• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Nilai Agama di Mata A.A. Navis (Cerpen Robohnya Surau Kami)

Kategori: Penelitian Sastra

 

Peneliti : Mulawati

Tanggal Penelitian :

Dipublikasikan : TERBIT

Tahun Terbit : 2008

Abstrak :

Cerita pendek adalah salah satu sarana kita belajar tentang berbagai aspek kehidupan termasuk di dalamnya aspek keagamaan. Nilai agama bukanlah dominasi para ulama saja melainkan juga lahan kreatif sastrawan. Di tangan mereka kita bisa mengecap cita rasa berbeda aspek keagamaan. A.A. Navis adalah seorang sastrawan yang terkenal dengan kalimat ironis yang bernafaskan keagamaan. Dalam cerpen robohnya surau kami, Navis menampilkan kisah dalam kisah yang membuat kita menyadari kekeliruan cara kita berinteraksi dengan agama.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • A. A. Navis
    A. A. Navis, yang nama lengkapnya Ali Akbar Navis, lahir di Kampung Jawa, Padang Panjang, Sumatra Barat pada 17 November 1924 dan meninggal pada 22 Maret 2003 di Padang setelah menjalani perawatan ...
  • Lematang
    Provinsi Sumatra Selatan Bahasa Lematang dituturkan di wilayah Desa Serdang Menang, Desa Sungai Ceper, Desa Suka Cinta, Kabupaten Ogan Komering Ilir; Desa Ulak Kerbau Lama, Desa Rantau Alai, ...
  • Robohnya Surau Kami
    Robohnya Surau Kami merupakan judul kumpulan cerita pendek A.A. Navis. Judul itu juga merupakan cerpen Navis yang paling terkenal dan banyak dibicarakan orang. Cerpen ini pertama kali terbit dalam ...
  • Nenek Moyangku Air Mata
    Nenek Moyangku Air Mata merupakan kumpulan sajak karya D. Zawawi Imron yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta, tahun 1985 dengan tebal 86 halaman. Kumpulan sajak tersebut berisi 67 sajak ...
  • Mata Pisau
    Mata Pisau diangkat sebagai judul buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono yang kedua setelah Duka-Mu Abadi pada tahun 1974. Buku kumpulan sajak yang kedua tersebut diterbitkan oleh Sajak ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Nilai Agama di Mata A.A. Navis (Cerpen Robohnya Surau Kami)

    Kategori: Penelitian Sastra

     

    Peneliti : Mulawati

    Tanggal Penelitian :

    Dipublikasikan : TERBIT

    Tahun Terbit : 2008

    Abstrak :

    Cerita pendek adalah salah satu sarana kita belajar tentang berbagai aspek kehidupan termasuk di dalamnya aspek keagamaan. Nilai agama bukanlah dominasi para ulama saja melainkan juga lahan kreatif sastrawan. Di tangan mereka kita bisa mengecap cita rasa berbeda aspek keagamaan. A.A. Navis adalah seorang sastrawan yang terkenal dengan kalimat ironis yang bernafaskan keagamaan. Dalam cerpen robohnya surau kami, Navis menampilkan kisah dalam kisah yang membuat kita menyadari kekeliruan cara kita berinteraksi dengan agama.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • A. A. Navis
    A. A. Navis, yang nama lengkapnya Ali Akbar Navis, lahir di Kampung Jawa, Padang Panjang, Sumatra Barat pada 17 November 1924 dan meninggal pada 22 Maret 2003 di Padang setelah menjalani perawatan ...
  • Lematang
    Provinsi Sumatra Selatan Bahasa Lematang dituturkan di wilayah Desa Serdang Menang, Desa Sungai Ceper, Desa Suka Cinta, Kabupaten Ogan Komering Ilir; Desa Ulak Kerbau Lama, Desa Rantau Alai, ...
  • Robohnya Surau Kami
    Robohnya Surau Kami merupakan judul kumpulan cerita pendek A.A. Navis. Judul itu juga merupakan cerpen Navis yang paling terkenal dan banyak dibicarakan orang. Cerpen ini pertama kali terbit dalam ...
  • Nenek Moyangku Air Mata
    Nenek Moyangku Air Mata merupakan kumpulan sajak karya D. Zawawi Imron yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta, tahun 1985 dengan tebal 86 halaman. Kumpulan sajak tersebut berisi 67 sajak ...
  • Mata Pisau
    Mata Pisau diangkat sebagai judul buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono yang kedua setelah Duka-Mu Abadi pada tahun 1974. Buku kumpulan sajak yang kedua tersebut diterbitkan oleh Sajak ...
  • A. A. Navis
    A. A. Navis, yang nama lengkapnya Ali Akbar Navis, lahir di Kampung Jawa, Padang Panjang, Sumatra Barat pada 17 November 1924 dan meninggal pada 22 Maret 2003 di Padang setelah menjalani perawatan ...
  • Lematang
    Provinsi Sumatra Selatan Bahasa Lematang dituturkan di wilayah Desa Serdang Menang, Desa Sungai Ceper, Desa Suka Cinta, Kabupaten Ogan Komering Ilir; Desa Ulak Kerbau Lama, Desa Rantau Alai, ...
  • Robohnya Surau Kami
    Robohnya Surau Kami merupakan judul kumpulan cerita pendek A.A. Navis. Judul itu juga merupakan cerpen Navis yang paling terkenal dan banyak dibicarakan orang. Cerpen ini pertama kali terbit dalam ...
  • Nenek Moyangku Air Mata
    Nenek Moyangku Air Mata merupakan kumpulan sajak karya D. Zawawi Imron yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta, tahun 1985 dengan tebal 86 halaman. Kumpulan sajak tersebut berisi 67 sajak ...
  • Mata Pisau
    Mata Pisau diangkat sebagai judul buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono yang kedua setelah Duka-Mu Abadi pada tahun 1974. Buku kumpulan sajak yang kedua tersebut diterbitkan oleh Sajak ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa