Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Ai' Siti Rohmah
Tanggal Penelitian : 01-01-2007
Abstraksi :
Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pergeseran bahasa pada keluarga kawin campur di Malang. Penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik. Populasi penelitian ini adalah keluarga muda yang kawin campur antara etnis Jawa dengan etnis lain. Sampel penelitian ini adalah wali murid Taman Kanak-Kanak “Anak Saleh” yang ada di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Data penelitian ini berupa data lisan yang dijaring dengan teknik wawancara.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa pergeseran pemakaian bahasa Jawa pada keluarga kawin campur menunjukkan peningkatan pada tiga generasi, yaitu tingkat pergeseran bahasa Jawa pada ibu responden 31, 7 %, pada responden 52, 2 %, dan pada anak responden 83,8 %. Hal itu menunjukkan bahwa pemakaian bahasa Jawa mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Keluarga muda kawin campur lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan anaknya karena beberapa alasan, yaitu (1) bahasa Indonesia dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan berbagai etnis di Indonesia, (2) bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari dan digunakan, (3) sebagai persiapan anak ketika masuk sekolah, dan (4) kurang menguasai bahasa Jawa meskipun berasal dari etnis Jawa.