Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Awaludin Rusiandi dan Hero Patrianto
Tanggal Penelitian : 01-01-2008
Abstrak :
Penelitian ini berusaha mengungkap fenomena kebahasaan yang berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Berhubungan dengan fungsi bahasa, bahasa ilmiah bukan saja sebagai wahana bertukar informasi akan tetapi juga harus bernalar. Teks dalam sebuah karya ilmiah sebagai sebuah wacana yang utuh haruslah bertekstur. Data penelitian ini adalah data tulis berupa karya ilmiah berbahasa Indonesia mahasiswa seminari semester pertama. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tekstur bagian isi dalam teks ilmiah, struktur tematis, struktur kohesi dan koherensi dalam teks ilmiah berbahasa Indonesia mahasiswa seminari semester I di Malang. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks ilmiah berbahasa Indonesia mahasiswa seminari semester pertama di Malang memiliki tekstur sebagai sebuah teks yang utuh. Tekstur dalam teks-teks dibentuk oleh komponen tematis, komponen kohesif, dan koherensi. Pola tematis yang dominan adalah pola linear, yaitu pola dengan tema yang sama diulang dalam beberapa kalimat yang berurutan. Selain pola linear, juga ditemukan pola zig-zag, tetapi pola tersebut tidak selalu konsisten. Selain struktur tematis, keutuhan wacana juga dapat ditinjau dari aspek kohesi, baik leksikal maupun gramatikal.