Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Dra. Jerniati I, M.Hum., Drs. David Gustaf Manuputty, M.Hum.
Tanggal Penelitian : 19-01-2009
Dipublikasikan : TERBIT
Abstrak :
Dilihat dari aspek kebahasaan cerita rakyat mempunyai ciri khas, karena sarana bahasa yang digunakan merupakan variasi bahasa hasil eksploitasi pengarang. Untuk dapat mengungkapkan makna yang terdapat dalam sebuah cerita rakyat atau karya sastra umumnya diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang konvensi bahasa. Tanpa memahami konvensi bahasa yang umum tidak mungkin dapat memahami makna sebuah karya sastra. Salah satu yang dapat membantu pemahaman tersebut adalah menelaah karya sastra dengan ‘kaca mata’ stilistika. Masalah pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimana pemanfaatan gaya bahasa dalam cerita rakyat Mandar? 2) Bagaimana penggunaan citraan dalam cerita rakyat Mandar? Hasil yang diharapkan terwujudnya sebuah naskah berupa deskripsi tentang gaya bahasa dan citraan dalam cerita rakyat Mandar. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi data kebahasaan menyangkut bidang stilistika dan data kesusastraan menyangkut cerita rakyat masyarakat Mandar. Metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan adalah metode kepustakaan dan metode linguistik lapangan. Metode kepustakaan dilakukan untuk memperoleh konsep dasar atau teori-teori relevan dengan masalah yang diteliti dengan mencermati buku-buku teks dan hasil penelitian. Metode linguistik lapangan dilakukan untuk memperoleh data di lokasi penelitian baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.