Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Dian Roesmiati
Tanggal Penelitian : 01-01-2002
Abstrak :
Tujuan penelitian ini adalah mengukur kemampuan siswa kelas IIB SLTP Negeri 7 Kota Mojokerto dalam pembelajaran cerpen dengan metode ganti latar. Sumber data penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IIB SLTPN 7 Kota Mojokerto. Data penelitian ini adalah data tulis dan lisan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan seperangkat teks dan tes kemampuan ganti latar dalam cerpen kepada murid-murid yang terpilih sebagai sampel serta dengan menyebarkan angket.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pembelajaran cerpen dengan metode ganti latar di SLTP Negeri 7 Kota Mojokerto dapat dilaksanakan dengan lancar karena metode tersebut mudah diterima serta mudah dipahami oleh para siswa. Kedua, kemampuan sisiwa kelas IIB SLTP Negeri 7 Kota Mojokerto dalam pembelajaran cerpen dengan menggunakan metode ganti latar menunjukkan bahwa siswa tersebut sudah paham dan mampu dalam pembelajaran cerpen. Dengan hasil itu, para guru diharapkan dapat menindaklanjutinya. Pengajaran sastra tidak hanya kegiatan yang dilakukan di dalam kelas, melainkan juga beraktivitas di luar kelas sehingga kemampuan siswa dapat dikembangkan secara maksimal.