Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Ramlah Mappau, S.S.
Tanggal Penelitian :
Dipublikasikan : TERBIT
Tahun Terbit : 2005
Abstrak :
Bahasa sastra merupakan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang dipergunakan sehari-hari. Bahasa sastra adalah bahasa yang tidak menurut pada aturan ketatabahasaan sehingga dikatakan di dalam karya sastra terjadi penyimpangan ketatabahasaan. Penyimpangan tersebut disebabkan adanya kebebasan pengarang untuk menciptakan metafora-metafora dan memberi warna yang berbeda terhadap karyanya dan karya pengarang lain. Bidang kajian yang mengkaji perbedaan gaya pengungkapan bahasa di dalam karya sastra adalah stilistika. Pendekatan stilistika digunakan sebagai upaya untuk melihat gaya bahasa sebagai ciri pribadi pengarang. Ahmadun dalam menulis kumpulan cerpen sebutir kepala dan seekor kucing memiliki karakter tersendiri, seperti, repetisi, personifikasi, maupun sinonim kata.