• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Kokenop

Kategori: Bahasa Daerah di Indonesia

 

Provinsi Papua

Bahasa Kokenop dituturkan oleh masyarakat di Kampung Bukit, Distrik Arimop, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Kampung Bukit bersebelahan dengan Kampung Anyumka di sebelah timur, Kampung Ujung di sebelah barat, Kampung Kuken di sebelah utara, dan Kampung Iniyandit di sebelah selatan. Menurut pengakuan penduduk, masyarakat Kampung Anyumka menggunakan bahasa Kokenop, Kampung Ujung menggunakan bahasa Kenonden, Kampung Kuken menggunakan bahasa Kitum, dan Kampung Iniyandit menggunakan bahasa Kenemaf.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Kokenop merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan sebesar 94% dibandingkan dengan bahasa Mandobo Tengah. Selain itu, isolek Kokenop memiliki perbedaan persentase sebesar 92% dibandingkan dengan bahasa Wambon Kenondik.

 
PENCARIAN TERKAIT