasal dan hambat (plosif), yaitu /m + MD/ dan /N + MD/ yang mampu bertahan, baik sebelum konsonan maupun sebelum vokal. Proses fonologis yang terjadi pada bJL, yaitu asimilasi vokal, pelemahan, dan pelesapan.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Proses Fonologi Bahasa Jawa subdialek Lamongan Jawa Timur

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Sang Ayu Putu Eny Parwati

    Tanggal Penelitian : 06-05-2011

    Dipublikasikan : TERBIT

    Abstrak :

    Bahasa Jawa Timur Lamongan (bJL) termasuk ke dalam rumpun bJ dialek Jawa Timur, dengan menerapkan metode simak bebas libat cakap, teknik rekam dan pencatatan data, serta teknik elisitasi diperoleh bahwa bJL ini identik dengan glotal, frikatif, hambat (plosif atau stop), serta vokal tegang dan kendur. Berdasarkan pembuktian KLS ditemukan kontoid [ë] dan [d] dan [b] dan [m] adalah pasangan yang sangat mirip secara fonetis. Namun, tidak ditemukan data yang menunjukkan pasangan bunyi yang KLM. Ditemukan pula bahwa vokoid-vokoid tegang adalah fonem, sedangkan vokoid-vokoid kendur adalah alofon. Pengaidahan fonologi yang terjadi pada bJL yang tampak, yaitu perubahan bunyi nasal dan hambat (plosif), yaitu /m + MD/ dan /N + MD/ yang mampu bertahan, baik sebelum konsonan maupun sebelum vokal. Proses fonologis yang terjadi pada bJL, yaitu asimilasi vokal, pelemahan, dan pelesapan.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa