• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Airlangga   (1928)
Kategori: Karya Sastra

 
 

Airlangga merupakan judul drama karangan Sanusi Pane yang ditulis pertama kali dalam bahasa Belanda dan diterbitkan secara bersambung pada tahun 1928 di dalam majalah Timboel. Drama ini kemudian diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Das Chall dan diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1985 (pada tahun 2003 mencapai cetakan kesepuluh).

Airlangga adalah nama seorang raja di Jawa Timur yang memerintah pada tahun 1019—1049. Airlangga datang kepada Dharmawangsa untuk meminang putri Dharmawangsa. Pada saat itu terjadi serangan dari pasukan Raja Wurawari. Airlangga dapat melarikan diri dan ia selamat.

Airlangga sebagai karya sastra adalah drama yang memanfaatkan fakta sejarah dan menampilkan tokoh sejarah untuk mengungkapkan gagasan kebangsaan secara terselubung. Drama itu mengisahkan perjuangan orang Indonesia, kerajaan yang ada di Indonesia, dan adat istiadat Indonesia pada masa lampau.

Sanusi Pane menganggap bahwa dua dramanya yang ditulis dalam bahasa Belanda, yaitu Airlangga dan Eenzame Garoedavlucht pada hakikatnya melukiskan perjuangan individualisme Barat terhadap mistik yang terlihat berkat unsur Hinduisme, Budhisme, Sufisme, dan filsafat Jawa (Jassin, 1967).

A. Teeuw (1978) menilai drama Airlangga sebagai perwujudan dari minat Sanusi Pane terhadap tema yang bersifat tradisional dan mengandung unsur sejarah walaupun Muhammad Yamin juga memunculkan drama Ken Arok dan Ken Dedes.

Beberapa penulis buku pelajaran untuk SLTP dan SLTA menyebutkan bahwa Airlangga merupakan karya Muhammad Yamin bukan Sanusi Pane yang terbit pada tahun 1943. Buku-buku pelajaran tersebut antara lain Sari Kesusastraan Indonesia 1 (1984) yang disusun oleh J.S. Badudu, Kesusasteraan Indonesia 2 (1957) yang disusun oleh B. Simorangkir Simandjuntak, dan Seni Sastera Indonesia (1980) yang disusun oleh Asis Safioedin.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Pusat Bahasa Universitas Airlangga
    Alamat: Jl. Dharmawangsa Dalam No.4-6, Kampus B Universitas Airlangga, Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60131 Indonesia Telp: (031) 5029046, (031) 5053607, 08123126551, (WA) ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Airlangga   (1928)
    Kategori: Karya Sastra

     
     

    Airlangga merupakan judul drama karangan Sanusi Pane yang ditulis pertama kali dalam bahasa Belanda dan diterbitkan secara bersambung pada tahun 1928 di dalam majalah Timboel. Drama ini kemudian diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Das Chall dan diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1985 (pada tahun 2003 mencapai cetakan kesepuluh).

    Airlangga adalah nama seorang raja di Jawa Timur yang memerintah pada tahun 1019—1049. Airlangga datang kepada Dharmawangsa untuk meminang putri Dharmawangsa. Pada saat itu terjadi serangan dari pasukan Raja Wurawari. Airlangga dapat melarikan diri dan ia selamat.

    Airlangga sebagai karya sastra adalah drama yang memanfaatkan fakta sejarah dan menampilkan tokoh sejarah untuk mengungkapkan gagasan kebangsaan secara terselubung. Drama itu mengisahkan perjuangan orang Indonesia, kerajaan yang ada di Indonesia, dan adat istiadat Indonesia pada masa lampau.

    Sanusi Pane menganggap bahwa dua dramanya yang ditulis dalam bahasa Belanda, yaitu Airlangga dan Eenzame Garoedavlucht pada hakikatnya melukiskan perjuangan individualisme Barat terhadap mistik yang terlihat berkat unsur Hinduisme, Budhisme, Sufisme, dan filsafat Jawa (Jassin, 1967).

    A. Teeuw (1978) menilai drama Airlangga sebagai perwujudan dari minat Sanusi Pane terhadap tema yang bersifat tradisional dan mengandung unsur sejarah walaupun Muhammad Yamin juga memunculkan drama Ken Arok dan Ken Dedes.

    Beberapa penulis buku pelajaran untuk SLTP dan SLTA menyebutkan bahwa Airlangga merupakan karya Muhammad Yamin bukan Sanusi Pane yang terbit pada tahun 1943. Buku-buku pelajaran tersebut antara lain Sari Kesusastraan Indonesia 1 (1984) yang disusun oleh J.S. Badudu, Kesusasteraan Indonesia 2 (1957) yang disusun oleh B. Simorangkir Simandjuntak, dan Seni Sastera Indonesia (1980) yang disusun oleh Asis Safioedin.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Pusat Bahasa Universitas Airlangga
    Alamat: Jl. Dharmawangsa Dalam No.4-6, Kampus B Universitas Airlangga, Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60131 Indonesia Telp: (031) 5029046, (031) 5053607, 08123126551, (WA) ...
  • Pusat Bahasa Universitas Airlangga
    Alamat: Jl. Dharmawangsa Dalam No.4-6, Kampus B Universitas Airlangga, Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60131 Indonesia Telp: (031) 5029046, (031) 5053607, 08123126551, (WA) ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa