Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Dede Hidayatullah
Tanggal Penelitian : 03-12-2012
Abstrak :
Pada hakekatnya, karya sastra merupakan hasil kontemplasi pengarang secara imajinatif yang dipengaruhi oleh faktor faktor sosiokultural. Salah satu corak yang memberikan warna lain bagi novel adalah adanya penggunaan latar belakang sosiobudaya masyarakat daerah tertentu dalam penciptaan novelnya tersebut. Hal ini mengakibatkan ini mengakibatkan diperlukannya pengetahuan tentang masyarakat itu agar dapat memahami makna novel yang bersangkutan secara mendalam. Karya sastra yang masuk dalam kategori ini adalah novel Menolak Panggilan Pulang karya Ngarto Pebruana. Menolak Panggilan Pulang berbicara tentang kisah manusia di wilayah Loksado, di pedalaman Kalimantan Selatan. Wilayah ini dapat dikatakan terpencil, dan jauh dari kota. Oleh karena isi novel ini banyak menceritakan kehidupan masyarakat Dayak Meratus yang terpinggirkan, penelitia tertarik untuk meneliti novel Menolak Panggilan Pulang dengan pendekatan struruktur dan nilai budaya. Hal ini dilakukan karena peneliti ingin memahami novel Menolak Panggilan Pulang secara lebih mendalam. Selain itu, novel ini dapat memberikan informasi tentang nilai budaya dan kearifan suku Dayak Meratus