Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Dalwiningsih
Tanggal Penelitian : 01-01-2013
Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan kualitas penerjemahan yang digunakan dalam novel-novel best seller. Dalam novel tersebut terdapat beragam karakteristik penerjemahan yang digunakan oleh sang penerjemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti terhadap hasil penerjemahan novel tersebut adalah terdapat lebih dari satu macam teknik menilai penerjemahan. Teknik yang digunakan untuk menilai terjemahan antara lain, uji keakuratan, uji keterbacaan, uji kewajaran, uji keterpahaman, uji kekonsistenan, dan terjemahan balik. Peneliti menggunakan teknik terjemahan balik untuk mengetahui hasil terjemahan. Teknik ini memberikan hasil terjemahan dari bahasa sumber ke bahasa target dan sebaliknya. Secara umum terjemahan novel-novel best seller sudah sempurna dan dapat dipahami pengalihan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran oleh pembaca. Dari hasil terjemahan yang diberikan oleh responden, bentuk terjemahan dalam bahasa sasaran mempunyai tingkat kemiripan bentuk hasil terjemahan yang serupa. Hal ini dimungkinkan karena keterbacaan dan terjemahan menggunakan bahasa yang relatif umum dan lazim dalam bahasa komunikasi.