• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Penggunaan implikatur dalam percakapan lisan bahasa Indonesia

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Nuraidar Agus, H. Hum.

Tanggal Penelitian : 21-05-2009

Dipublikasikan : TERBIT

Abstrak :

Tulisan ini membahas seluk-beluk implikatur percakapan dalam bahasa Indonesia dengan focus pada bentuk penggunaan implikatur, peranan konteks dan peranan prinsip dasar kerjasama dan prinsip dasar kesopanan. Data diperoleh melalui tuturan atau ungkapan dalam percakapan lisan. Bentuk-bentuk implikatur percakapan lisan dalam bahasa Indonesia menunjukan makna yang menyatakan penolakan, menyatakan perintah atau seruan, mengemukakan alasan, mengemukakan jawaban berimplikasi pada objek lain, menyatakan protes, menyatakan sindiran, menyatakan persetujuan, mengemukakan ajakan atau tawaran, dan menyatakan penilaian. Implikatur digunakan dalam lingkungan sehari-hari terjadi karena adanya pengetahuan yang sama anatara penutur dan mitratutur tentang kebiasaan, situasi, dan kondisi masing-masing dengan mengutamakan prinsip kerjasama dan senantiasa menerapkan prinsip kesopanan.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Bahasa Adang
    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Alor Kecamatan: Katiku Tana Desa: Lenang Kategori: Mengalami Kemunduran Status: belum terkonservasi
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Penggunaan implikatur dalam percakapan lisan bahasa Indonesia

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Nuraidar Agus, H. Hum.

    Tanggal Penelitian : 21-05-2009

    Dipublikasikan : TERBIT

    Abstrak :

    Tulisan ini membahas seluk-beluk implikatur percakapan dalam bahasa Indonesia dengan focus pada bentuk penggunaan implikatur, peranan konteks dan peranan prinsip dasar kerjasama dan prinsip dasar kesopanan. Data diperoleh melalui tuturan atau ungkapan dalam percakapan lisan. Bentuk-bentuk implikatur percakapan lisan dalam bahasa Indonesia menunjukan makna yang menyatakan penolakan, menyatakan perintah atau seruan, mengemukakan alasan, mengemukakan jawaban berimplikasi pada objek lain, menyatakan protes, menyatakan sindiran, menyatakan persetujuan, mengemukakan ajakan atau tawaran, dan menyatakan penilaian. Implikatur digunakan dalam lingkungan sehari-hari terjadi karena adanya pengetahuan yang sama anatara penutur dan mitratutur tentang kebiasaan, situasi, dan kondisi masing-masing dengan mengutamakan prinsip kerjasama dan senantiasa menerapkan prinsip kesopanan.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Bahasa Adang
    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Alor Kecamatan: Katiku Tana Desa: Lenang Kategori: Mengalami Kemunduran Status: belum terkonservasi
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
    Ensiklopedia Sastra Indonesia versi Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Bahasa Adang
    Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Alor Kecamatan: Katiku Tana Desa: Lenang Kategori: Mengalami Kemunduran Status: belum terkonservasi
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa