• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Struktur Sastra Lisan Sulawesi Tenggara

Kategori: Penelitian Sastra

 

Peneliti : SYAIFUDDIN, dkk

Tanggal Penelitian : 01-01-2009

Abstrak :

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lisan yang diperoleh dari masyarakat Sulawesi Tenggara yang berada di berbagai kota dan kabupaten. Cerita rakyat yang menjadi data adalah “Konggaaha” dari Tolaki, “La Ganta-ganta da Rake Namo Mandara” dari Moronene, “Ngka-ngkasi” dari Muna, dan “Laontontolu” dari suku Wolio. Metode yang digunakan di dalam penelitian adalah studi pustaka dan metode  lapangan yang bersifat kualitatif.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita lisan tersebut memperlihatkan penamaan yang beragam pula. Keberagaman yang ada di dalam keempat cerita lisan itu dapat ditelusuri dari jenis namanya. Nama tokoh dapat  mencerminkan watak tokoh. Tema keempat cerita lisan memiliki keseragaman yakni kebaikan melawan kejahatan. Latar keempat cerita beragam pula, “Konggaaha” dari Tolaki berlatar daerah atau kampung yang khas lokal seperti Unenapo Bukit Kolumba, dan Sungai Balandete , “La Ganta-ganta da Rake Namo Mandara” dari Moronene tidak menyatakan latar tempat secara eksplisit, “Ngka-ngkasi” dari Muna mengambil latar tempat sebuah kampung di sebuah wilayah kerajaan, dan “Laontontolu” dari suku Wolio berupa latar istana (darat, bumi). Keempat cerita memiliki pengaluran cerita yang sederhana. Alur bergerak maju.

 

            Kata Kunci: struktur, sastra lisan, Sulawesi Tenggara

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tradisi Lisan Bebetu
    Suku : Olilit Timur Genre : Teka-Teki Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Bebetu merupakan bentuk folklor lisan yang tergolong dalam pertanyaan tradisional, ...
  • Tradisi Lisan Kana
    Suku : Dayak Desa Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Malinau Kana adalah salah satu jenis folklor lisan masyarakat suku Dayak. Kana tergolong ke dalam cerita ...
  • Tradisi Lisan Onjai
    Suku : Melayu Rokan Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Riau Kabupaten/Kota: Kabupaten.Rokan Hulu Kecamatan: Rokan IV Koto Desa: Cipang Kiri Hulu Penyebaran: Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Struktur Sastra Lisan Sulawesi Tenggara

    Kategori: Penelitian Sastra

     

    Peneliti : SYAIFUDDIN, dkk

    Tanggal Penelitian : 01-01-2009

    Abstrak :

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lisan yang diperoleh dari masyarakat Sulawesi Tenggara yang berada di berbagai kota dan kabupaten. Cerita rakyat yang menjadi data adalah “Konggaaha” dari Tolaki, “La Ganta-ganta da Rake Namo Mandara” dari Moronene, “Ngka-ngkasi” dari Muna, dan “Laontontolu” dari suku Wolio. Metode yang digunakan di dalam penelitian adalah studi pustaka dan metode  lapangan yang bersifat kualitatif.

                Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita lisan tersebut memperlihatkan penamaan yang beragam pula. Keberagaman yang ada di dalam keempat cerita lisan itu dapat ditelusuri dari jenis namanya. Nama tokoh dapat  mencerminkan watak tokoh. Tema keempat cerita lisan memiliki keseragaman yakni kebaikan melawan kejahatan. Latar keempat cerita beragam pula, “Konggaaha” dari Tolaki berlatar daerah atau kampung yang khas lokal seperti Unenapo Bukit Kolumba, dan Sungai Balandete , “La Ganta-ganta da Rake Namo Mandara” dari Moronene tidak menyatakan latar tempat secara eksplisit, “Ngka-ngkasi” dari Muna mengambil latar tempat sebuah kampung di sebuah wilayah kerajaan, dan “Laontontolu” dari suku Wolio berupa latar istana (darat, bumi). Keempat cerita memiliki pengaluran cerita yang sederhana. Alur bergerak maju.

     

                Kata Kunci: struktur, sastra lisan, Sulawesi Tenggara

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tradisi Lisan Bebetu
    Suku : Olilit Timur Genre : Teka-Teki Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Bebetu merupakan bentuk folklor lisan yang tergolong dalam pertanyaan tradisional, ...
  • Tradisi Lisan Kana
    Suku : Dayak Desa Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Malinau Kana adalah salah satu jenis folklor lisan masyarakat suku Dayak. Kana tergolong ke dalam cerita ...
  • Tradisi Lisan Onjai
    Suku : Melayu Rokan Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Riau Kabupaten/Kota: Kabupaten.Rokan Hulu Kecamatan: Rokan IV Koto Desa: Cipang Kiri Hulu Penyebaran: Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tradisi Lisan Bebetu
    Suku : Olilit Timur Genre : Teka-Teki Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Bebetu merupakan bentuk folklor lisan yang tergolong dalam pertanyaan tradisional, ...
  • Tradisi Lisan Kana
    Suku : Dayak Desa Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Malinau Kana adalah salah satu jenis folklor lisan masyarakat suku Dayak. Kana tergolong ke dalam cerita ...
  • Tradisi Lisan Onjai
    Suku : Melayu Rokan Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Riau Kabupaten/Kota: Kabupaten.Rokan Hulu Kecamatan: Rokan IV Koto Desa: Cipang Kiri Hulu Penyebaran: Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa