• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Bahasa Daerah Sebagai Aset Budaya Bangsa: Peluang dan Tantangannya pada Era Globalisasi

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Zainuddin Hakim

Tanggal Penelitian : 01-07-2010

Abstrak :

Bahasa daerah merupakan salah satu asset budaya yang sangat penting dan perlu di lestarikan. Sebanyak 647 bahasa daerah di samping bahasa Indonesia tersebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesi (lihat Sugono, 2007). Angka tersebut kemungkinan masih bergeser naik seiring dengan pemetaan bahasa yang sedang dilaksanakan Pusat Bahasa. Bahasa-bahasa tersebut memiliki fungsi yang sama serta posisi yang sangat kuat karena dijamin oleh Negara melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah. Ke-beradaan bahasa-bahasa itu sekaligus menunjukan kemajemukan bangsa Indonesia. Bahasa daerah juga merupakan ciri etnis dan budaya yang membedakan antara etnis yang satu dengan etnis lainnya atau budaya  yang satu dengan yang lainnya. Itu berarti bahwa bahasa daerah memerlukan perhatian serius untuk dilestarikan. Sebab, kepunahan bahasa berarti kehilangan unsur kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya. Pengembangan dan pelestarian bahasa daerah harus dipandang sebagai suatu kewajiban umum, tidak hanya tugas pemerintah tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat, terutama masyarakat penuturnya.

            Dalam kaitannya dengan globalisasi, bahasa daerah harus tetap eksis dan tetap menjalankan perannya seperti yang tergambar dalam  politik bahasa 2000. Hal ini hanya dapat terwujud jika pemerintah dan seluruh elemen masyarakat serius menangani masalah ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi seharusnya di manfaatkan untuk mendukung pengembangan dan pengayaan bahasa daerah.

            Peluang bahasa daerah untuk tetap eksis dan lestari dalam era global tetap ada karena di perkuat oleh antara lain, (1) Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 32, (2) Undang-undang No. 20 tahun  2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (3) Undang-undang No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, (4) Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Provinsi sebagai daerah otonom. Sementara itu, tantangan yang perlu diatasi secara garis besar ada dua hal, yaitu (1) yang bersifat internal dan (2) bersifat eksternal. Hal-hal yang berhubungan dengan masalah ini akan diungkap dalam pembahasaan. Selain, tulisan ini akan mengulas strategi mengatasi tantangan tersebut menjadi peluang.

Kata kunci: asset budaya, peluang, tantangan, strategi pelestarian.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Anugerah Sagang
    Anugerah Sagang merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang berdedikasi terhadap seni, karya yang dinilai berkualitas, serta pemikiran-pemikiran yang menggerakkan budaya Melayu. ...
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Berangas
    Provinsi Kalimantan Selatan Bahasa Berangas dituturkan oleh masyarakat di Kelurahan Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut pengakuan penduduk, di ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Bahasa Daerah Sebagai Aset Budaya Bangsa: Peluang dan Tantangannya pada Era Globalisasi

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Zainuddin Hakim

    Tanggal Penelitian : 01-07-2010

    Abstrak :

    Bahasa daerah merupakan salah satu asset budaya yang sangat penting dan perlu di lestarikan. Sebanyak 647 bahasa daerah di samping bahasa Indonesia tersebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesi (lihat Sugono, 2007). Angka tersebut kemungkinan masih bergeser naik seiring dengan pemetaan bahasa yang sedang dilaksanakan Pusat Bahasa. Bahasa-bahasa tersebut memiliki fungsi yang sama serta posisi yang sangat kuat karena dijamin oleh Negara melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah. Ke-beradaan bahasa-bahasa itu sekaligus menunjukan kemajemukan bangsa Indonesia. Bahasa daerah juga merupakan ciri etnis dan budaya yang membedakan antara etnis yang satu dengan etnis lainnya atau budaya  yang satu dengan yang lainnya. Itu berarti bahwa bahasa daerah memerlukan perhatian serius untuk dilestarikan. Sebab, kepunahan bahasa berarti kehilangan unsur kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya. Pengembangan dan pelestarian bahasa daerah harus dipandang sebagai suatu kewajiban umum, tidak hanya tugas pemerintah tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat, terutama masyarakat penuturnya.

                Dalam kaitannya dengan globalisasi, bahasa daerah harus tetap eksis dan tetap menjalankan perannya seperti yang tergambar dalam  politik bahasa 2000. Hal ini hanya dapat terwujud jika pemerintah dan seluruh elemen masyarakat serius menangani masalah ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi seharusnya di manfaatkan untuk mendukung pengembangan dan pengayaan bahasa daerah.

                Peluang bahasa daerah untuk tetap eksis dan lestari dalam era global tetap ada karena di perkuat oleh antara lain, (1) Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 32, (2) Undang-undang No. 20 tahun  2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (3) Undang-undang No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, (4) Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Provinsi sebagai daerah otonom. Sementara itu, tantangan yang perlu diatasi secara garis besar ada dua hal, yaitu (1) yang bersifat internal dan (2) bersifat eksternal. Hal-hal yang berhubungan dengan masalah ini akan diungkap dalam pembahasaan. Selain, tulisan ini akan mengulas strategi mengatasi tantangan tersebut menjadi peluang.

    Kata kunci: asset budaya, peluang, tantangan, strategi pelestarian.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Anugerah Sagang
    Anugerah Sagang merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang berdedikasi terhadap seni, karya yang dinilai berkualitas, serta pemikiran-pemikiran yang menggerakkan budaya Melayu. ...
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Berangas
    Provinsi Kalimantan Selatan Bahasa Berangas dituturkan oleh masyarakat di Kelurahan Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut pengakuan penduduk, di ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Anugerah Sagang
    Anugerah Sagang merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang berdedikasi terhadap seni, karya yang dinilai berkualitas, serta pemikiran-pemikiran yang menggerakkan budaya Melayu. ...
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Berangas
    Provinsi Kalimantan Selatan Bahasa Berangas dituturkan oleh masyarakat di Kelurahan Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut pengakuan penduduk, di ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa