• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Wacana hajatan Bahasa Jawa

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Soetoko, dkk.

Tanggal Penelitian : 01-01-1998

Abstrak :

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap hakikat dan identitas wacana hajatan sebagai bentuk peristiwa komunikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan metode padan pragmatik.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa wacana hajatan memiliki bentuk formal dan karakter tertentu. Satuan bentuk formal wacana terkecil berupa klausa dan terbesar berupa bab. Hubungan antarsatuan formal cenderung dinyatakan secara eksplisit dengan menggunakan pemarkah hubungan, berupa leksikal, dan gramatikal. Pada aspek bentuk diperoleh karakteristik hubungan antarsatuan formal yang dibangun atas kesejajaran atau kesesuaian pola, yang menimbulkan efek estetis dan magis dalam wacana hajatan. Isi wacana hajatan dibangun atas hubungan sarana-tujuan. Atas dasar itu, wacana hajatan adalah suatu bentuk permohonan yang ditujukan kepada Yang Mahakuasa dan semua kekuatan kosmik agar diberi keselamatan, kebahagiaan, ketenangan, kesejahteraan, dan dikabulkan keinginannya. Berdasarkan isi wacana hajatan, diperoleh karakteristik bahwa wacana hajatan merupakan gambaran pengetahuan tentang alam pemikiran, sistem, keyakinan, dan kepercayaan serta kehidupan sosiobudaya masyarakat Jawa

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Wacana hajatan Bahasa Jawa

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Soetoko, dkk.

    Tanggal Penelitian : 01-01-1998

    Abstrak :

    Tujuan penelitian ini adalah mengungkap hakikat dan identitas wacana hajatan sebagai bentuk peristiwa komunikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan metode padan pragmatik.

    Penelitian ini mengungkapkan bahwa wacana hajatan memiliki bentuk formal dan karakter tertentu. Satuan bentuk formal wacana terkecil berupa klausa dan terbesar berupa bab. Hubungan antarsatuan formal cenderung dinyatakan secara eksplisit dengan menggunakan pemarkah hubungan, berupa leksikal, dan gramatikal. Pada aspek bentuk diperoleh karakteristik hubungan antarsatuan formal yang dibangun atas kesejajaran atau kesesuaian pola, yang menimbulkan efek estetis dan magis dalam wacana hajatan. Isi wacana hajatan dibangun atas hubungan sarana-tujuan. Atas dasar itu, wacana hajatan adalah suatu bentuk permohonan yang ditujukan kepada Yang Mahakuasa dan semua kekuatan kosmik agar diberi keselamatan, kebahagiaan, ketenangan, kesejahteraan, dan dikabulkan keinginannya. Berdasarkan isi wacana hajatan, diperoleh karakteristik bahwa wacana hajatan merupakan gambaran pengetahuan tentang alam pemikiran, sistem, keyakinan, dan kepercayaan serta kehidupan sosiobudaya masyarakat Jawa

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa