Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Jenis : keagamaan
Cerita Sama’un adalah salah satu karya sastra tradisional yang memiliki tingkat penyebaran cukup meluas di Nusantara. Isi ceritanya diadopsi dari cerita yang terkait dengan hubungan diplomatik antara Mekah dan Mesir pada masa awal penyebaran Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Latar Mekah dan Mesir oleh para penulis naskah Nusantara disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Wawacan Sama’un memiliki tema yang sangat penting, mengingat fungsinya yang sakral dalam masyarakat Sunda. Ketertarikan masyarakat pada Wawacan Sama’un salah satunya disebabkan oleh isi atau tema tersebut. Salah satu tanda tokoh Sama’un akan menjadi orang besar adalah proses kelahirannya yang di luar kewajaran. Seorang bayi laki-laki yang baru lahir ke dunia mampu berbicara dan dapat mengislamkan kedua orang tuanya yang kafir, adalah salah satu nilai yang ingin ditanamkan orang tua yang baru mempunyai anak, kelak sifatnya meniru keberanian Sama’un dalam menegakkan keadilan dan memberantas kebatilan. Jiwa pantang menyerah, mendahulukan kepentingan umat, setia kepada rasul, penyabar, hormat kepada orang tua, dan senantiasa teguh dalam mengemban amanat adalah ciri-ciri jiwa kepemimpinan pada tokoh Sama’un.
Peneliti: Rohim