• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Bahasa Jawa di Wilayah Blitar (Kajian Dialektologis)

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Tri Winiasih

Tanggal Penelitian : 01-01-2013

Abstrak :

Penelitian yang berjudul Bahasa Jawa di Wilayah Blitar (Kajian Dialektologis) ini bertujuan untuk mengidentifikasi status isolek dan mendeskripsikan variasi leksikal bahasa Jawa di Wilayah Bliatar. Penelitian ini dilakukan di lima Daerah Pengamatan (DP), yaitu Kecamatan Bakung (DP 1), Srengat (DP 2), Udanawu (DP 3), Sukorejo (DP 4), dan Selorejo (DP 5). Daftar tanyaan yang digunakan sebanyak 400 glos yang berupa daftar kata Swades (200) dan kosakata budaya dasar (200). Analisis dilakukan secara leksikal dengan menggunakan penghitungan dialektometri. Walaupun demikian, dalam penelitian ini tetap dilakukan analisis fonologis sebagai pendukung penentuan status secara leksikal. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, berdasarkan penghitungan dialektometri didapatkan hasil yaitu, a) status isolek di wilayah Blitar adalah tanpa beda, beda wicara, dan beda subdialek;  b) status isolek tanpa beda terdapat pada DP 2 dengan 3 dan DP 2 dengan 4, tetapi kedekatan bahasanya lebih dekat DP 2 dengan DP 3. Hal itu terjadi karena wilayah DP 2 dan DP 3 mendapat pengaruh bahasa yang hampir sama, yaitu dari daerah Kediri dan Tulungagung. Hasil pasil Hpenghitungan dialektometri pada DP 3 dan DP 4 adalah 18%.; c)  status isolek beda wicara terdapat pada DP 1 dengan 2, DP 1 dengan DP 3, DP 1 dengan DP 4, DP 3 dengan DP 4, dan DP 4 dengan DP 5. Diantara status beda wicara tersebut, hubungan isolek yang lebih dekat terdapat pada DP 3 dan 4. Hal itu terjadi karena DP 4 sebagai pusat pemerintahan yang berada di wilayah Kota Blitar lebih terbuka menerima pengaruh dari daerah lain. Selain itu, kedekatan hubungan isolek DP 3 dan 4 karena wilayah DP 3 juga lebih dekat dari DP 4 dibandingkan wilayah DP 1 dan 5 dengan DP 4. Hasil pasil Hpenghitungan dialektometri pada DP 3 dan DP 4 adalah 25%; dan d) status isolek beda subdialek terdapat pada DP 1 dengan 5, DP 2 dengan DP 5, dan DP 3 dengan DP 5. Dengan demikian, DP 5 merupakan subdialek tersendiri karena banyak mendapat pengaruh dari bahasa Jawa Malangan walaupun bahasa Jawa Standar masih banyak juga pengaruhnya di daerah tersebut. Kedua, berdasarkan penghitungan dialektometri, deskripsi perbedaan leksikal yang dikuatkan dengan deskripsi perbedaan fonologis yang berupa korespondensi vokal dan konsonan, variasi vokal dan konsonan, serta deskripsi perbedaan morfologis dapat disimpulkan bahwa di wilayah Blitar mempunyai dua kelompok (subdialek) yang berbeda yaitu, subdialek  Jawa Selorejo yang mendapat pengaruh subdialek Surabaya atau Malangan dan subdialek Jawa Bakung-Srengat-Udanawu-Sukorejo yang mendapat pengaruh subdialek Jawa standar  (Solo-Yogya) atau Mataraman.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Bahasa Jawa di Wilayah Blitar (Kajian Dialektologis)

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Tri Winiasih

    Tanggal Penelitian : 01-01-2013

    Abstrak :

    Penelitian yang berjudul Bahasa Jawa di Wilayah Blitar (Kajian Dialektologis) ini bertujuan untuk mengidentifikasi status isolek dan mendeskripsikan variasi leksikal bahasa Jawa di Wilayah Bliatar. Penelitian ini dilakukan di lima Daerah Pengamatan (DP), yaitu Kecamatan Bakung (DP 1), Srengat (DP 2), Udanawu (DP 3), Sukorejo (DP 4), dan Selorejo (DP 5). Daftar tanyaan yang digunakan sebanyak 400 glos yang berupa daftar kata Swades (200) dan kosakata budaya dasar (200). Analisis dilakukan secara leksikal dengan menggunakan penghitungan dialektometri. Walaupun demikian, dalam penelitian ini tetap dilakukan analisis fonologis sebagai pendukung penentuan status secara leksikal. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, berdasarkan penghitungan dialektometri didapatkan hasil yaitu, a) status isolek di wilayah Blitar adalah tanpa beda, beda wicara, dan beda subdialek;  b) status isolek tanpa beda terdapat pada DP 2 dengan 3 dan DP 2 dengan 4, tetapi kedekatan bahasanya lebih dekat DP 2 dengan DP 3. Hal itu terjadi karena wilayah DP 2 dan DP 3 mendapat pengaruh bahasa yang hampir sama, yaitu dari daerah Kediri dan Tulungagung. Hasil pasil Hpenghitungan dialektometri pada DP 3 dan DP 4 adalah 18%.; c)  status isolek beda wicara terdapat pada DP 1 dengan 2, DP 1 dengan DP 3, DP 1 dengan DP 4, DP 3 dengan DP 4, dan DP 4 dengan DP 5. Diantara status beda wicara tersebut, hubungan isolek yang lebih dekat terdapat pada DP 3 dan 4. Hal itu terjadi karena DP 4 sebagai pusat pemerintahan yang berada di wilayah Kota Blitar lebih terbuka menerima pengaruh dari daerah lain. Selain itu, kedekatan hubungan isolek DP 3 dan 4 karena wilayah DP 3 juga lebih dekat dari DP 4 dibandingkan wilayah DP 1 dan 5 dengan DP 4. Hasil pasil Hpenghitungan dialektometri pada DP 3 dan DP 4 adalah 25%; dan d) status isolek beda subdialek terdapat pada DP 1 dengan 5, DP 2 dengan DP 5, dan DP 3 dengan DP 5. Dengan demikian, DP 5 merupakan subdialek tersendiri karena banyak mendapat pengaruh dari bahasa Jawa Malangan walaupun bahasa Jawa Standar masih banyak juga pengaruhnya di daerah tersebut. Kedua, berdasarkan penghitungan dialektometri, deskripsi perbedaan leksikal yang dikuatkan dengan deskripsi perbedaan fonologis yang berupa korespondensi vokal dan konsonan, variasi vokal dan konsonan, serta deskripsi perbedaan morfologis dapat disimpulkan bahwa di wilayah Blitar mempunyai dua kelompok (subdialek) yang berbeda yaitu, subdialek  Jawa Selorejo yang mendapat pengaruh subdialek Surabaya atau Malangan dan subdialek Jawa Bakung-Srengat-Udanawu-Sukorejo yang mendapat pengaruh subdialek Jawa standar  (Solo-Yogya) atau Mataraman.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Jawa
    Provinsi Aceh Bahasa Jawa yang berada di wilayah Provinsi Aceh dituturkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh ...
  • Jawa
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatera Utara dituturkan di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat; Desa Sengon Sari, ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa