Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Peneliti : Laila Kurniawaty, S.Pd.
Tanggal Penelitian :
Dipublikasikan : TERBIT
Tahun Terbit : 2005
Abstrak :
Relasi makna merupakan bagian dari kajian linguistik, khususnya dalam tataran semantik. Tulisan ini membahas masalah relasi makna dalam dialek binongko. Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa daerah khususnya dialek Binongko ditemui pula relasi semantik. Dalam dialek Binongko terdapat relasi semantik yang berupa sinonimi, antonimi, polisemi, homonimi, homofon, dan homograf, hiponimi, dan hipenimi.