• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

SIKAP BAHASA PENUTUR BAHASA MELAYU BANGKA DI KECAMATAN KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI BANGKA BELITUNG

Kategori: Penelitian Bahasa

 

Peneliti : Rahmat Muhidin, S.S.

Tanggal Penelitian :

Tahun Terbit : 2014

Abstrak :

Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan sikap berbahasa penutur bahasa Melayu Bangka yang berdomisili di wilayah Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.  Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak.  Hasil penelitian sikap bahasa penutur bahasa Melayu Bangka di Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah adalah sebagai berikut (1) masyarakakat Koba berkaitan dengan kesetiaan bahasanya (language loyality) yaitu kesetiaan bahasa yang berupa keinginan masyarakat mendukung bahasa itu untuk memelihara dan mempertahankan bahasa itu masih sangat baik bahkan kalau perlu mencegahnya dari pengaruh bahasa lain, (2) masyarakat Melayu Bangka di Koba masih memiliki kebanggaan bahasa terhadap bahasa daerahnya dan bahasa Indonesia (language pride), dan (3) penutur Melayu Bangka di Koba yang masih menjunjung kaidah-kaidah bahasa secara positif seperti norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. 

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Melayu
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Melayu yang berada di Provinsi Sumatra Utara dituturkan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat; Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat; Desa Sei ...
  • Melayu
    Provinsi Riau Bahasa Melayu dituturkan di wilayah Provinsi Riau. Isolek Melayu merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Banjar dan ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    SIKAP BAHASA PENUTUR BAHASA MELAYU BANGKA DI KECAMATAN KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI BANGKA BELITUNG

    Kategori: Penelitian Bahasa

     

    Peneliti : Rahmat Muhidin, S.S.

    Tanggal Penelitian :

    Tahun Terbit : 2014

    Abstrak :

    Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan sikap berbahasa penutur bahasa Melayu Bangka yang berdomisili di wilayah Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.  Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak.  Hasil penelitian sikap bahasa penutur bahasa Melayu Bangka di Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah adalah sebagai berikut (1) masyarakakat Koba berkaitan dengan kesetiaan bahasanya (language loyality) yaitu kesetiaan bahasa yang berupa keinginan masyarakat mendukung bahasa itu untuk memelihara dan mempertahankan bahasa itu masih sangat baik bahkan kalau perlu mencegahnya dari pengaruh bahasa lain, (2) masyarakat Melayu Bangka di Koba masih memiliki kebanggaan bahasa terhadap bahasa daerahnya dan bahasa Indonesia (language pride), dan (3) penutur Melayu Bangka di Koba yang masih menjunjung kaidah-kaidah bahasa secara positif seperti norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. 

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Melayu
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Melayu yang berada di Provinsi Sumatra Utara dituturkan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat; Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat; Desa Sei ...
  • Melayu
    Provinsi Riau Bahasa Melayu dituturkan di wilayah Provinsi Riau. Isolek Melayu merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Banjar dan ...
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
    Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia Daring ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi cetaknya yang sudah terlebih dahulu diterbitkan pada tahun 2013.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia 5
    Layanan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring
  • Melayu
    Provinsi Sumatra Utara Bahasa Melayu yang berada di Provinsi Sumatra Utara dituturkan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat; Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat; Desa Sei ...
  • Melayu
    Provinsi Riau Bahasa Melayu dituturkan di wilayah Provinsi Riau. Isolek Melayu merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Banjar dan ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa