• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Estetika dan Nilai Budaya Serat Wulang Reh

Kategori: Penelitian Sastra

 

Peneliti : Andi Asmara

Tanggal Penelitian : 01-01-2007

Abstrak :

Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Serat Wulang Reh agar dapat diaktualisasikan oleh masyarakat masa kini. Teori yang digunakan adalah teori strukturalisme dinamik dan pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah Serat Wulang Reh yang telah disunting oleh Darusuprapta dan diterbitkan oleh penerbit PT Citra Jaya Murti pada tahun 1992 dengan judul Serat Wulang Reh Anggitan Dalem Sri Pakubuwana IV.

Penelitian ini memaparkan bahwa Serat Wulang Reh mengandung estetika yang bernilai tinggi karena ditulis dalam bentuk tembang macapat dengan aturan-aturan kesastraaan yang ketat menyangkut guru sastra, guru bhasa, dan guru gatra. Dari segi bahasa, pilihan bunyi, kata, dan bentuk-bentuk katanya sangat serasi dan harmonis. Dalam penamaan pupuh-pupuhnya digunakan teknik langsung dan teknik sasmita tembang. Serat Wulang Reh berisi ajaran adiluhung, seperti  nilai ketuhanan, kerohanian, kemanusiaan, sopan santun, dan kesetiaan. Ajaran-ajaran itu bersifat universal sehingga tetap relevan dan bermanfaat apabila diterapkan pada masa kini. Pesan moralnya tetap relevan hingga kini sehingga masih banyak orang yang mengenalnya.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Kaureh
    Provinsi Papua Bahasa Kaureh dituturkan oleh masyarakat di Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, bahasa Kaureh berbatasan dengan wilayah tutur ...
  • Budaya
    Budaya merupakan majalah kebudayaan bulanan berbahasa Indonesia, terbit perdana pada bulan Januari 1952 oleh Jawatan Kebudayaan Kementerian P.P. & K. Redaksi/administrasi majalah ini beralamat ...
  • Budaya Jaya
    Budaya Jaya merupakan majalah kebudayaan umum yang terbit sebulan sekali dan memuat karya sastra. Majalah itu mulai terbit tanggal 2 Juni 1968. Isi dan misi majalah Budaya Jaya tidak pernah ...
  • Yayasan Bentang Budaya
    Yayasan Bentang Budaya merupakan penerbit yang lebih banyak menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Karena merupakan bagian dari budaya, buku-buku sastra (termasuk karya sastra) banyak ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Estetika dan Nilai Budaya Serat Wulang Reh

    Kategori: Penelitian Sastra

     

    Peneliti : Andi Asmara

    Tanggal Penelitian : 01-01-2007

    Abstrak :

    Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Serat Wulang Reh agar dapat diaktualisasikan oleh masyarakat masa kini. Teori yang digunakan adalah teori strukturalisme dinamik dan pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah Serat Wulang Reh yang telah disunting oleh Darusuprapta dan diterbitkan oleh penerbit PT Citra Jaya Murti pada tahun 1992 dengan judul Serat Wulang Reh Anggitan Dalem Sri Pakubuwana IV.

    Penelitian ini memaparkan bahwa Serat Wulang Reh mengandung estetika yang bernilai tinggi karena ditulis dalam bentuk tembang macapat dengan aturan-aturan kesastraaan yang ketat menyangkut guru sastra, guru bhasa, dan guru gatra. Dari segi bahasa, pilihan bunyi, kata, dan bentuk-bentuk katanya sangat serasi dan harmonis. Dalam penamaan pupuh-pupuhnya digunakan teknik langsung dan teknik sasmita tembang. Serat Wulang Reh berisi ajaran adiluhung, seperti  nilai ketuhanan, kerohanian, kemanusiaan, sopan santun, dan kesetiaan. Ajaran-ajaran itu bersifat universal sehingga tetap relevan dan bermanfaat apabila diterapkan pada masa kini. Pesan moralnya tetap relevan hingga kini sehingga masih banyak orang yang mengenalnya.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Kaureh
    Provinsi Papua Bahasa Kaureh dituturkan oleh masyarakat di Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, bahasa Kaureh berbatasan dengan wilayah tutur ...
  • Budaya
    Budaya merupakan majalah kebudayaan bulanan berbahasa Indonesia, terbit perdana pada bulan Januari 1952 oleh Jawatan Kebudayaan Kementerian P.P. & K. Redaksi/administrasi majalah ini beralamat ...
  • Budaya Jaya
    Budaya Jaya merupakan majalah kebudayaan umum yang terbit sebulan sekali dan memuat karya sastra. Majalah itu mulai terbit tanggal 2 Juni 1968. Isi dan misi majalah Budaya Jaya tidak pernah ...
  • Yayasan Bentang Budaya
    Yayasan Bentang Budaya merupakan penerbit yang lebih banyak menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Karena merupakan bagian dari budaya, buku-buku sastra (termasuk karya sastra) banyak ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  • Kaureh
    Provinsi Papua Bahasa Kaureh dituturkan oleh masyarakat di Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, bahasa Kaureh berbatasan dengan wilayah tutur ...
  • Budaya
    Budaya merupakan majalah kebudayaan bulanan berbahasa Indonesia, terbit perdana pada bulan Januari 1952 oleh Jawatan Kebudayaan Kementerian P.P. & K. Redaksi/administrasi majalah ini beralamat ...
  • Budaya Jaya
    Budaya Jaya merupakan majalah kebudayaan umum yang terbit sebulan sekali dan memuat karya sastra. Majalah itu mulai terbit tanggal 2 Juni 1968. Isi dan misi majalah Budaya Jaya tidak pernah ...
  • Yayasan Bentang Budaya
    Yayasan Bentang Budaya merupakan penerbit yang lebih banyak menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Karena merupakan bagian dari budaya, buku-buku sastra (termasuk karya sastra) banyak ...
  • Hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional
    Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) ini sebelumnya bernama Lembaga Kebudayaan Indonesia. Badan ini memberikan hadiah untuk seni tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan patung, serta ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa