• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Karakteristik Cerita Bersambung (Cerbung) dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 1981—2012

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Ni Nyoman Tanjung Turaeni

Tanggal Penelitian : 01-01-2013

Abstrak :Sastra Jawa modern merupakan karya sastra yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat Jawa. Di dalam sastra ini diungkapkan nilai-nilai yang dengan keindahan bahasanya. Oleh sebab itu sastra ini disebut sebagai karya yang adiluhung. Keadiluhungan karya sastra ini, terletak pada pesan yang disampaikan pengarang, dan pemikiran-pemikiran tentang Jawa yang patut kita kembangkan sebagai nilai sastra yang adiluhung. Penelitian ini menggunakan teori struktural, teori semiotik, dan teori pembacaan. Ketiga teori ini digunakan secara bersama-sama untuk memahami wacana teks secara utuh. Teori struktural dimanfaatkan untuk memahami keterkaitan unsur-unsur yang membangun cerita, teori pembacaan untuk memahami kompetensi bahasa atau wacana dalam teks, dan teori semiotik untuk memahami gejala-gejala di balik wacana yang diungkapkan dalam teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif (penelitian kepustakaan) dan bersifat deskripsi analitis. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik catat dan simak, serat teknik terjemahan. Metode ini juga dipadukan dengan metode hermeneutic, guna mengungkap karakteristik cerita bersambung tersebut. Hasil temuannya meliputi alur dan pengaluran, tokoh dan penokohan, tema dan amanat. Tokoh dan penokohan bersifat tipologis dan ada pula yang bersifat psikologis, yang paling dominan adalah tokoh dan penokohan bersifat tipologis. Alur dan pengaluran ada yang konvensional (logis-kronologis) Tema dominan mengandung unsur kemanusiaan dan perjuangan yaitu bertemakan sosial peristiwa-peristiwa yang terjadi tidak jauh dari lingkungan masyarakat seperti percintaa, dan perjuangan. Dan amanat adalah sebagaian besar menyampaikan pesan moral yang terjadi dalam masyarakat khususnya masyarakat Jawa seperti jangan memandang sesuatu dari satu sisi, hidup tawakal menghadapi cobaan, dan jujur membela kebenaran. Karakteristik yang tercermin adalah ekstraestetis yaitu meliputi pemahaman terhadap nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat, seperti pemahaman nilai-nilai budaya yang berlaku pada masyarakat Jawa. Pemanfaatan adat dan tradisi dan pemanfaatan adat dan modernitas seperti pemanfaat adat dan tradisi budaya Jawa yang terjadi dalam cerita dan pemanfaatan modernitas dalam budaya Jawa yang tertuang dalam cerita. Dan yang menjadi pokok persoalan yang dilukiskan dalam karya-karya tersebut adalah nasib orang-orang kecil yang ada di pedesaan, dan kekerasan hidup

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Cerita Wayang
    Wayang merupakan cerita yang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang kemudian dikembangkan dalam tradisi pertunjukan wayang. Wayang itu sendiri merupakan boneka tiruan orang yang terbuat ...
  • Cerita Kentrung Sarahwulan
    Suku : Jawa Timur Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Jawa Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tuban Penyebaran: Semarang, Pati, Jepara, Blora, dan Tuban  Cerita kentrung dimainkan pada ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  • Cerita Detektif
    Cerita detektif memiliki ciri khas, yaitu ragam cerita yang mengungkapkan rahasia suatu pembunuhan. Dalam cerita detektif pertama-tama harus ada mayat atau peristiwa kematian sebagai hasil ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Karakteristik Cerita Bersambung (Cerbung) dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 1981—2012

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Ni Nyoman Tanjung Turaeni

    Tanggal Penelitian : 01-01-2013

    Abstrak :Sastra Jawa modern merupakan karya sastra yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat Jawa. Di dalam sastra ini diungkapkan nilai-nilai yang dengan keindahan bahasanya. Oleh sebab itu sastra ini disebut sebagai karya yang adiluhung. Keadiluhungan karya sastra ini, terletak pada pesan yang disampaikan pengarang, dan pemikiran-pemikiran tentang Jawa yang patut kita kembangkan sebagai nilai sastra yang adiluhung. Penelitian ini menggunakan teori struktural, teori semiotik, dan teori pembacaan. Ketiga teori ini digunakan secara bersama-sama untuk memahami wacana teks secara utuh. Teori struktural dimanfaatkan untuk memahami keterkaitan unsur-unsur yang membangun cerita, teori pembacaan untuk memahami kompetensi bahasa atau wacana dalam teks, dan teori semiotik untuk memahami gejala-gejala di balik wacana yang diungkapkan dalam teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif (penelitian kepustakaan) dan bersifat deskripsi analitis. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik catat dan simak, serat teknik terjemahan. Metode ini juga dipadukan dengan metode hermeneutic, guna mengungkap karakteristik cerita bersambung tersebut. Hasil temuannya meliputi alur dan pengaluran, tokoh dan penokohan, tema dan amanat. Tokoh dan penokohan bersifat tipologis dan ada pula yang bersifat psikologis, yang paling dominan adalah tokoh dan penokohan bersifat tipologis. Alur dan pengaluran ada yang konvensional (logis-kronologis) Tema dominan mengandung unsur kemanusiaan dan perjuangan yaitu bertemakan sosial peristiwa-peristiwa yang terjadi tidak jauh dari lingkungan masyarakat seperti percintaa, dan perjuangan. Dan amanat adalah sebagaian besar menyampaikan pesan moral yang terjadi dalam masyarakat khususnya masyarakat Jawa seperti jangan memandang sesuatu dari satu sisi, hidup tawakal menghadapi cobaan, dan jujur membela kebenaran. Karakteristik yang tercermin adalah ekstraestetis yaitu meliputi pemahaman terhadap nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat, seperti pemahaman nilai-nilai budaya yang berlaku pada masyarakat Jawa. Pemanfaatan adat dan tradisi dan pemanfaatan adat dan modernitas seperti pemanfaat adat dan tradisi budaya Jawa yang terjadi dalam cerita dan pemanfaatan modernitas dalam budaya Jawa yang tertuang dalam cerita. Dan yang menjadi pokok persoalan yang dilukiskan dalam karya-karya tersebut adalah nasib orang-orang kecil yang ada di pedesaan, dan kekerasan hidup

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Cerita Wayang
    Wayang merupakan cerita yang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang kemudian dikembangkan dalam tradisi pertunjukan wayang. Wayang itu sendiri merupakan boneka tiruan orang yang terbuat ...
  • Cerita Kentrung Sarahwulan
    Suku : Jawa Timur Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Jawa Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tuban Penyebaran: Semarang, Pati, Jepara, Blora, dan Tuban  Cerita kentrung dimainkan pada ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  • Cerita Detektif
    Cerita detektif memiliki ciri khas, yaitu ragam cerita yang mengungkapkan rahasia suatu pembunuhan. Dalam cerita detektif pertama-tama harus ada mayat atau peristiwa kematian sebagai hasil ...
  • Cerita Wayang
    Wayang merupakan cerita yang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang kemudian dikembangkan dalam tradisi pertunjukan wayang. Wayang itu sendiri merupakan boneka tiruan orang yang terbuat ...
  • Cerita Kentrung Sarahwulan
    Suku : Jawa Timur Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Jawa Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tuban Penyebaran: Semarang, Pati, Jepara, Blora, dan Tuban  Cerita kentrung dimainkan pada ...
  • Hadiah Majalah Kisah
    Hadiah Majalah Kisah diberikan oleh majalah Kisah pada setiap tahun untuk karya sastra yang dianggap berbobot. Besar hadiah yang diberikan mula-mula Rp200,00. Pada tahun 1953 juri memberikan ...
  • Hadiah Sastra Majalah Horison
    Hadiah Horison pertama kali diberikan pada tahun 1969 untuk karya-karya sastra terbaik yang telah dimuat dalam Horison tahun 1966, 1967, dan 1968. Hadiah itu berupa uang sebesar Rp5.000,00. Di ...
  • Cerita Detektif
    Cerita detektif memiliki ciri khas, yaitu ragam cerita yang mengungkapkan rahasia suatu pembunuhan. Dalam cerita detektif pertama-tama harus ada mayat atau peristiwa kematian sebagai hasil ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa