• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Ragam Bahasa Remaja di Kabupaten Kediri

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Khoiru Ummatin

Tanggal Penelitian : 01-01-2007

Abstrak :

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bahasa yang dipakai oleh remaja di Kabupaten Kediri. Teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik. Sumber data penelitian ini adalah remaja di Kabupaten Kediri. Data penelitian ini berupa data lisan yang diperoleh dengan teknik wawancara. Wawancara dilakukan di kafe-kafe tempat remaja berkumpul dan di sekolah-sekolah pada saat istirahat.

Penelitian ini menghasilkan hal-hal berikut. Pertama, bahasa remaja di Kediri berasal dari bahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris. Kedua,  bahasanya menunjukan karakteristik tersendiri, yaitu  menggunakan gaya bahasa kiasan berupa metafora dan ironi, singkatan (SPR, BGT), akronim (gaptek, bimbel), slang (secara, bow), partikel “tuh” dan “nih”, penghilangan fonem awal (ama ‘sama’) , penggantian vokal /a/ menjadi /e/ (bener ‘benar), istilah bahasa Inggris (plis ‘please’, kiyut ‘cute’), dan bahasa prokem yang berkembang pada tahun 50-an, yaitu penyisipan konsonan /f/, /v/, /p/ = vokal pada setiap suku kata. Pada saat berkomunikasi juga terjadi alih dan campur kode.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Bahasa Adang
    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Alor Kecamatan: Katiku Tana Desa: Lenang Kategori: Mengalami Kemunduran Status: belum terkonservasi
  • Medan Bahasa
    Medan Bahasa merupakan sebuah majalah yang khusus mengkaji masalah-masalah kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah. Majalah ini terbit di Jakarta tahun 1951/1952—1958, dengan alamat ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Ragam Bahasa Remaja di Kabupaten Kediri

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Khoiru Ummatin

    Tanggal Penelitian : 01-01-2007

    Abstrak :

    Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bahasa yang dipakai oleh remaja di Kabupaten Kediri. Teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik. Sumber data penelitian ini adalah remaja di Kabupaten Kediri. Data penelitian ini berupa data lisan yang diperoleh dengan teknik wawancara. Wawancara dilakukan di kafe-kafe tempat remaja berkumpul dan di sekolah-sekolah pada saat istirahat.

    Penelitian ini menghasilkan hal-hal berikut. Pertama, bahasa remaja di Kediri berasal dari bahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris. Kedua,  bahasanya menunjukan karakteristik tersendiri, yaitu  menggunakan gaya bahasa kiasan berupa metafora dan ironi, singkatan (SPR, BGT), akronim (gaptek, bimbel), slang (secara, bow), partikel “tuh” dan “nih”, penghilangan fonem awal (ama ‘sama’) , penggantian vokal /a/ menjadi /e/ (bener ‘benar), istilah bahasa Inggris (plis ‘please’, kiyut ‘cute’), dan bahasa prokem yang berkembang pada tahun 50-an, yaitu penyisipan konsonan /f/, /v/, /p/ = vokal pada setiap suku kata. Pada saat berkomunikasi juga terjadi alih dan campur kode.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Bahasa Adang
    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Alor Kecamatan: Katiku Tana Desa: Lenang Kategori: Mengalami Kemunduran Status: belum terkonservasi
  • Medan Bahasa
    Medan Bahasa merupakan sebuah majalah yang khusus mengkaji masalah-masalah kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah. Majalah ini terbit di Jakarta tahun 1951/1952—1958, dengan alamat ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Bahasa Adang
    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Alor Kecamatan: Katiku Tana Desa: Lenang Kategori: Mengalami Kemunduran Status: belum terkonservasi
  • Medan Bahasa
    Medan Bahasa merupakan sebuah majalah yang khusus mengkaji masalah-masalah kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah. Majalah ini terbit di Jakarta tahun 1951/1952—1958, dengan alamat ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa