Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Dian Roesmiati
Tanggal Penelitian : 01-01-2013
Abstrak :Penelitian ini bertujuan mendeskripsikankan estetika puisi tahun 1980—2000 dalam puisi-puisi koran Surabaya Post. Kondisi sosial masyarakat dan kritik sosial yang tecermin dalam drama Orang-Orang Bawah Tanah Karya Ilham Zoebazary. Drama Orang-Orang Bawah Tanah merupakan refleksi pikiran pengarang tentang upaya untuk menyampaikan sikap terhadap ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama Orang-Orang Bawah Tanah karya Ilham Zoebazary terbitan Visart Global Media (2009), sedangkan data penelitian ini berupa kata, ungkapan, kalimat, serta peristiwa yang ada dalam naskah drama dan di dalamnya terkandung gagasan mengenai unsur-unsur cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pencatatan. Penelitian ini berhasil menemukan masalah politik dan ekonomi yang dominan dalam drama Orang-Orang Bawah Tanah yang terkait dengan kondisi sosial masyarakat era orde baru. Selain itu, terdapat berbagai kritik yang terdapat dalam drama Orang-Orang Bawah Tanah terkait dengan isu politik dan kelas sosial. Di antaranya, (1) kritik sosial yang berhubungan dengan kelas sosial, (2) kritik terhadap penculikan yang dilakukan aparat kepada orang yang tidak bersalah, dan (3) kritik terhadap para pejabat yang hanya memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri