Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Provinsi Maluku
Bahasa Kei dituturkan oleh masyarakat di Desa Rahareng, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara; Desa Yamtel, Kecamatan Kei Besar dan di Desa Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara; Desa Tam Ngurhir, Kecamatan Tayando Tam, Kabupaten Kota Tual; dan Desa Tanimbar Kei, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Bahasa ini diidentifikasi memiliki empat dialek, yaitu (1) dialek Kei Evav yang dituturkan di Desa Rahareng, Kecamatan Kei Besar; (2) dialek Kei Yamtel yang dituturkan di Desa Yamtel, Kecamatan Kei Besar dan di Desa Debut, Kecamatan Manyeuw; (3) dialek Taam yang dituturkan di Desa Tam Ngurhir, Kecamatan Tayando Tam; (4) dialek Tanimbar Kei yang dituturkan di Desa Tanimbar Kei, Kecamatan Kei Kecil Barat. Persentase perbedaan antardialek tersebut berkisar 53%--65%. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Kei dikategorikan sebagai sebuah bahasa karena persentase perbedaannya dengan bahasa lain di Maluku berkisar 81%—100%, misalnya bahasa Yamdena dan Banda.