Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Jenis : kisah
Aksara: Arab
Bahasa: Melayu
Tidak terdapat nama penulis atau penyalin naskah, halaman kolofon hanya menjelaskan naskah ditulis atas permintaan Tuan Von de Wall. Naskah ini disusun dalam beberapa kumpulan naskah, bagian sampul depan belakang dijilidi karton tebal dilapisi kain berwarna hitam kecoklatan. Secara umum naskah dalam kondisi baik dan terbaca, tetapi kertas bagian pinggir kiri bawah tampak berlubang-lubang. Lubang tersebut tembus dari halaman awal sampai akhir. Pada sebagian kertas terdapat bercak-bercak hitam karena lembab, halaman 3—11 kertas bagian tengah naskah dilaminasi. Cerita Pak Belalang sudah dibukukan oleh R.O. Winstedt dan Sturrock dalam ‘Cherita Jenaka’ Singapore 1908, Malay Literature Series 6. Rupanya R.O. Winstedt mempergunakan sebuah versi lain dari cerita Pak Belalang, ini terlihat dari beberapa episode yang berlainan dengan naskah W. 212. Dalam pendahuluan bukunya itu, R.O. Winstedt menyebutkan bahwa cerita Pak Belalang-nya ini diambil dari naskah Perlak, kepunyaan koleksi pribadi.
Peneliti: Rohim